Kita Patut Bangga… Inilah Final Fantasy Pertama, Ekslusif Untuk Laskar Android Indonesia!

Ayo, touch the screen untuk mulai main...

Memang versi iOS-nya sudah meluncur lama, sejak awal tahun lalu, tepatnya 25 Februari 2010, namun bagi pengguna Android, tidak ada kata terlambat… Inilah salah satu game legendaris, Final Fantasy yang lagi-lagi di-port untuk mobile. Versi Android-nya diimpor oleh Samsung Indonesia ekslusif untuk pasar lokal, dan dirilis 23 November 2011 lalu. Karena memang diperuntukkan untuk Indonesia, inilah yang membuat saya bangga, kamu memainkannya dalam bahasa Indonesia.

Beri nama dulu salah satu dari empat Warriors of Light… seperti biasa, saya pakai nama Ura… hehee!

Seperti yang sempat diberitakan melalui salah satu fan site Final Fantasy, ffcrystalesia.com, satu developer game dari Indonesia Altermyth, yang sebelumnya mengerjakan Final Fantasy I untuk “feature phone” berbasis Java, dan dipasarkan melalui kerjasama dengan Indosat, tengah disibukkan dengan proyek barunya membawa game tersebut untuk Android. Saat itu, 11 November 2011, melalui presentasi Altermyth di Epicentrum Walk, Jakarta di hadapan umum serta dua wakil Square Enix Jepang, Sachiko Takahashi (Senior Manager, Business Corporate Planning Division) dan Hayato Sawada (Project Investment Manager Division), bisa dilihat sekilas seperti apa progress Final Fantasy I versi Android tersebut. Saat itu Droid yang menjadi wadah untuk mendemokan Final Fantasy I adalah Samsung Galaxy Wonder I8150.

Poster ofisial Galaxy W...serta peluncuran Final Fantasy ekslusif untuk si Wonder Droid

Dan melalui salah satu post di halaman Facebook Samsung Mobile Indonesia, saya baru mengetahui jika game tersebut rupanya sudah dirilis per 23 November 2011 lalu, ekslusif untuk Samsung Apps wilayah Indonesia. Jadi jangan heran jika kamu tidak akan menemukannya di Samsung Apps negara lain. Untuk kepentingan promosi jelas, Samsung sendiri mengklaim Final Fantasy I versi Android tersebut dirilis ekslusif untuk Galaxy W, satu Droid terbaru Samsung yang sangat worthed dijadikan pilihan karena “value-for-money”-nya yang tinggi.

Memorable... dan grafisnya jauh lebih baik dari versi aslinya!

Dengan harga resmi Rp. 2,999,000, kamu mendapatkan Android Gingerbread, layar Super LCD berukuran 3,7 inchi dengan resolusi 480 x 800 pixel yang sangat sensitif dan cerah, cukup tahan goresan (walau tidak dilapisi Gorilla Glass), prosesor Snapdragon dengan kecepatan 1,4 Ghz (sebenarnya dari chipset yang sama dengan CSL Mi-410 yang pernah saya review sebelumnya, namun di sini versi “turbo”-nya), kamera 5 megapixel dengan kemampuan HD, RAM 512 MB, serta ROM sebesar 4 GB yang oleh Samsung dipartisi masing-masing menjadi 2 GB sebagai internal storage dan 2 GB lainnya sebagai USB storage. Detail spesifikasinya bisa kamu cek langsung melalui website Samsung Indonesia di link berikut ini.

Worthed dengan harga baru 2,8 jutaan... Namun jika kamu jeli, ada Optimus Black, yang masih Froyo saja, secara kinerja setara dengan Wonder. Desain Optimus Black pun OK, hanya saja sayang, Black harga baru masih 3,3 jutaan, dan internal storage-nya lebih kecil dari si Wonder ini. Selebihnya, secara personal saya lebih merekomendasikan Optimus Black dengan layar Nova 4 inchi-nya untuk kelegaan bermain game Android...
Dengan budget 2,9 juta, kamu dapat Wonder baru... namun Black second. Pertimbangan lain, aksesoris Wonder pasti lebih mudah dari Black, mengingat Samsung lebih gencar promosikan Droid-nya dibandingkan LG... Tapi gimana ya, masalah selera sih, layar Nova-nya Black itu aduhai kinclong, plus desainnya juga lebih cakep...
Dan ikon saat battle juga cukup besar untuk di kendalikan via jari jempol saya yang oversize...

Saya memang belum memegang lama si Wonder tersebut, namun sekilas modelnya cukup macho, bisa video call “out-of-the-box,” loudspeaker yang kencang, dan antar muka serta software seperti Galaxy S II. Di posisi Rp. 3 juta, Wonder merupakan pilihan terbaik daripada Galaxy Ace. Namun jika kamu mempertimbangkan model dan kamera, Xperia Neo tidak bisa dibantah – meskipun memory internalnya terlalu kecil, serta output speakernya tidak serenyah si Wonder.

Di App Store-nya Apple masih dijual dengan harga US $8.99 lho... dan Samsung serta Altermyth justru memberikannya gratis. Big hug deh, buat kalian berdua, dari penggemar Final Fantasy serta Android seperti saya... hehe!

Eh, kok jadi ngomong Galaxy W ya… kembali ke Final Fantasy I versi Android tersebut, yang oleh Samsung diklaim ekslusif Wonder, rupanya bisa juga kok dimainkan di Galaxy lainnya. Saya mencobanya di Galaxy S II, tinggal cari di Samsung Apps, download gamenya yang berukuran sekitar 48 MB, dan dimainkan dengan lancar. Memang belum mencobanya di Droid dengan spesifikasi di bawah Galaxy W, namun logikanya Droid dengan kelas prosesor seperti Galaxy Ace serta OS minimal Eclair, pasti bisa menjalankannya.

Masih ingat, bagaimana tanggapan karakter, ketika kamu berkaca pada permukaan air kolam yang ada di tengah kota itu?

Impresi awal memainkannya, memang terasa aneh juga sih dengan bahasanya, karena biasanya saya memainkan Final Fantasy dengan bahasa Inggris atau Jepang. Namun terjemahan Altermyth cukup presisi kok. Dan apa yang seharusnya tidak perlu diterjemahkan, seperti nama Job, masih tetap sama. Dan apa yang seharusnya masih perlu diterjemahkan, ternyata kok ya masih sama… hehe! Castle Cornelia rasanya lebih pas sebagai Istana Cornelia, hingga saat mau keluar, masih saja ada kata Exit Game atau Quit Game. Namun saya rasa itu bukan krusial, karena secara keseluruhan terjemahan Altermyth di sini pasti masih bisa diterima oleh para pemain Final Fantasy, atau mereka yang awam sekali pun.

Sejauh ini, Final Fantasy I versi Android ini hanya bisa didapatkan melalui Samsung Apps saja, dan bukan ekslusif Galaxy Wonder – saya bisa download dan main pakai Galaxy S II lancar-lancar saja tuh! Namun sejatinya sebagai game Android, pasti semua Droid bisa memainkannya. Semoga saja tidak lama lagi juga muncul di Market ya… Amen!

Mungkin jenis font bisa diubah ya... besar, kecil, besar... "alay detected nih! Hehee... Overall ukuran teks saat dialog pas banget, hanya sayang untuk menu terlalu kecil dan terlihat kabur...

Update nih, baru dapat video presentasinya ketika event 11 November 2011 lalu, credit to sakurazaki90.


SHARE
Previous articlePara Karakter di Wilayah Playstation Saling Bertarung di “Title Fight”
Next articleAXIS – Drift City Grand Competition, 18 Desember 2011
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.