Siapkan Pasukan “Pelangi”… Amerika Menghadapi Serangan Langsung

Developer: Ubisoft Montreal / Ubisoft Red Storm / Ubisoft Toronto
Publisher: Ubisoft
Engine: Anvil
Platform: PC X360 PS3
Release Date: TBA 2013
Genre: Shooter
Offisial Website: http://www.rainbow6.com/

Awal November 2011 lalu, Ubisoft pertama kali mengkonfirmasikan sekuel salah satu serial game shooter sukses, Tom Clancy’s Rainbow Six, yang sudah terjual 25 juta kopi hingga saat ini. Sekuel yang bertajuk Tom Clancy’s Rainbow 6: Patriots ini masih tetap diangkat dari franchise media ciptaan penulis Amerika Tom Clancy mengenai kisah unit anti-teroris fiksi bernama Rainbow. Dan kembali mengajakmu memburu dan menumpas aksi teroris baru yang menyebut diri sebagai “True Patriots,” melalui PC, X360 serta PS3.

Untuk proyek barunya ini, Ubisoft sekaligus menyerahkan pengembangan pada tiga studio mereka. Pengembangan utama di Ubisoft Montreal, dengan dukungan dari Ubisoft Toronto (yang saat ini tengah mengembangkan Tom Clancy’s Splinter Cell 6) dan Ubisoft Red Storm (yang menangani Tom Clancy’s Ghost Recon: Future Soldier). Melanjutkan setting modern, namun tidak terlalu futuristis dibandingkan Tom Clancy’s Ghost Recon: Future Soldier, Patriots mencoba menangkap pengalaman single-player yang lebih dalam, serta menawarkannya dari beberapa perspektif karakter. Dengan demikian menurut David Sears, creative director Ubisoft, semua elemen yang sudah dikenal dari serial sebelumnya, seperti team play, tactic, dan aspek realistisnya, dipadukan dengan narasi yang lebih baik. Dan penambahan tersebut diharapkan meningkatkan level humanity yang bakal membuat Patriots bukan sekadar menyuguhkan pengalaman shooter squad-based yang menegangkan saja.

Dalam Patriots, Team Rainbow menghadapi ancaman baru yang menyebut dirinya sebagai “True Patriots,” sekelompok revolusioner yang mengklaim bahwa pemerintah Amerika sudah rusak karena banyak disusupi politisi serakah, serta lebih menentingkan kepentingan golongan saja. True Patriots yang bercokol di New York City tersebut bakal melakukan apa saja untuk mengambil alih negara mereka. Bukanya mengambil jalan gerilya sebagaimana teroris yang sering kita dengar di berita-berita, mereka justru memilih “direct-offensive.” Namun ciri khas teroris tetap ada, merekruit banyak sukarelawan untuk melakukan bom bunuh diri. Mengendalikan Rainbow, kamu bakal dihadapkan pada banyak skenario kritis yang memaksamu untuk membuat keputusan genting agar bisa menghentikan lahirnya wabah teroris baru.

Dalam trailer pertama yang dikenalkan awal November lalu, berlanjut kemudian selama event event Spike Video Game Awards 10 Desember 2011 lalu, diperlihatkan bagaimana True Patriots menebar ancaman. Mereka mengambil alih gedung pencakar langit, melilitkan bahan peledak pada salah satu sandera, dan melemparkannya keluar jendela. Saat sandera nyaris menyentuh tanah, mereka meledakkannya. Dialog yang menghiasi trailer menyebutkan jika True Patriots menuduh sandera mereka sebagai bagian keserakahan pemerintah, dan mengklaim tindakan mereka diatasnamakan para korban kesenjangan ekonomi.

Selain single-player storyline yang makin dalam, Patriots juga masih meramu fitur multiplayer yang juga menjadi unggulan seri-seri sebelumnya. Banyak pengalaman co-op dan multi-player disiguhkan, dan jelas akan mengarahkanmu bekerja sama sebagai sebuah team serta menguasai fitur-fitur baru berhubungan dengan komunikasi dan eksekusi taktis antar anggota team, yang dikenalkan mulai Patriot ini.

Rainbow Six Patriots | Debut Trailer

Rainbow Six Patriots | Early Concept Footage | Targeted Gameplay Trailer


SHARE
Previous articlePeluncuran Perdana PS Vita di Penuhi Masalah Hacker dan Error
Next articleEvent Launching Red Cliff Online
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.