Dead Rising 2: Off The Record Review: Best Of the West

Judul: Dead Rising 2: Off The Record
Dev/Pub: Capcom Vancouver/Capcom
Genre: Survival Horror/Sandbox
Platform: Xbox 360 (Reviewed),Playstation 3,PC
Release date: 11 Oktober 2011
Score: 8.0/10

Serial Dead Rising yang lahir dari pemikiran Keiji Inafune, sejak pertama kali diperkenalkan pada 2006 lalu di Xbox 360 telah sukses merebut banyak hati para Zombie Genocider di seluruh dunia sebab tak hanya idenya begitu inovatif namun juga sangat pantas menjadi jawaban jika kalian mengharapkan versi game dari seri “Of The Dead” George A. Romero dan tak ketinggalan, peran karakter utama yaitu Frank West juga berhasil mendapatkan banyak fans sendiri sekalipun ia hanyalah seorang wartawan yang sangat “Average Joe.

Fast forward ke 2010,sekuel dari Dead Rising pun muncul dan berbeda dari game pertamanya yang bersetting di Wilamette kini sekuelnya jauh lebih glamor dengan bersetting di Fortune City yang merupakan replika dari Las Vegas dan juga mengganti Frank West dengan karakter yang lebih badass yaitu Chuck Greene, seorang pembalap motor yang bergabung dalam acara TV “Terror Is Reality” demi menyelamatkan anaknya.

Dead Rising 2 pun juga membawa segudang improvisasi dari prekuelnya seperti kemampuan untuk menggabungkan 2 barang menjadi 1 senjata yang jauh lebih kuat, grafis yang meningkat jauh, setting yang lebih menyenangkan untuk dijelajahi, AI survivor lebih pintar dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, tak heran jika DR2 mampu menjadi IP terbaik dan terlaris Capcom pada 2010 lalu sekaligus menjadi proyek outsource Capcom terbaik sejauh ini, bahkan Capcom pun langsung mengakuisisi Blue Castle games akibat kesuksesan DR2.

Namun, dibalik semua kesuksesan dan reaksi positif terhadap Chuck Greene rupanya masih banyak sekali fans yang berharap jika Frank West kembali beraksi maka Capcom pun merilis DLC bertitel DR: Case West yang menyertakan Frank dan Chuck pada akhir taun lalu. Seakan kurang puas,kini Capcom Vancouver pun merilis Dead Rising : Off The Record.

1
2
3

SHARE
Previous articleBattlefield3, Jalan Panjang Melawan Fitur Co-op Unggulan Rival
Next articleRenegade OPS, Melihat Sebuah Shooter Dari Sudut Pandang Baru
Dragio atau Gio sudah mengawali karir di dunia game sejak tahun 1995 hingga saat ini. Gio yang saat ini melanjutkan kuliahnya di Los Angeles ini menyukai berbagai macam genre game terutama Shooter,WRPG,Action dan Racing. Tertarik menjadi jurnalis video game tentu saja akibat kecintaanya terhadap video game yang sudah tertanam sejak dulu. selain itu,lelaki yang juga memiliki hobby Otomotif ini pun dikenal ramah dan rendah hati sekalipun banyak yang menganggap skill gamingnya sudah cukup tinggi,bisa dilihat oleh banyaknya group gaming di Facebook yang menetapkan Gio di posisi teratas dan respek terhadap dirinya.