JXD S7100… Ingin Menjadi Kombinasi Sempurna Tablet PC dan Konsol Game

Wii U ini kontrolernya, atau kotak mungil di bawah TV itu ya... ? Jadi bingung!

Satu yang menyita perhatian dunia selama event game Electronic Entertainment Expo (E3) 2011, digelar 5-7 Juni 2011 lalu adalah Nintendo Wii U. Langkah baru Nintendo tersebut disambut meriah (pada saat itu) karena menawarkan pengalaman baru menggabungkan gameplay yang fokus pada gerakan, dengan interaksi layar sentuh yang sudah mengena di pasar casual melalui Nintendo DS. Plus, kontrolernya yang unik seakan mencoba mengatakan pada dunia, bahwa Nintendo mampu selangkah menyatukan batasan ruang dan intensitas yang selama ini menjadi satu kelemahan perangkat pengendalian bersensor gerak lainnya, PlayStation Move dan Microsoft Kinect. Singkatnya, Nintendo mencoba melahirkan cara / pengalaman bermain baru melalui Wii U…

Mereka berdua bekerja secara bersamaan... artinya, bukan perangkat game mobile? Atau, nantinya ada semacam software untuk menjalankan banyak emulator, dan menjadikan kontrolernya benar-benar masuk keluarga tablet?

Sebelumnya, kamu bisa me-refresh kembali ingatan mengenai Wii U, melalui artikel kami sebelumnya. Mulai April 2011 lalu, ketika pertama kali berhembus kode nama Project Café alias Nintendo Wii 2, kemudian ulasan spesial Zigma E3 2011 yang juga mengulas Wii U. Hingga beberapa update di artikel ini, sampai kabar bahwa Wii U tersebut bakal menjadi konsol termahal ketika dirilis. Walaupun belum terwujud, dan detail spesifikasi yang masih rancu, hingga membuat bosan khalayak yang menunggu, Wii U dan kontroler uniknya yang berwujud mirip tablet, tetap menarik untuk ditunggu.  Jelas Nintendo memanfaatkan tren perkembangan mobile game, melalui smartphone dan tablet yang terus menukik karena pangsa pasar yang begitu besar.

Sangat disayangkan, layarnya resistive... butuh sedikit usaha ketika berinteraksi, karena layar resistive kurang bersahabat dengan jari.

Sebenarnya saya juga bingung menyebut Wii U ini konsol atau handheld, karena Nintendo sendiri dalam presentasi mereka, terfokus pada kontroler berbentuk mirip tablet. Persegi panjang, dengan layar sentuh resistive (artinya, tidak terlalu sensitif, namun merespon tekanan jari dan juga benda tumpul) dengan ukuran 6.2 inch (diagonal 15.7 cm) serta resolusi 854×480 pixel, alias FWVGA (Full Wide VGA) dengan aspect ration 16:9. Kontroler tersebut juga menerapkan sensor gerak accelerometer dan sensor kemuringan gyroscope yang mendeteksi 3 sumbu, dilengkapi speaker dan Microphone (yang artinya, seperti DS kamu bisa melakukan perintah suara dan mendengar output suara permainan langsung melalui kotroler tersebut), juga ada kamera depan, sensor infra merah, pengendalian maksimal dengan kombinasi dua Circle Pad dan satu D-Pad seperti 3DS (jika dilengkapi aksesoris analog kedua), layarnya merespon stylush seperti keluarga DS (bukan capacitive layaknya smartphone dan tablet masa kini), ada tombol Select-Start-Home-Power, dan tombol utama A/B/X/Y dilengkapi bumper L/R dan trigger ZL/ZR, plus untuk koneksi dengan mesin utamanya, melalui jalur koneksi Bluetooth seperti Wii dengan Wii-mote. Prinsipnya, kontroler Wii U ini sama seperti Wii lama, dan bahkan kamu masih bisa menggunakan kontroler lama seperti Wii Remote, Wii Nunchuck, Wii Classic Controller, dan  Wii Balance Board ketika memainkan Wii U!

Detail lainnya mengenai Wii U akan kami beberkan setelah Nintendo yang berjanji memberikan update-nya selama  Consumer Electronics Show yang digelar 10-13 Januari 2012 dan E3 2012 mendatang. Dan sementara ini, kembali pada kebingungan saya, Wii U ini nantinya bakal menjadi konsol yang dikemas ala tablet, atau justru ingin membidik dua pasar (konsol casual dan pengguna game mobile) sekaligus? Sepertinya ambius ya, walaupun sampai detik ini Nintendo sudah memastikan jika kontroler tablet tersebut tidak bisa digunakan sendirian, harus ditandemkan dengan media utamanya yang sekilas berbentuk mirip Microsoft X360.

