Forsa Motorsport 4, Kebebasan Baru Dalam Balapan!

Digadang-gadang bakal menjadi penantang serius Gran Turismo, rupanya sudah dijawab dengan baik oleh Forza 4. Saya menganggap game ini sebagai sebuah era kebebasan baru dalam balapan. Maksud kebebasan disini adalah kebebasan tanpa menggunakan kontroler, karena fitur Kinect yang dijanjikan pengembang ternyata tampil sesuai dengan ekspektasi saya, baik untuk Autovista, ataupun head tracking-nya.

Selain itu, jika kamu masih belum berpikir untuk memanfaatkan Kinect, kontrol game ini saya rasa sudah mengalami peningkatan yang signifikan dari pendahulunya, Forza 3. Ya, meskipun masih membawa DNA Forza 3 di beberapa bagian gameplay, namun kontrol di sini terlihat lebih halus, dan lebih mudah untuk mengendalikan mobil baik dalam keadaan oversteer atau understeer. Belum lagi adanya fitur pengereman yang menggunakan ABS, yang saya rasa sangat membantu bagi kamu yang masih belum lancar dalam melibas tikungan. AI juga semakin ditingkatkan, yang kerennya bisa mengikuti kemampuan kamu. Semakin hebat kamu berada di lintasan (terutama dalam World Tour), maka AI yang kamu hadapi juga akan semakin hebat lho!

Dari kelebihan tersebut, cukup sulit untuk mencari dimana celah kekurangan yang ada di game ini. Saya hanya mencatat beberapa kelemahan minor saja, seperti tidak adanya opsi untuk balapan di malam hari, dan juga tidak adanya efek cuaca seperti dalam Shift. Dan saya rasa hal itu tidak mengganggu nilai game ini secara keseluruhan, karena toh jika ada pilihan untuk balapan di malam hari saya mungkin tidak akan menggunakannya. Bagaimana bisa melihat keindahan mobil-mobilnya jika kita balapan di malam hari bukan?


SHARE
Previous articleSimsalabim… Galaxy S II Pun Menyusut Seukuran Flash Disk!
Next articleSpider-man : EoT, “Fast Faced” Gameplay yang Sebenarnya
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.