Kembalinya Semangat Ksatria

Kalau kamu masih ingat Soul of Ksathrya, sekilas memang tampak tidak berbahaya, tapi kartu ini adalah kartu yang sangat mengerikan sehingga harus mengalami eratta. Soul of Ksathrya memang tidak memiliki kekuatan destruktif karena tidak mengandung kata “distribusikan” ataupun “hancurkan”. Namun ingat, Vandaria Wars mengenal tiga pola kemenangan, dan kartu Soul of Ksathrya terbukti berhasil membuat pemiliknya melalui jalan 5 Territory dengan cara turbo.

Kengerian Soul of Ksathrya telah usai dan hanya bersisa pada pertandingan Deckmaster. Ternyata tidak sepenuhnya, sebab Zodiark memberikan kartu sejenis Soul of Ksathrya dengan rasa berbeda.


Sama seperti Soul of Ksathrya, Remember the Fallen tidak memiliki kekuatan destruktif. Kartu ini merupakan kartu pensuplai kembali gold dan kartu di tangan dengan mengorbankan satu Follower. Sekilas memang tampak tidak berbahaya, namun potensi dari kartu ini sangat besar sebab gold dan kartu di tangan adalah sumber daya utama dalam Vandaria Wars.

Dapat digunakan kapanpun, Remember the Fallen tentu digunakan sebagai imbalan ketika Follower memang akan menuju graveyard, seperti telah bertukar pukulan dalam battle, atau terkena damage dari sumber lain. Penggunaan dengan cara ini memang efektif, namun Zodiark menawarkan lebih dari itu.

Follower apa saja yang akan menjadi korban utama Remember the Fallen?


Para Dragonman tentu menjadi target utama, dimana pengontrolnya dapat dengan senang hati memenggal mereka demi mendraw kartu dan memperoleh gold serta memperoleh seekor Dragon. Follower murah status besar juga cukup optimal untuk dikorbankan. Dengan modal kecil, Gazehart dan rekan-rekannya dapat dikorbankan untuk keuntungan yang berlipat.


SHARE
Previous articleNendoroid Generations Makin Imut Ajahh!
Next articleVisi dan Misi Kaskus dan Kantor Baru Forum Kaskus !
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.