BlackBerry PlayBook… Tablet Pilihan Paling Worthed Dengan Budget 2 Jutaan?

Bukan kali ini saja terjadi, namun sepertinya RIM, produsen BlackBerry, sudah putus asa dengan tingkat penjualan perangkat mereka yang merosot. Terutama PlayBook, tablet yang digadang-gadang menjadi salah satu sumber uang RIM, ternyata tidak sukses sesuai ekspetasi. Sampai RIM pun mengambil langkah sigap, berniat mendukung Android (dan juga Java) untuk PlayBook, hingga akhir September 2011 lalu sudah banyak terlihat bukti nyatanya. Tidak berhenti sampai di situ, tak kurang sebulan kemudian muncul rumor yang menyebutkan jika layanan BlackBerry Messenger bakal dibuka untuk semua platform. Makin terasa jika RIM dalam kondisi kewalahan. Yang mengejutkan lagi, harga PlayBook dan beberapa tipe smartphone BlackBerry pun didiskon gila-gilaan…

Seperti inilah keadaan selama peluncuran Onyx 3 (foto dari entertainmentandgetextramone.blogspot.com)

Mungkin kamu masih ingat, “tragedi” peluncuran (pertama di dunia) Blackberry 9790 Bellagio di Pacifik Palace, 25 November 2011 lalu. Akibat tergiur dengan diskon 50% (dari Rp. 4.699.900 menjadi Rp. 2.295.000), Bellagio alias Onyx 3 tersebut, beberapa korban berjatuhan – pingsan dan patah tulang. Tipikal masyarakat Indonesia yang konsumtif, disodori barang dengan diskon “gila” yang menggiurkan, sudah pasti penjualannya akan melebihi target pihak penyelenggara. Sayang, koordinasi dan pengaturan yang kurang, berakibat fatal dan jatuh korban.

Seperti inilah Bellagio, Onyx 3 atau BlackBerry 9790 yang menjadi rebutan...

Saya benar heran, melihat antriannya yang begitu panjang dan masuk angka ribuan. Dan memang, itu hanya terjadi di Indonesia. Karena pada kenyataannya, seperti yang diberitakan Febrizio sebelumnya di sini, omset penjualan BlackBerry di mana-mana menurun. Di luar sana, PlayBook yang awalnya diplot sebagai senjata andalan RIM, didiskon besar-besaran, bahkan digratiskan. Dan bisa jadi mendiskon Bellagio atau Onyx 3 menjadi separuh harga, adalah strategi RIM mempertahankan eksistensi di pasar yang oleh mereka masih dianggap besar ini, yaitu Indonesia.

Sayangnya, strategi pangkas harga tersebut tidak sejalan dengan tablet mereka PlayBook, yang pasca disunat harganya di negara asalnya, menjadi hanya US $199 (turun dari $499) untuk versi 16GB lalu US $249 (turun dari $599) untuk varian 32GB, dan US $399 (turun dari $699) untuk yang kapasitasnya terbesar 64GB, penjualan PlayBook (menurut data laporan RIM), tidak meningkat signifikan. Entah termasuk fanboy BlackBerry atau tidak, saya sendiri yang memang lebih condong ke iOS dan Android menilai harga tersebut sangat murah dengan spesifikasi yang kamu dapatkan. Bagi mereka yang hanya membutuhkan tablet sekadar untuk web browsing (browser PlayBook diklaim terkencang lho, diantara semua browser mobile!)  dan memutar video, PlayBook bisa disejajarkan dengan Kindle Fire-nya Amazon. Lain kasus seandainya PlayBook dilabeli logo Apple di depannya… tidak perlu dipangkas pun harganya, pasti tetap laku… hehe!

Dan potongan harga itu pun juga kamu temui di Indonesia. Salah satu ritel ponsel besar di Indonesia, yaitu OkeShop, juga memberikan diskon besar untuk PlayBook. Harga terbaru PlayBook yang telah didiskon sebagai berikut ini:

Segera miliki penawaran harga spesial BlackBerry Playbook 16GB hanya Rp 3.219.000 dari harga normal Rp 4.999.000 di OkeShop. Penawaran harga spesial ini hanya bisa Anda dapatkan sampai dengan 31 Desember 2011 di seluruh gerai OkeShop.

