iPhone 4S > Galaxy S II… Inilah Calon Smartphone Terkencang Sejagat!

Seperti yang kami beritakan sebelumnya, Apple kembali membuat heboh dengan peluncuran iOS barunya. Namun rupanya bukan iPhone 5 yang selama ini dirumorkan, melainkan iPhone 4S, atau sekadar upgrade dari smartphone iOS generasi keempat, iPhone 4. Dan seperti yang telah kami ulas, desainnya sama persis dengan iPhone 4, namun dengan beberapa peningkatan spesifikasi hardware dan update software dibandingkan sebelumnya.

Sekilas dari presentasi Apple selama event tunggal mereka 4 Oktober lalu, yang diajukan sebagai nilai jual adalah user interface baru dengan perintah suara yang disebut dengan Siri, kemudian media penyimpanan data di awan iCloud, serta kamera yang meningkat menjadi 8 megapixel. Sedangkan yang menjadi highlight adalah Siri, yang menjanjikan pengendalian iPhone bebas dari aktifitas “menyentuh” dan bahkan “melihat” layarnya.

Sejauh ini pasca pre-order yang mulai dibuka 7 Oktober 2011 lalu untuk rencana rilis awal di tujuh negara pada 14 Oktober 2011 nanti, dengan mudahnya mencapai 1 juta unit dalam sehari. Dan tujuh negara yang bakal mendapatkan iPhone 4S pertama kali adalah Amerika Serikat, Kanada, Australia, Britania Raya, Prancis, Jerman dan Jepang. Kemudian menyusul 22 negara Eropa lainnya dan Asia, termasuk Irlandia, Meksiko dan Singapura di akhir Oktober. Jadi jika kamu mendapati ada kode Want to Sale iPhone 4S seminggu ke depan, kemungkinan besar harganya melambung dari harga normal, yang dipatok untuk contract free (tidak dibundel layanan operator) seharga $649 untuk 16GB, $749 untuk 32GB, dan $849 untuk 64GB. Yah, sekitar 8-10 jutaan lah, jika ada yang jual di Indonesia.

Kembali pada iPhone 4S itu sendiri, memang sejauh ini secara resmi yang diunggulkan Apple adalah pengalaman interaksi dengan iOS 5 yang langsung built-in di dalamnya, plus beberapa poin yang menjadi gimmick marketing, seperti prosesor dual core dan selongsong kamera yang lebih maksimal. Namun beberapa hari ini juga banyak bermunculan hasil uji coba kameranya, plus benchmark kekuatan prosesor Apple A5 dual core berkecepatan 1GHz, yang menjadi tenaga utamanya.

Sebelumnya perlu dicatat, seperti yang diterapkan pada iPhone terdahulu, walaupun secara teknis prosesornya 1GHz misalnya, Apple selalu melakukan underclock prosesor tersebut untuk meningkatkan daya tahan baterai dan mengurangi efek panasnya prosesor. Dan khusus untuk iPhone 4S ini, prosesor A5 dual core-nya diturunkan menjadi 800 MHz. Bagaimana kinerjanya?

Dimulai dengan browser benchmark. Aplikasi yang digunakan di sini adalah BrowserMark, Sebelumnya, iPhone 4 mampu mencapai nilai 51,701. Sedangkan Galaxy S II dengan prosesor dual core Exynos-nya mampu mencapai nilai 55,144. Untuk iPhone 4S, hasilnya lebih mencengangkan, karena hasil uji aplikasi tersebut melalui browser Safari yang dijalankan iOS 5 menggunakan dual core Apple A5, mempermalukan semua smartphone dan mencapai nilai 89,567!

Hasil kemampuan Javascript kombinasi iOS5 dan Apple A5 juga mampu menyamai duet Tegra 2 dan Honeycomb, sedangkan kinerja CPU umumnya meningkat signifikan dibandingkan iPhone 4. Jika Android terbaru Ice Cream Sandwich hanya sekadar update kosmetik saja, sepertinya iPhone 4S patut bangga sebagai smartphone dengan kemampuan Javascript tertinggi. Namun jika Google mampu mengawinkan Gingerbread dan Honeycomb, sepertinya ada wakil smartphone Android yang bakal menambah daftar pesaing hasil benchmark-nya.

