Vermont, Sang Dragon Slayer

Sebelumnya saya telah menjelaskan secara garis besar mengenai dua starter yang akan muncul dalam Zodiark. Pada kesempatan kali ini saya akan coba untuk membahas lebih dalam mengenai gaya permainan kedua starter tersebut, dimulai dengan Vermont, sang Dragon Slayer.

Vermont legendaris

Berprofesi sebagai pemburu bangsa naga, para Vermont hidup menyatu dengan alam. Mereka mendiami Territory Gaia yang merupakan representasi akar dari planet Vandaria. Gaia yang mendukung starter Dragon Slayer memiliki ritme kecepatan yang cukup tinggi untuk ukuran Gaia. 50% dari Territory ini memiliki goldcost 5 dan sisanya 6. Seperti Gaia pada umumnya, mereka semua memiliki kemampuan untuk bertahan cukup lama karena defense-nya yang tinggi. Salah satu Territory yang sangat menarik adalah Lair.

Territory ini dapat menjadi titik balik permainan. Dengan kemampuan “dapat disummon kapanpun”, ingat “kapanpun” disini adalah kapanpun kamu bisa mensummon Action, kamu bisa menyimpan gold untuk mensummon Dragon dengan kemampuan semi-Cavalry untuk memblok di Territory manapun; ataupun membuat Dragon Anda seolah Rush dengan mensummon pada akhir turn lawan. Berlaku untuk semua pemain, tentu membuat Lair menjadi sangat menarik untuk dibawa dalam pertandingan tag team.

Follower yang disuguhkan memiliki kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Namun sebagian besar dari mereka memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di alam, yaitu dengan mencari uang di Territory Gaia pada Main Phase. Pada umumnya, skill semacam ini tidak begitu menarik, karena akan membuka pertahanan terhadap lawan. Namun dengan basis Gaia, saya rasa lawan baru akan benar-benar siap menyerang pada pertengahan atau akhir pertandingan.


Selain mampu mencari gold, pasukan Vermont juga memiliki kemampuan khusus ketika berhadapan dengan Dragon atau Dragonman. Kemampuan ini rata-rata menaikkan status mereka hingga hampir menyamai para Dragon.

1
2

SHARE
Previous articleFate/Extra, Tubuhmu Adalah Senjatamu!
Next articleShiki the Golden Lion Kembali Hadir di “New World”
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.