Sedahsyat God of War, Sebesar Skyrim

Ok, Skyrim mungkin memang adalah salah satu RPG “terbesar” pada tahun 2011, tapi jika ada suatu hal yang mungkin kurang dari game tersebut adalah sistem pertarungannya. Bukannya sistem pertarungan di Skyrim jelek, tapi terus terang saja sistem pertarungannya juga tidak terlalu bagus, terlalu bergantung pada status dibandingkan skill, dan sedikit membosankan. Apakah kamu tidak pernah berharap kalau pertarungan di Skyrim bisa sekeren pertarungan di Batman Arkham City, atau God of Wars? Kingdom of Amalur Reckoning mencoba untuk mengabulkan harapan tersebut. Tidak main-main, Kingdom of Amalur dikerjakan oleh banyak nama jempolan, desainer untuk game ini adalah Ken Rolston (desainer utama untuk Oblivion dan Morrowind), dunia dan 10.000 tahun sejarah sebelum dan sesudah peristiwa dalam gamenya diciptakan oleh penulis novel fantasy jempolan, RA Salvatore, dan Todd McFarlane (pencipta Spawn) didaulat sebagai artis yang bertugas untuk menghidupkan dunia tersebut melalui gambar. Dengan begitu banyaknya nama besar, Kingdom of Amalur sepertinya memiliki potensi yang sangat besar.

Seperti yang sudah saya katakan di atas, pertempuran di Kingdom of Amalur akan berjalan layaknya dalam sebuah game hardstylish ala God of Wars atau DMC. Kamu bisa melakukan berbagai macam kombo (dilakukan dengan memberi jeda pada pukulan, mirip dengan sistem kombo DMC 1), melakukan dodge, bahkan kamu bisa mengganti-ganti senjata di tengah serangan untuk menciptakan kombo kombo serangan baru. Tentunya kamu juga bisa menggunakan berbagai macam skill dalam pertarungan. Selain itu, jika sudah memenuhi syarat tertentu, kamu bisa mengaktifkan Reckoning Mode, dimana waktu akan melambat dan kamu bisa menghajar semua musuh yang ada dengan bebas. Reckoning Mode akan selalu diakhiri dengan semacam QTE, yang jika dilakukan dengan benar tidak hanya akan menghabisi musuh dengan cut scene khusus yang keren, tapi juga akan memberimu lebih banyak exp (sampai 100%).

Dengan pertarungan yang sangat action oriented, mungkin banyak yang bertanya, lantas apanya yang RPG dari game ini? Jangan cemas, Kingdom of Amalur juga tidak melupakan berbagai unsur game RPG lainnya. Salah satu yang paling diunggulkan dari Kingdom of Amalur adalah fitur pengembangan karakter yang mereka namakan Destiny System. Destiny System pada dasarnya adalah gabungan dari sistem class bebas dan fix. Intinya kamu bebas mempelajari berbagai macam skill dari class manapun juga (seperti di Skyrim), tapi tergantung dari skill yang kamu pelajari maka kamu akan digolongkan ke salah satu dari puluhan Destiny (semacam istilah untuk job di Kingdom of Amalur) yang ada. Tentunya tiap Destiny akan memiliki keistimewaan mereka sendiri, mulai dari skill pasif, maupun skill aktif. Untuk Class-nya sendiri, Kingdom of Amalur memiliki 3 macam yaitu Might, Finesse, dan Sorcery. Tiap Class memiliki skill tree yang bisa kamu kuasai. Dan seperti yang saya katakan di atas, tergantung dari skill mana yang kamu pelajari, maka kamu akan mendapatkan Destiny tertentu. Misalnya, jika kamu menguasai skill dari class Finesse dan Sorcery maka kamu akan mendapatkan Destiny Warlock, jika kamu menguasai 3 class sekaligus maka kamu akan mendapatkan Destiny Jack of All Trades, dll. Jadi selain ada banyak kemungkinan untuk membuat suatu karakter, tidak ada istilah salah built di Kingdom of Amalur. Apapun skill yang kamu pilih, akan selalu ada Dexstiny tertentu yang mendukung pilihan mu tersebut. Belum lagi, nantinya kamu juga bisa mereset skill point mu dan mencoba membuat kembali karakter dari awal, suatu hal yang walaupun saya kira sangat penting dalam sebuah RPG, tapi jarang ada di game RPG lainnya.

