Shadowgun, Serasa “Menggenggam” Gears of War!

As Badass as Marcus Fenix..

Sebelumnya, saya sudah pernah memberikan preview mengenai salah satu game mobile yang banyak diprediksi akan menjadi primadona ini. Bukan hanya karena gameplay-nya yang menjanjikan, namun juga grafisnya yang hampir menyamai kualitas konsol dengan menggunakan engine Unity 3D. Nah, setelah awalnya hanya dikhususkan untuk iPhone dan gadget Android yang berkekuatan Nvidia Tegra, beberapa waktu lalu Madfinger Games pun merilis Shadowgun ini untuk semua gadget Android dan untuk semua GPU, baik NVidia Tegra, Power VR ataupun Adreno.

Gameplay Gears of War (Gears) langsung terasa saat kamu pertama kali memainkan game ini. Ya, sistem cover adalah elemen utama dalam game ini. Hampir 90% gameplay dalam game ini mengharuskan kamu untuk melakukan cover saat menghadapi musuh. Musuh dalam game ini pun tidak kalah pintar, karena mereka juga akan menghadapi kamu dengan memanfaatkan objek-objek sebagai perlindungan. Jadi timing kamu dalam melakukan cover disini sangat penting, agar kamu tidak langsung tertembak saat kamu keluar dari tempat persembunyian.

Untuk kontrolnya, game ini sangat simpel. Hanya terdapat tiga tombol virtual utama yang bisa kamu gunakan selama permainan, satu analog virtual disebelah kiri untuk bergerak, satu tombol untuk menembak, dan satu tombol untuk melakukan reload. Sedangkan untuk membidikkan senjata, kamu bisa menyapukan jari kamu dimana saja di layar sebelah kanan. Di pojok kanan atas, terdapat sebuah ikon senjata yang bisa kamu gunakan untuk berganti-ganti senjata.

Saat melakukan cover-pun, game ini menawarkan banyak kemudahan. Kamu bisa langsung berada dalam posisi cover saat kamu menghampiri sebuah objek atau tembok, serta kamu bisa keluar dari mode cover dengan cara mengarahkan analog virtual kebawah. Saat berada dalam posisi cover, kamu juga bisa bergeser kekanan dan kekiri, tanpa harus keluar dari persembunyian kamu. Oiya, tidak semua posisi cover disini menguntungkan, karena ada beberapa objek yang bisa hancur jika terkena tembakan terus menerus. Jadi, jika kamu berlindung dibelakang objek yang rentan, jangan terlalu lama ya..

Grafis OK, gameplay juga adiktif dengan adanya beberapa puzzle seperti kombinasi angka untuk membuka pintu. Namun game ini masih menyisakan beberapa bug kecil. Salah satunya adalah kadang-kadang karakter kamu bisa menembus tembok dan juga terkadang game juga menjadi freeze apabila ada notifikasi yang masuk ke ponsel Android kamu.  Nilai tambah game ini juga terletak pada adanya achievement yang bisa kamu kumpulkan,.

Oiya, satu kelebihan lagi menurut saya. Dengan gameplay dan grafis yang se-“wah” ini, ternyata kapasitas file data game ini tidak terlalu besar lho. Total, game ini hanya menggunakan sekitar 400MB-an data saja! Bagi kamu yang tertarik untuk mencoba, game ini memang sudah tersedia di Android Market untuk semua gadget dan GPU (versi 1.0.3 dan versi 1.0.4). Namun, perlu kamu ingat bahwa untuk memainkannya dengan lancar dan mulus tanpa lag, minimal gadget kamu harus memiliki prosesor dengan clockspeed 1GHz dan RAM minimal 512 MB. Satu lagi, game ini juga sudah men-support Xperia Play.

Score : 8 out of 10 

Untuk men-download game ini, Silahkan kunjungi Android Market.


SHARE
Previous articleBerlari Bersama Motorola MOTOACTV… Untuk Menyusul Sony Ericsson LiveView!
Next articleChuck Menjadi Host VGA 2011 !
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.