Google TV Merasakan Android Market… Solusi Televisi Internet Masa Depan!

Google ada dimana-mana. Mulai dunia maya, setiap desktop pun pernah mengaksesnya, dan juga smartphone serta tablet. Dan mungkin masih baru terdengar, jika ternyata Google juga eksis di balik layar televisi.

Disebut Google TV (kini menjadi AndroidTV), merupakan platform Smart TV dari Google yang pertama kali diumumkan 10 Mei 2010, selama event Google I/O, dan mulai diluncurkan 6 Oktober 2010. Platform tersebut dikembangkan bersama dengan beberapa produsen hardware seperti Intel, Sony dan Logitech. Dan terwujudlah sebuah sistem operasi Android yang dipadukan versi  Linux dari browser Google Chrome (untuk selancar web melalui televisi), dalam sebuah tampilan interaktif yang makin menghidupkan fungsi salah satu jenis televisi modern, yaitu internet television dan WebTV. Jika kamu perhatikan, pasti sadar beberapa iklan televisi (khususnya internet TV) akhir-akhir ini mengajukan fitur akses langsung ke You Tube, Facebook, bahkan chatting hingga memainkan game. Melalui Google TV, kamu bakal mendapatkan fitur yang lebih dari sekadar internet TV.

Sayangnya, GoogleTV tersebut kurang populer, dan begitu lambat perkembangannya. Walaupun akhir Oktober 2011 ini kembali mendapatkan update baru ke versi 3.1 (dengan beragam fungsi Honeycomb tentunya), serta membawa Android Market dan antar muka yang lebih sederhana

Sekali lagi, sayangnya meski update ini cukup bagus, tidak semua aplikasi Android bisa dijalankan melalui Google TV. Kebanyakan aplikasi Android memerlukan interaksi touchscreen, sedangkan tidak ada Google TV ber-touchscreen – walaupun kamu mendapatkan remote dan kayboard wireless untuk mengendalikan antar mukanya. Google sendiri sudah menjembatani hal itu, dan meminta developer membuat varian aplikasi yang juga bekerja maksimal untuk Google TV. Namun tetap saja, semua aplikasi Android yang memerlukan touchscreen, koneksi GPS dan telepon tidak akan bisa dijalankan melalui Google TV.

Terlihat jelas memang penyederhanaan ada pada antar muka. Semua fungsi penting dengan mudah dijangkau di halaman muka. Kemudian Google juga mempermudah ketika kita ingin mencari content dari Live TV, Netflix, YouTube, HBO GO, dan lebih banyak lagi. Kemudian ada aplikasi yang disebut “TV & Movies” yang membantumu mencari melalui 80,000 episode movie dan TV melalui koneksi kabel atau satelit, Netflix, Amazon, YouTube, dan lebih banyak situs lainnya. Udate ini bakal diluncurkan untuk seri Google TV produksi Sony mulai awal November, dan menyusul kemudian televisi dari Logitech.

Dan seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Google TV memang kurang populer, serta setahu saya, belum ada lineup-nya yang eksis di Indonesia – apalagi ada satu dilema, masalah koneksi internet yang kurang memadai di negara kita. Namun ada satu solusi bagimu jika ingin merubah televisi standar atau HDTV menjadi sebuah Android TV. Coba saja akses link berikut ini. Itu merupakan hasil search mereka yang menjual Superspring Android Internet TV Decoder X220, atau singkatnya, Android Box. Dengan Superspring, kamu mendapatkan sebuah Google TV menggunakan televisi standar atau HDTV, dengan harga yang terjangkau, karena dijual hanya sekitar Rp 1 jutaan saja.

Credit to mantugaul.wordpress.com.

Melalui Android Box tersebut, kamu tidak perlu tergiur dengan iklan internet TV yang banyak bermunculan akhir-akhir ini. Melalui Superspring X220 ini, kamu cukup hubungkan HDMI ke TV, maka HDTV-mu langsung berubah menjadi Android Froyo. Dan sebagaimana Android Froyo lainnya, kamu bisa akses web melalui browser-nya, entah itu untuk membaca berita, atau bahkan keperluan internet banking.

Credit to mantugaul.wordpress.com.

Fungsi multimedia-nya pun lengkap, baik itu untuk melihat foto, musik dan juga video. Bahkan kemampuan si X220 ini bisa memutar video dengan kualitas HD lho (meskipun tidak terlalu lancar)! Plus, kamu bisa juga menikmati ribuan aplikasi Android, baik untuk game hingga melihat Facebook dan chatting.

Fungsi standar Android juga bisa diakomodir. Seperti tehubung ke Latitude di Google Maps (walaaupun tidak ada GPS-nya). Kamu juga bisa pasangkan kayboard dan mouse untuk navigasi lebih cepat (dibandingkan menggunakan remote bawaannya), atau menambahkan HDD eksternal / microSD hingga 32 GB. Dan seperti Google TV, kamu mutlak memerlukan koneksi internet cepat, dalam hal ini melalui router WiFi (dibahas dalam Zigma edisi 108) atau cukup dengan modem USB saja.

Sedangkan untuk spesifikasinya, untuk Superspring ini kamu mendapatkan prosesor Samsung Cortex AB S5PV210 dengan kecepatan 1GHz, RAM 512MB dan ROM 2GB, Android 2.2, Wi-Fi, port Ethernet dan HDMI, mendukung wireless bluetooth mouse dan keyboard, mendukung file transfer via bluetooth, wireless motion sensor remote, slot memory hingga 32GB, port USB yang juga mendukung HDD eksternal, mendukung Adobe Flash Player 10.1 (bisa maen game Facebook melalui TV nih!), dan semua fungsi Android Froyo lainnya, kecuali yang membutuhkan sensor gerak, telepon serta GPS…

Selain Superspring ini, juga ada beberapa Android Box lain yang beredar di Indonesia. Seperti Flyview-1 (dengan spesifikasi sama seperti Superspring), Skyviia dan juga Amlogic (dua terakhir tersebut spesifikasinya lebih rendah).


SHARE
Previous articleAmbisi Mengejar Google, Microsoft Luncurkan Firefox with Bing
Next articleEmpat Petarung Lama Dipastikan Kembali Hadir di “New World”
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.