Dramatic 2011 MotoGP Season Review – Part 1

Dari kiri ke kanan: juara dunia 125 CC Nicolas Terol, juara dunia MotoGP Casey Stoner dan juara Moto2 Stefan Bradl

Musim balapan MotoGP 2011 sudah berakhir seiring berakhirnya race terakhir yang dihelat di sirkuit Ricardo Tormo Valencia. Selama mengikuti MotoGP semenjak tahun 2000, saya menganggap bahwa musim 2011 ini adalah salah satu musim paling dramatis yang pernah saya ikuti. Ada banyak cerita mengiringi perjalanan para pembalap selama tahun 2011 ini. Berikut ini, saya merangkum beberapa kejadian yang membuat musim balapan 2011 ini lebih “berwarna” daripada musim-musim sebelumnya.

Dominasi Casey Stoner

Diawal musim, sudah banyak pihak yang menduga bahwa performa tim Repsol Honda pada musim 2011 akan memberikan ancaman yang serius kepada para pesaingnya, terutama kepada juara dunia 2010 Jorge Lorenzo. Prediksi tersebut bukannya tanpa alasan, karena memang performa Casey Stoner, Dani Pedrosa hingga Andrea Dovizioso memang sangat menjanjikan di fase-fase uji coba. Dan benar saja, selama musim 2011 berlangsung, Casey Stoner tampil sangat baik dan mendominasi beberapa balapan. Bukan hanya itu, rekan setimnya, Andrea Dovizioso dan Dani Pedrosa pun juga tampil sangat baik dan finis di posisi ke tiga dan empat klasemen akhir pembalap.

Casey Stoner akhirnya merengkuh mahkota juara dunianya yang kedua sepanjang karirnya di MotoGP dengan catatan sepuluh kali kemenangan dari 17 kali balapan. Jalan Stoner menuju juara dunia juga semakin “dipermudah” dengan absennya Lorenzo di tiga balapan terakhir MotoGP. Ya, karena kecelakaan yang menimpanya saat sesi latihan di sirkuit Philip Island, Australia dia harus rela kehilangan ujung jari manisnya dan harus absen berlaga disana dan di dua balapan selanjutnya.

Stoner pun mengukuhkan diri menjadi juara dunia MotoGP 2011 di sirkuit Philip Island, Australia. Pencapaian tersebut semakin membanggakan karena dia berhasil merengkuhnya saat balapan di negara asalnya dan juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang jatuh tepat pada tanggal 16 Oktober.

 

1
2
3

SHARE
Previous articlePro Evolution Soccer 2012… Setelah iOS, Kini Hadir Untuk Android!
Next articleKidou Senshi Gundam Unicorn, Game Pertama Gundam Unicorn!!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.