  • BlackBerry PlayBook 16GB hanya seharga Rp 3.219.000
  • BlackBerry PlayBook 32GB hanya seharga Rp 4.219.000
  • BlackBerry PlayBook 64GB hanya seharga Rp 5.219.000

Well, memang harga tersebut masih di atas harga diskon di luar negeri, yang bisa kamu cek memalui website resmi BlackBerry. Namun tetap lebih murah dari harga standar PlayBook yang disarankan di Indonesia, dan bisa di cek melalui websitenya di sini. Selain itu, harga OkeShop tersebut juga sempat terkoreksi kembali, seperti salah satu kenalan saya, Herry S.W., mendapatkan PlayBook 16 GB dengan harga hanya Rp. 2.499.000 juga di OkeShop pertengahan bulan lalu – jadi belum habis masa promo Rp. 3.219.000 untuk 16GB, harganya diturunkan kembali! Versi lainnya, yang 32GB menjadi 3,5 juta dan 64GB menjadi Rp 4 juta.

Di luar negeri, PlayBook dijual lebih murah, tak lebih dari 2 jutaan untuk versi 16GB, atau setara dengan Kindle Fire!

Murah? Ya dan tidak. Harga itu tidak murah seandainya PlayBook masih saja menggunakan Tablet OS dan hanya bisa ditandemkan dengan smartphone BlackBerry terbaru untuk memaksimalkan penggunaannya. Namun tergolong murah, seandainya benar RIM jadi merilis software alias ROM Android khusus untuk PlayBook, sehingga nantinya si PlayBook tersebut bisa menjalankan Android – yang sementara ini diklaim masih Gingerbread. Dan itu bukan sekadar software Android saja melalui Android Player – yang saat ini bisa kamu dapatkan langsung melalui BlackBerry Tablet OS 2.0 Beta (disebut juga BlackBerry PlayBook OS), melainkan sepenuhnya OS Android untuk PlayBook – yang rencananya dirilis Februari 2012.

Inilah harapan PlayBook... Android Player!

Menurut beberapa laporan dan berita yang saya baca, walaupun didiskon “gila-gilaan,” penjualannya tidak meningkat signifikan di Indonesia.  Coba saja PlayBook itu out-of-the box langsung menjalankan Android ya, tidak harus ribet perlu install OS versi 2.0 yang sebenarnya juga masih Beta, untuk bisa menjalankan software Android – untuk meng-install Android Market pun, kamu harus melakukan proses ROOT-ing yang agak ribet. Namun seperti yang saya sebutkan sebelumnya, jika kamu mencari tablet yang sangat murah (namun tidak murahan) dengan spesifikasi setara dengan Samsung Galaxy Tab 7.0 Plus, atau bahkan setara juga dengan Apple iPad 2, PlayBook adalah sebuah pilihan terbaik. Apalagi saat nantinya RIM datang dengan dukungan resmi OS Android untuk PlayBook.

Beberapa poin spesifikasi PlayBook yang membuatnya worthed untuk dibeli dengan harga termurah saat ini:
–  Prosesor Cortex-A9 dual-core, dari chipset Texas Instruments OMAP 4430, masing-masing core bekerja di clock speed 1GHz. Saya rasa cukup lah. Lha wong Galaxy S II saya underclock ke 800 MHz saja masih sanggup “lari” dengan kencangnya!
– RAM mencapai 1 GB, menjamin kinerja yang lancar dan tidak nge-lag. Selain itu, kinerja multi-tasking Tablet OS juga paling smooth dibandingkan OS mobile lainnya.
– Olah grafis 3D diserahkan pada GPU PowerVR SGX540, seperti yang digunakan pada iPad. Dan walaupun memang masih sedikit di bawah iPad 2 kemampuannya. Jadi jangan heran, banyak game 3D berat dari iOS dan Android bisa dilahap dengan mudah.
– Layar capacitive dengan 4 titik sentuhan, berukuran 7 inchi, dengan resolusi WSVGA 1024×600 pixel, serta aspect ratio 16:9 yang nyaman untuk menonton video. Sayang tidak dilapisi bahan tahan goresan/benturan, dan kerapatan pixel-nya hanya 170 setiap inchi-nya. Masih tetap lebih detail dan rapat, mengingat PlayBook hanya 7 inchi dan resolusinya tergolong tinggi.
– Kamera 5 MP-nya mampu menghasilkan video berkualitas HD 1080p, sedangkan kamera depannya 3 MP.
– Sensor yang lengkap, ada GPS, accelerometer, gyroscope, dan magnetometer.
– Konektifitas juga tak kurang. Mulai Wi-Fi, Bluetooth, micro USB dan micro HDMI.
– Baterai dengan kapasitas 5300mAh.

Dan untuk mengetahui sekilas mengenai Android Player pada PlayBook, bisa kamu lihat melalui video berikut ini:


SHARE
Previous articleGenso Suikoden: Tsumugareshi Hyakunen no Toki, Pelajari Skill dari Para Pendahulu
Next articleHD Remake… Is HD Remake The Next Big Thing?
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.