=============================================================================================

Dan inilah Wii U.... ups, salah, JXD S7100... tiruan sempurna kontroler Wii U, yang bisa langsung melabeli dirimu sebagai "mobile gamers!"

Dan cukup sampai baris ini saja pengenalan mengenai Wii U… karena sebenarnya dari awal saya mau mengulas tiruannya ini… hehe!! Walaupun tidak sepenuhnya mirip (coba seandainya penempatan analog-nya ditukar posisinya), namun inilah JXD S7100, yang menggabungkan tablet Android dengan layar 7 inchi, serta berbagai fitur yang mempermudahmu merasakan pengalaman bermain game dalam satu paket hemat seharga $139.99 saja!!

Pertama yang menjadi pertanyaan, siapa itu JXD? Penelusuran saya bertanya dengan mbah Google, mereka adalah JinXing Digital CO.Ltd, perusahaan dari China produsen spesialis MP3, MP4, MP5, ponsel (termasuk banyak yang model BlackBerry dan ponsel TV) dll yang berpusat di Shenzhen. Produk mereka lainnya adalah tiruannya PSP (bisa kamu baca dari artikel ini, mengenai banyak produk konsol/handheld tiruan), yang meskipun desainnya memang 100% mirip PSP, isinya sekadar emulator dan terbukti banyak diburu penggemar game klasik. Seingat saya, pernah melihatnya di salah satu pusat elektronik di Jalan Tunjungan, Surabaya, dan dijual sekitar Rp. 500,000 saja! Fasilitasnya, ada ratusan game Sega, Super NES dan banyak konsol retro! Walaupun murah, namun di dalamnya ada prosesor 533 MHz.

Sedangkan untuk JXD S7100 ini, benar-benar sesuatu banget. Tablet game berlayar 7 inchi ini datang dengan resolusi 800 x 480 pixel, prosesor kencang dari keluarga chipset Exynos-nya Samsung Galaxy S II (duh, chipset kebanggaan Galaxy S II itu tidak ekslusif lagi nih) dengan dua core Cortex A9, serta dilengkapi GPU Mali-400. Spesifikasi lainnya yang dibeberkan melalui website ofisialnya, adalah RAM 512MB, 16GB internal storage, Wi-Fi dan HDMI output. Sementara ini JXD S7100 menjalankan Android 2.2 Froyo, serta diklaim memiliki kekuatan baterai 4 jam untuk browsing web dan 10 jam mendengarkan musik. Sedangkan kameranya, kamu dapati 2MP di bagian belakang, dan 0.3MP alias VGA di bagian depan!

Ada banyak tombol kendali di tubuhnya. Namun sayang, tombol tersebut hanya berfungsi jika kamu memainkan ROM game retro melalui emulator. Sedangkan untuk game yang di-install melalui Android Market (atau game Android lainnya), kamu tetap membutuhkan touchscreen. Tapi hei, ini Android… saya yakin pasti ada yang sanggup mengutak-atik kernel-nya dan membuka peluang tombol-tombol tersebut bisa dimanfaatkan. Jika kamu amati pada antar mukanya, jelas terlihat ikon tablet game ini mencomot langsung ikon dari iOS. Tidak hanya itu, mereka bahkan memberi nama Game Center seerti pada iOS untuk menjelaskan bahwa itu adalah folder khusus untuk menemukan game. Masih ada lagi. Membuka website ofisial JXD, kemudian coba buka website ofisial Apple, terlihat jelas kesamaannya. Walaupun yang aneh, JXD mencoba berkelit dengan memilih slogan “We are different…!”

Dengan harga hanya $139.99, serta kemampuan chipset Exynos, saya penasaran dengan tablet game satu ini. Seandainya saja ada detail apa bahan layarnya, dan berapa ampere baterai-nya, agar kita bisa menilai kelayakan harga yang dipatok JXD untuk perangkat mereka ini. Tidak ada GPS juga, atau sensor-sensor standar Android. Dan seandainya ada modul 3G-nya, atau setidaknya sanggup disandingkan dengan modem USB, pasti bakal menjadi pilihan menarik. Namun sepertinya kita di Indonesia hanya bisa menunggu, tiba-tiba saja muncul dijual di pusat-pusat komputer dan elektronik lokal. Ada distributor yang berminat?

Sementara bisa kamu lihat interface dan bagaimana ketika JXD S7100 ini menjalankan game, baik game Android atau emulator, melalui video berikut:


SHARE
Previous articleTrailer Pertama Sistem Battle Suikoden: The Woven Web of a Century
Next articleHighlight Review Surabaya Choco Days
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.