Seperti yang bisa kamu lihat, tergantung dari skill yang kamu pelajari maka kamu akan mendapatkan Destiny tertentu. Di gambar di atas ini, pemain sedang mengequip Destiny Scout

Ok, Battle System sudah ok, Character Development sudah ok, lalu bagaimana dengan Storyline-nya? Jangan cemas untuk yang satu ini, karena jalan cerita dan dunia dari Kingdom of Amalur diciptakan oleh penulis novel fantasi kawakan RA Salvatore. Bukan hanya itu, tadinya Kingdom of Amalur ini dibuat sebagai sebuah MMORPG, jadi bisa dipastikan dunia yang ada didalamnya akan sangat luas, dan penuh dengan berbagai hal menarik untuk dijelajahi. Saking luasnya dunia Amalur, pihak developer mengatakan bahwa jika kamu ingin mengelilingi dunia dengan berjalan kaki, maka kamu akan menghabiskan waktu sekitar 5 jam, itu belum termasuk menjelajahi dungeon dan instance yang ada.

Jalan cerita dari Kingdom of Amalur juga tidak kalah menariknya. Kamu akan berperan sebagai satu-satunya orang yang hidup kembali dari kematian (entah karena apa) dan terbebas dari ikatan takdir. Karena kamu tidak lagi terpengaruh oleh takdir, maka kamu bisa mengubah takdirmu sendiri, dan kamu juga bisa mempengaruhi takdir dari orang-orang disekitarmu. Nantinya akan ada enam faction yang bisa kamu masuki, dan “takdir” dari faction ini akan berubah sesuai dengan berbagai macam keputusan yang kamu ambil. Memang sih quest yang non linear bukanlah barang baru lagi, tapi yang baru dari Kingdom of Amalur adalah bagaimana ke non linearan itu bisa terjadi. Jika di game lain kamu diberi pilihan untuk menyelesaikan suatu quest dengan memilih option dialog A atau B, maka terkadang di Kingdom of Amalur, walau tidak ada pilihan dialog tersebut, kamu masih bia mendapat hasil yang berbeda tergantung bagaimanaca caramu menyelesaikan quest. Contoh yang paling mudah adalah: misalnya kamu mendapat quest untuk membunuh seseorang. Jika kamu bisa melakukannya tanpa ada orang lain yang mengetahuinya, maka kamu tidak hanya akan menyelesaikan quest, tapi kamu juga tidak akan mendapatkan reputasi negatif dari membunuh orang tersebut.

Kingdom of Amalur boleh jadi memang meminjam konsep dari berbagai game, tapi jika dilihat lebih lanjut, mereka mampu menggabungkan, dan menyempurnakan konsep-konsep tersebut lebih jauh lagi. Jika hasil akhirnya sesuai dengan harapan, maka bisa jadi Kingdom of Amalur akan menjadi salah satu RPG terbesar tahun ini, buktikan saja sendiri tanggal 7 Februari 2012 (rilis untuk PC, PS3, dan Xbox 360).


SHARE
Previous articleWii U Bukanlah Hanya Sebuah Konsol Game?
Next articleSpec Ops: The Line… Bersama Delta Force “Membersihkan” Dubai
Seseorang yang awalnya ingin menjadi seorang teknokrat namun justru berkecimpung di dunia game. Penggemar Jessica Alba dan Alexis Bledel yang memiliki spesialisasi di antaranya dalam bidang Anime, Game, RPG, Game Design, Manga, Movie dan Trading Card Game. Saat ini mendapat posisi sebagai Managing Editor ZIGMA dan OMEGA serta Lead QA I Play All Day Studio.