Vermont vs Xaverite Bertarung di Zodiark

Starter Zodiark akan mempertemukan dua marga yang namanya telah dikenal dalam dunia Vandaria (dan berakar dari kisah RPN Holy Knights). Mereka adalah marga Vermont sang pemburu Dragon dan Xaverite para keturunan Dragon. Kedua marga yang awalnya saling menghormati satu sama lain, kini berselisih setelah bertemu dengan Jagan, salah satu Dragon tertua yang masih hidup. Kenyataan yang dibeberkan oleh Jagan membuat keluarga Vermont dan Xaverite menempuh jalan yang berbeda.

Vermont dan Xaverite memiliki sisi yang sangat berlawanan. Gaya permainan yang digunakan Xaverite tergolong cepat dengan pukulan-pukulan berkekuatan kecil namun armada yang besar. Para Xaverite yang tidak pernah gentar untuk maju ke medan perang ini kemudian akan mengagetkan lawannya ketika mereka gugur di medan tempur, sebab sebagian dari mereka memiliki kemampuan untuk mengorbankan diri bersama armada lainnya untuk memanggil Dragon.

Vermont memiliki ritme yang lebih stabil untuk membentuk kekuatan sedikit demi sedikit. Serdadu Vermont memiliki status yang cukup kuat. Seiring dengan berkembangnya anggota keluarga ini, para Vermont kemudian dapat memanggil Wyvern yang kemudian akan membantu mereka di medan tempur.

Dua nama besar marga Vermont dan Xaverite akan terjun langsung ke medan tempur. Amazu Vermont menjadi perwakilan keluarga Vermont. Kemampuannya sebagai seorang Dragoon akan memimpin keluarga tersebut dalam memburu para Dragon. Kemudian Alvaro Xaverite akan menjadi perwakilan keluarga Xaverite. Sebagai seorang Knight, Alvaro memiliki kemampuan untuk melindungi keluarga Xaverite dan menghalangi lawan untuk menyerbu wilayahnya.

Penasaran, yuk kita lihat ulasannya di halaman berikut…

1
2
3

SHARE
Previous articleBatman Arkham City: All You Have to Know!
Next articleHokage Pertama dan Kedua akan Playable dalam Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm Generations
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.