Resistance 3, Pesaing Berat Untuk Killzone

Sejak dari awal, Resistance memang diplot eksklusif untuk konsol PlayStation. Dari seri ke seri, game ini semakin banyak mendapatkan banyak improvisasi, termasuk seri ketiganya kali ini. Dari segi kontrol misalnya, game ini mendapatkan peningkatan yang paling signifikan menurut saya, terutama dalam hal responsivitas dan juga sekarang lebih nyaman digunakan saat melawan chimaera yang sekarang juga bergerak lebih cepat juga! Oiya, bagi kamu yang memiliki Move, kamu bisa juga menggunakannya lho!

Dalam jumlah senjata, game ini juga mendapatkan peningkatan yang signifikan. Tetapi, beberapa senjata favorit sejak seri sebelumnya seperti Auger dan Bullseye akan kembali tampil dalam game ini. Yang membedakan, sekarang senjata kamu bisa naik level secara otomatis dengan semakin seringnya senjata itu kamu gunakan. Dari nuansa game-nya, saya menganggap seri ketiganya ini adalah seri tergelap dari semua seri Resistance yang sudah dirilis, baik dari segi story maupun juga dari segi lingkungannya. Terakhir, kelebihan lain dari game ini juga terletak di bagian sound, yang saya rasa lebih “menggelegar” dibandingkan prekuelnya.

Mungkin satu kelemahan yang dimiliki game ini adalah jumlah pemain maksimal di fitur multiplayer yang dikurangi. Namun hal tersebut tentu tidak mengurangi nilai game ini secara signifikan, toh dengan single player campaign yang hadir cukup solid ini saya rasa bisa menutupi segala kekurangan yang ada di game ini. Ya, bisa dibilang, game ini menjadi saingan berat bagi Killzone 3 dalam satu “rumah”. Oiya, satu lagi catatan saya, meskipun bersaing kuat dengan Killzone 3 dalam hal gameplay, namun dalam hal grafis, game ini harus rela untuk mengakui bahwa Killzone 3 hadir lebih memukau.

httpv://www.youtube.com/watch?v=lbkXTSs3bvU


SHARE
Previous articleGears Of Wars 3 ; Biggest, Best And Most Badass
Next articleBatman Arkham City… Eksplorasi Dunia yang Lebih Terbuka!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.