Galaxy Ace Plus, Kartu As Samsung di Pasar Android Kelas Menengah

Plus yang terbaru, hadir melalui Galaxy Ace...

Samsung GT-i9000 Galaxy S yang dirilis Juni 2010, menjadi Droid terpopuler Samsung pada masanya. Dan itu memicu vendor ponsel Korea tersebut merilis beberapa varian lain. Seperti pada Februari 2011, mereka merilis Samsung GT-i9003 Galaxy SL, dengan downgrade pada bahan layar menjadi Super Clear LCD, serta kapasitas baterai menjadi 1650 mAh – sayangnya, karena SC-LCD memang lebih boros dari Super AMOLED, upgrade baterai tidak memberi dampak nyata. Berlanjut pada Juli 2011, Samsung merilis varian lainnya, Samsung GT-i9001 Galaxy S Plus, atau juga disebut sebagai Galaxy S 2011 Edition. Sayangnya, Galaxy S Plus ini pun tidak terlalu kentara memberi tambahan. Perbedaan dibandingkan Galaxy S hanya pada chipset yang menggunakan Qualcomm Snapdragon MSM8255T dengan satu core prosesor berkecepatan 1400 MHz, serta baterai menjadi 1650 mAh. Namun karena layarnya masih berbahan Super AMOLED, Galaxy S Plus menjadi opsi yang lebih worthed dibandingkan Galaxy SL – dan sayangnya, Galaxy S Plus tidak masuk Indonesia.

Lapisan krom di sekeliling body-nya membuat terlihat tidak murahan...

Selain pada Galaxy S, Samsung menggunakan sebutan sama, yaitu penggunaan kata “plus” untuk upgrade minor tablet pertama dan terpopuler mereka, Samsung GT-P1000N Galaxy Tab 7.0. Disebut Samsung GT-P6200 Galaxy Tab 7.0 Plus, serta dirilis mulai Oktober 2011 lalu, dengan perbaikan di sektor bahan layar yang kini menggunakan PLS-LCD (satu tipe seperti layar IPS yang digunakan pada iPad), chipset Exynos seperti pada Galaxy S II yang memadukan prosesor dual core Cortex-A9 berkecepatan 1.2 GHz serta GPU Mali-400MP, kemudian juga didukung RAM 1 GB yang lebih lega. Sayang publik menganggap upgrade tersebut masih kurang, dan mereka memilih menunggu “plus” yang sebenarnya, melalui Samsung GT-P6800 Galaxy Tab 7.7. Berapa kali kata “plus” saya sebutkan, dan dua keluarga Droid papan atas Samsung. Namun bukan mereka yang menjadi fokus, melainkan “plus” lainnya yang kini datang melalui Samsung Galaxy Ace Plus.

Dari depan sekilas sama seperti Ace sebelumnya... Ada dua tombol capacitive di kiri-kanan tombol Home.

Di kelas middle atau menengah, tidak terbantahkan jika Samsung SCH-i579 Galaxy Ace menjadi Droid terlaris Samsung. Banyak yang menyukai desainnya yang bercita-rasa “apel.” Dan untuk menambah pundi-pundinya, Samsung paham bagaimana menciptakan produk yang pasti laku, tanpa perlu memikirkan banyak gimmick marketing tambahan, karena nama yang sudah dikenal. Kata “plus” di sini jelas memberi arti lebih di sektor hardware. Samsung GT-i7500 Galaxy Ace Plus hadir dengan prosesor yang lebih cepat, setidaknya 1GHz (vs 800 MHz pada Galaxy Ace sebelumnya), dengan ROM 3GB (yang jelas bakal di-partisi untuk internal storage juga, bandingkan dengan 512 MB pada Ace), serta RAM diklaim juga menjadi 512MB (dibandingkan 384 MB pada Ace). Prosesornya yang 1GHz tersebut pasti dari keluarga ARMv7, yang artinya secara native Ace Plus bisa menjalankan content berbasis Adobe Flash.

Bagian belakang terlihat glossy, makin mudah meninggalkan jejak jemari...

Kemudian Ace Plus juga disebut-sebut memiliki ukuran layar yang sedikit lebih lega, kini secara diagonal menjadi 3.65 inchi (bandingkan dengan 3.5 inchi pada Ace) – walaupun sayangnya dengan resolusi yang masih sama, si jadul HVGA alias 480×320 pixel . Bagian luarnya juga dibuat lebih stylish, dengan lapisan glossy, bukanya plastik (dan bagian belakang bertekstur) seperti pada Ace sebelumnya – dan perubahan ini justru membuatnya tampak seperti Samsung GT-S5360 Galaxy Y.

Sisa spesifikasi Samsung Galaxy Ace Plus ini sama seperti Ace. Kamu juga mendapati selongsong kameranya diberi label 5 megapixel, dengan fitur autofocus serta LED flash, bisa bekerja di jaringan GSM dual-band 3G dengan kecepatan koneksi HSDPA hingga 7.2 Mbps, juga dilengkapi Wi-Fi, GPS, port audio 3.5mm, microUSB dan slot microSD. Oh ya, jika di Ace pertama Bluetooth-nya masih Bluetooth 2.1, maka di sini kamu langsung mendapat Bluetooth versi 3.0 dengan kecepatan transfer hingga 24 Mbit/s.

Galaxy Ace pertama memikat karena desainnya... Dan sudah banyak bertebaran custom ROM basis Android 4.0 Ice Cream Sandwich untuk Droid dengan populasi besar ini.

Sepertinya untuk kelas middle, Ace Plus ini bakal kembali menjadi magnet. Tinggal bagaimana nanti kebijakan harganya, semoga setara dengan Ace sebelumnya. Dan semoga jika dirilis nanti, tidak mengganggu posisi Samsung GT-i8150 Galaxy W. Sayangnya, belum ada kepastian kapan bakal dirilisnya.

Dan berikut ini detail spesifikasinya... Klik gambar dua kali untuk bisa membacanya lebih jelas!

SHARE
Previous articleWawancara Eksklusif dengan Toge Productions, Developer Necronator 2!
Next articleNeed For Speed; The Run, Sayang Lebih Buruk Dari Seri Sebelumnya
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.