Max Payne 3, Setelah Tertidur Delapan Tahun, Max Kembali Dengan Wajah Baru

Saya kira game bisa dibedakan menjadi dua, game yang berusaha mencapai kesuksesan dengan meniru hal yang memang sudah banyak digemari para gamer, dan game yang berusaha mencapai kesuksesan dengan menciptakan suatu hal baru. Game tipe pertama mungkin saja bisa mencapai kesuksesan dengan mudah, tapi ia akan selalu dibandingkan dengan game yang ia tiru. Sementara itu tipe kedua mungkin akan sedikit susah untuk mencapai kesuksesan, tapi ia akan selalu diingat sebagai pelopor di dunia game.

Max Payne, dengan fitur bullet timenya, adalah salah satu game yang termasuk dalam golongan kedua tersebut. Bayangkan saja, walaupun sudah ditunda-tunda selama lebih dari empat tahun, dan sudah dikembangkan selama sekitar delapan tahun, tapi masih banyak gamer yang berharap banyak akan game ini. Masalahnya sekarang, apakah selama delapan tahun ini Max Payne mampu berevolusi dan siap untuk terjun dalam era HD, ataukah akan menjadi Duke Nukem Forever yang kedua?

Jika melihat dari trailer dan screenshoot yang ada, sepertinya kamu tidak perlu mencemaskan hal ini, Max Payne 3 tidak akan menjadi Duke Nukem Forever yang kedua. Ciri khas dari seri Max Payne, seperti bullet time, panel komik yang digunakan untuk menarasi jalan cerita, dan juga plot yang penuh dengan intrik serta misteri, tetap bisa kamu temukan disini. Bedanya, sekarang semua ini dibumbui dengan teknologi masa kini.

Dengan menggunakan physic engine milik Euphoria, Natural Motion, tiap gerakan dari Max, akan terasa jauh lebih alami, dan gerakan yang dilakukan Max juga akan disesuaikan dengan berbagai kondisi. Sementara itu grafis engine Rage berjasa dalam menciptakan dunia Max Payne 3 yang layak disejajarkan dengan game-game papan atas lainnya. Kamu akan tetap menemukan semua hal yang menjadi ciri khas dari seri Max Payne, tapi semuanya akan menjadi lebih baik lagi.

Max Payne 3 rencananya akan mengambil seting delapan tahun setelah peristiwa yang terjadi di Max Payne 2. Max sekarang sudah tidak lagi bekerja di NYPD, ia makin tenggelam dalam depresi dan lebih parahnya lagi, menjadi tidak terpisahkan dengan sebotol Jack Daniels (merek minuman beralkohol), alias kecanduan minuman keras. Untungnya, teman lama Max dari akademi kepolisian, Raul Passos, menawarkan Max jalan keluar dari keterpurukannya ini. Raul ingin merekrut Max untuk menjadi bodyguard dari salah satu keluarga paling berkuasa dan kaya di Sau Paulo Brazil, Rodrigo Branco. Walaupun awalnya enggan, tapi Max akhirnya menerima tawaran ini untuk melarikan diri dari masalah yang menghantuinya di New York. Sayang ternyata masalah tetap saja mengejar Max kemanapun ia pergi, Istri dari Rodrigo diculik, dan Max difitnah terlibat dalam kejahatan tersebut. Sekali lagi Max harus membersihkan namanya dan berusaha meloloskan diri dari kejaran keluarga paling berkuasa di Brazil.

httpv://www.youtube.com/watch?v=J2UYToJyZaU


SHARE
Previous articleFresh From The Oven: Xbox Loop Rumor Tidbits
Next articleTidak Mau Kalah Dengan yang Lain, Serial Tales Kini Merambah Browser Game
Wadah Gamer dari beberapa generasi, yang mencoba mengekspos hobi video game dari banyak sisi. Dengan tidak melulu game, Duniaku bisa menunjukkan pada khalayak, bahwa Gamer dan video game, adalah hobi yang tidak terbatas.