***JavaScript adalah bahasa pemrograman yang khusus untuk halaman web agar halaman web menjadi lebih hidup. Kalau dilihat dari suku katanya terdiri dari dua suku kata, yaitu Java dan Script. Java adalah Bahasa pemrograman berorientasi objek, sedangkan Script adalah serangkaian instruksi program.***

Sebelumnya kami sebutkan iPhone 4S datang dengan prosesor yang telah di-underclock. Dan menggunakan Geekbench, fakta tersebut bisa dibuktikan, karena hasil benchmark menunjukkan iPhone 4S lebih kecil dari iPad 2. Berdasarkan hasil Geekbench, iPad 2 memiliki kinerja 25% lebih tinggi dari iPhone 4S, membuktikan jika clock speed iPhone 4S memang diset pada 800MHz.

Menurunkan clock speed prosesor, sekaligus juga menurunkan voltase, yang menghasilkan konsumsi daya lebih kecil. Pada clock speed yang lebih kecil dibandingkan pesaing Android, selama ini Apple mampu menutupinya di sisi software. Standar satu spesifikasi untuk semua softwarenya menjamin kinerja software yang mampu memaksimalkan hardware. Sedangkan masih dari hasil Geekbench diketahui jika memory bandwidth iPhone 4S tidak meningkat dibandingkan iPad 2 – yang hanya 512 MB RAM. Dan karena Apple sendiri belum membocorkan berapa besar RAM pada kenerasi kelima iPhone ini, sementara sebelumnya sekadar disebut-sebut mencapai 1 GB RAM, bisa kita asumsikan RAM iPhone 4S masih sama seperti iPad 2, yaitu 512 MB.

Diperkuat juga dengan pernyataan creative director dari Epic Games yang mengerjakan Invinity Blade 2, bahwa iPhone 4S memang datang dengan RAM yang sama seperti iPhone 4.

I’m still shocked that, with the iPhone 4S, I’m literally running around with a 1080p video camera in my pocket, with an eight megapixel camera, 64GB of hard drive space and an A5 chip with 512MB of memory. This is a really powerful computer, right?

Dan seperti inilah tampilan game yang bisa kamu banggakan sebagai pengguna iOS!

Kemudian terakhir adalah hasil benchmark GPU, didapatkan melalui uji GLBenchmark 2.1. Dengan resolusi 960 x 640 pixel, hasilnya tidak berguna karena terikat oleh vsync pada ~60 fps. Namun berkat fitur render off-screen pada GLBenchmark 2.1, bisa  dinaikkan resolusinya menjadi 1280 x 720, dan didapatkan hasil yang lebih nyata dibandingkan resolusi iPad 2. Hasil tersebut memang menunjukkan jika iPad 2 lebih kencang sekitar 20% dibandingkan iPhone 4S, dan bisa diasumsikan berkat clock speed-nya yang tidak menurun. Dan dari hail tersebut juga bisa disimpulkan jika kekuatan GPU iPhone 4S pasti mampu menjalankan semua aplikasi berbasis grafis 3D dengan kualitas rata-rata 30 fps.

Satu lagi nih, jika kamu penasaran dengan hasil kamera 8 megapixel-nya, yang kabarnya lensa tersebut diproduksi oleh Sony, menunjukkan kualitas yang tinggi. Hasil foto terlihat tajam, serta noise-nya juga minim, meski asumsinya foto tersebut diambil di ruangan dengan kondisi minim cahaya.

<hasil benchmark credit to AnandTech, hasil foto to APPVV>


SHARE
Previous articleSeorang Demon yang Menjadi Exorcist untuk Menuntut Balas di PSP
Next articleOmega #93… Segera Dapatkan di Toko Buku/Majalah Terdekat!!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.