Dragon Ball Z: Ultimate Tenkaichi, Sebagai Petarung Z, Berkelana Sampai Ke Namek

Akhirnya, teka-teki Dragon Ball Game Project Age 2011 yang disebar selama Mei 2011 lalu melalui majalah Weekly Shonen Jump terkuak. Inilah Dragon Ball Z: Ultimate Tenkaichi, atau yang versi Jepangnya nanti dirilis awal Desember 2011 sebagai Dragon Ball: Ultimate Blast. Penerus Dragon Ball: Raging Blast 2 ini sepertinya punya ambisi khusus untuk memperbaiki sebagian keluhan pemain (kompleksnya kontrol, AI yang terlalu identik, hingga setting bisa dikatakan terlalu statis) akan gameplay prekuelnya tersebut. Dan Spike sebagai developernya pun juga tidak mau menyebut Ultimate Tenkaichi sebagai penerus Raging Blast 2. Sekuel baru ini pun masih melanjutkan estafet Burst Limit tiga tahun lalu, yang menghiasi daftar game PS3 dan X360.

Seperti suksesnya usaha membawa nuansa anime-ke-game dalam Raging Blast, Ultimate Tankaichi pun tetap menawarkan resep yang sama, plus memenuhi permintaan penggemar, roster petarung yang lebih lengkap – semua android dan alien dunia Dragon Ball Z bisa kamu temukan di sini. Bahkan Spike pun meramunya dengan efek kehancuran lingkungan yang dinamis, hingga pertarungan bos berukuran super besar. Namun meski dengan banyak penambahan tersebut, Spike tidak lupa pada gameplay. Kontrol Ultimate Tenkaichi banyak dipengaruhi Burst Limit yang lebih sederhana – sehingga mempercepat perubahan ritme pertarungan dari jarak jauh ke jarak dekat. Kemudian satu fitur baru diterapkan, yaitu sistem Impact Break, yang memungkinkanmu memukul musuh hingga jatuh ke tanah, diiringi dengan bebatuan beterbangan, dan bahkan bukit pun bisa runtuh. Bisa dibayangkan, kamu bakal makin dipacu untuk melancarkan serangan spesial dan Ultimate Combo.

Adrenalin pun makin terpompa berkat pertarungan melawan boss berukuran super. Dari demo yang saya lihat, ada adegan Goku melawan wujud pertama Janemba (demon chubby yang sebenarnya imut kalau ukurannya kecil), hingga Vegeta dalam wujud monyed raksasa. Melawan mereka, kamu bakal disodori beberapa kali quick-time event dengan tombol tertentu, yang harus segera ditekan untuk bisa lolos dari serangan.

Kemudian yang tak kalah menarik, selain “stock-characters” yang bakal kamu mainkan, Spike pun memberi opsi kustomisasi karakter, menciptakan petarung Z sendiri, melatih mereka untuk menjadi petarung terkuat. Kustomisasinya mulai dari rambut, baju, dan bahkan style bertarungnya. Fitur ini jelas bisa menjadi daya jual utama, apalagi kamu juga masih bisa membawa petarung ciptaan tersebut dalam pertarungan online. (Doni)


SHARE
Previous articlePuss in Boots: Ketika Nasib Dunia Berada di Tangan Seekor Kucing!
Next articleRage, Ketika Fallout Bertemu Twisted Metal
Wadah Gamer dari beberapa generasi, yang mencoba mengekspos hobi video game dari banyak sisi. Dengan tidak melulu game, Duniaku bisa menunjukkan pada khalayak, bahwa Gamer dan video game, adalah hobi yang tidak terbatas.