Uncharted 3: Drake’s Deception WTF Moments (Mid Spoiler)

Tanpa banyak basa-basi, inilah moment-moment WTF (what the….) di Uncharted 3: Drake’s Deception. Kita mulai dari Moment pertama, yaitu.

1. Alur cerita yang mirip dengan Uncharted 2: Among Thief

Alur cerita Uncharted 3 terlalu mirip dengan Uncharted 2. Itu artinya kita akan menemukan alur mundur di awal cerita dan kemudian maju sampai tamat. Bedanya, kali ini alur mundurnya benar-benar mundur sampai ke masa kecilnya Nathan Drake. Tampaknya penulis cerita di Uncharted 3 malas untuk memikirkan sudut pandang lain paska ketenaran Uncharted 2.

Mirip....

2. Cara Kerja Decrypter Yang Tidak Dijelaskan

Kami tahu Drake adalah pemburu harta karun yang luar biasa beruntung dan bisa dibilang sangat pintar, tapi masak sih Drake tidak mau menjelaskan cara kerja Decrypternya. Kita cuman tahu kalau drake memasukan simbol-simbol yang tertulis lalu muncul Anagram. Gitu doang, tidak ada penjelasan lebih lanjut, bagaimana mekanisme Decrypternya bekerja, padahal bentuknya lumayan rumit loh.

3. Musuh Yang Bego Banget

Coba bayangkan, kamu adalah organisasi rahasia Inggris yang mencari-cari cincin Sir Francis Drake. Kemudian kamu mendapatkan salah satu barang yang merupakan peninggalan Sir Francis Drake. Ingat kamu adalah organisasi rahasia Inggris yang mempunyai akses ke beberapa fasilitas militer!! Masak sih, kamu enggak memeriksa dengan seksama peninggalan Sir Francis Drake tersebut, yah minimal di X-Ray kek. Jangan sampai musuhmu datang lalu ujuk-ujuk mecahin tu benda terus nemu benda penting di dalamnya. Betul gak? WTF banget dah.

Golden Hind Tepat di Depan Hidungmu

4. I Hate Spiders!!

Di sepanjang permainan kamu akan menemukan sekumpulan laba-laba yang akan menyerangmu dengan membabi buta, tapi lucunya peran mereka ya hanya sampai di situ. Alasan mereka menyeramu tidak kita ketahui sampai akhir, dan kenapa mereka bisa beranak pinak sampai bisa memenuhi GBK (Gelora Bung Karno) juga masih jadi rahasia. Seingat kami, laba-laba adalah pemburu pasif yang menunggu mangsanya dengan perangkap jaring yang terentang, bukan pemburu agreisf yang mengejar-ngejar seorang pemburu harta karun yang kelihatannya lezat. Saya pilih yang cewek, kamu yang cowok, kamu yang tua yah, pekik salah satu laba-laba sebelum ditembak shotgun.

Ini Bakal Sakit

5. Pilot Bodoh

Tahu regulasi penerbangan? Saat take-off berlangsung, pilot biasanya tahu betul apa yang terjadi di landasan yang akan dipakainya. Apakah ada pesawat lain yang akan melintas, bagaimana kondisi runway yang dipakai, atau adakah Nathan Drake yang sedang berusaha masuk ke dalam pesawat. Pada bagian itu, seharusnya sang pilot menerima berita ribut-ribut yang terjadi di landasan. Pesawat membawa bekal buat pasukan Marlowe, masak sih pilotnya tetap berangkat? Harusnya kalau ditelusuri secara logika, pilotnya enggak akan berangkat lho. Jangankan untuk terbang, kondisi landasan pacu saja statusnya menjadi berbahaya dan tidak bisa dipakai. Batalkan penerbangan sekarang juga!!

httpv://youtu.be/98T1GTkO4Vo

6. Drake Yang Tiba-Tiba Sembuh Rasa Hausnya

Bayangkan, selama dua hari satu malam kamu berada di tengah-tengah padang pasir, tanpa minum dan tanpa makan. Kamu mulai berhalusinasi dan pingsan berkali-kali. Setelah berjalan beberapa lama kamu tiba di sebuah kota kosong dan menemukan sumber air yang tidak bisa kamu minum, masih tetap haus dong? Akhirnya kamu bertemu musuhmu dan tembak-tembakan dengan mereka tanpa merasa kelelahan dan kehausan, padahal sebelumnya kamu pingsan-pingsan. Hebat!!

Aus Gila...

7. Peta Bintang Yang Enggak Berguna

Sebelum sampai ke padang pasir kamu menemukan peta bintang yang kata Sully merupakan petunjuk lokasi kota Iram. Pada adegan t ersebut tidak dijelaskan bintang yang mana yang dipakai dan bahkan sampai kota Iram ditemukanpun, peta bintang itu tetap tidak digunakan. Sebuah pencarian dan pengorbanan yang sia-sia.

1
2

SHARE
Previous articleVW Jakarta GT 2011
Next articleGoogle Music vs iTunes vs Amazon MP3: Perang Musik di “Awan”
Pemuda tambun yang hobinya main RPG (Role Playing Game. Buka Rocket Propelled Grennade) ini, memulai karirnya sebagai penulis lepas di salah satu majalah game yang tidak terlalu hit. Karena jatuh cinta pada dunia tulis menulis, Estu akhirnya memberanikan diri mengerjakan sebuah proyek portal game yang cukup ambisius di jamannya. Rupanya setelah portal game tersebut beroperasi beberapa masalah eksternal dan internal mulai menerpa silih berganti. Karena merasa kebebasannya digawangi, akhirnya Estu memutuskan berhenti dan memulai bisnis kecil-kecilan. Dari perjalanan bisnisnya Estu mendapatkan berbagai filosofi yang terus menerus dipakai hingga sekarang. Salah satunya adalah "keberuntungan adalah persiapan bertemu dengan kesempatan - Seneca" atau "Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat - Thomas Alva Edison". Di tengah-tengah jadwalnya yang cukup padat, Estu selalu sempat meluangkan waktu untuk bermain game, menonton film dan menulis artikel.