Driver San Fransisco, Driver Terbaik Untuk Saat ini

Saya tidak mengatakan selama ini Driver adalah seri game racing.sand box yang jelek, tapi jujur saja, dari seri pertama sampai seri ketiga, Driver masih belum menunjukkan hal spesial yang patut untuk diingat. Baru pada seri keempat inilah akhirnya Driver mampu menampilkan suatu hal yang membuatnya khas dan berbeda dari game-game racing lainnya. hal yang saya maksud tersebut adalah sebuah fitur yang bernama shift.  Dengan menggunakan fitur ini nantinya kamu bisa “berpindah” dari satu mobil ke mobil lain, layaknya roh yang sedang merasuki manusia. Selain memudahkanmu dalam menjelajahi San francisco, fitur ini juga di implementasikan dengan baik dalam gameplaynya.

Kamu bisa menggunakan fitur shift untuk mengendalikan mobil lain dan mencoba mengahalangi jalan musuh, kamu bisa menabrak musuh dengan mobil lain, bahkan nantinya kamu bisa menggunakan fitur ini untuk berpindah dari satu tempat-ke tempat lain dalam sekejap. Memang sih fiturnya terdengar sangat menghayal dan tidak mungkin terjadi, tapi karena seting dari Driver San Francisco sendiri juga sama tidak masuk akalnya, shift menjadi suatu fitur yang wajar-wajar saja, dan tentunya sangat keren dan lebay abis.

Bicara mengenai seting, sebagian besar (sekitar 90%) dari Driver San Francisco akan mengambil lokasi di alam bawah sadar dari jagoan kita John Tanner, yang sedang dalam kondisi koma. Saya tidak akan menjelaskan terlalu detail mengenai ceritanya, hanya saja peristiwa yang terjadi di alam bawah sadar Tanner ini dipengaruhi peristiwa yang terjadi di dunia nyata. Nantinya kamu harus memecahkan misteri di dunia mimpi, untuk bisa memecahkan motif dari serangkaian kejahatan yang dilakukan musuh mu bebuyutanmu, Jericho, di dunia nyata. (Shin)

Versi PC Justru Inferior?

Entah kenapa, akhir-akhir ini semakin banyak game PC yang justru meminimalisasi pilihan seting grafis yang bisa di kustom oleh para pemain. Lihat saja Crysis 2 dan Rage, yang terakhir ini bahkan sama sekali tidak memiliki pilihan seting grafis. Memang sih ini membuat game berjalan lebih mulus, dan gamer juga tidak usah bingung-bingung menyeting pilihan grafis sesuai dengan kemampuan PC mereka. tapi pada dasarnya saya memainkan game di PC karena kita diberi kebebasan untuk mengatur bagaimana grafis yang ingin kita nikmati. Jika semuanya otomatis diatur, apa bedanya memainkan game di PC dan konsol?

Driver San Francisco, walaupun tidak separah Rage dalam hal ini, tapi juga tidak bisa dibilang lebih baik. Driver hanya memiliki lima pilihan seting grafis saja, low, medium high, Vertical Sync, dan Anti Aliasing (ini pun hanya on dan off). Tidak ada pilihan untuk mengatur Bloom, SSAO, efek blur, efek bayangan, draw distance, dll. Dan yang lebih parah lagi, perbedaan efek grafis antara seting low dan high bisa dibilang nyaris tidak kentara. Mungkin memang secara teknis grafis versi PC tidak lebih jelek dari versi konsol, tapi harusnya versi PC bisa jauh lebih bagus.

httpv://www.youtube.com/watch?v=6thoY0twL3I


SHARE
Previous articleNuclear Dawn: Masih Jauh Dibanding Game FPS Lainnya
Next articleFIFA 12, Dampak Revolusi Impact Engine!
Seseorang yang awalnya ingin menjadi seorang teknokrat namun justru berkecimpung di dunia game. Penggemar Jessica Alba dan Alexis Bledel yang memiliki spesialisasi di antaranya dalam bidang Anime, Game, RPG, Game Design, Manga, Movie dan Trading Card Game. Saat ini mendapat posisi sebagai Managing Editor ZIGMA dan OMEGA serta Lead QA I Play All Day Studio.