Kaleidoskop XBOX 360 Fanboys Indonesia 2011: Skyrim, The Award & 530 Spartans

Games

Waktu berjalan begitu cepat, terlalu singkat bagi kami yang tahun lalu seperti dibombardir oleh game-game berkelas mulai dari Crysis 2, LA Noire hingga Skyrim. Sepanjang tahun sampai sekarang wallpost kami selalu dipenuhi oleh berbagai pertanyaan dan kekaguman para anggota kami terhadap game-game seperti Crysis 2, Skyrim, LA Noire, FIFA 12 dan banyak lagi yang memang sangat banyak menyita perhatian dan waktu kami. Tidak ada hari bagi para anggota untuk tidak membuka grup XFI dan mencari tahu apa yang sedang happening di industri game. Kami sebagai barometer game Xbox 360 di Indonesia selalu membahas game yang memang sedang up-to-date dan menjadi hype di luar sana, bisa dibilang kamilah jendela untuk mengetahui apakah game yang sedang heboh benar-benar laku di Indonesia atau tidak. Disini saya akan mereview beberapa game yang paling menjadi fenomena di XFI sepanjang tahun 2011.

 1.      Dead Space 2

 


Di awal tahun 2011 gamer langsung dikagetkan dengan kembalinya para Necromorph di Dead Space 2, bukan hanya jalan cerita yang lebih kelam tapi juga lebih melelahkan dan mengagetkan, walau agak sedikit menyedihkan juga. Game ini masih menggunakan formula lama yaitu third person shooter dan survival horror yang mengambil setting di luar angkasa, bukan hanya bersetting luar angkasa saja tapi juga kita diajak masuk ke dalam kehidupan di luar angkasa seperti penggunaan oksigen, rendahnya gravitasi dan tentu saja pertemuan dengan alien. Sequel dari Dead Space ini menceritakan kelanjutan kisah Isaac Clarke yang kini berada di stasiun ruang angkasa dan berjuang untuk menghancurkan artifak yang membawa mimpi buruk bagi para awak di stasiun tersebut. Game kreasi Visceral games ini telah membawa game horror ke level yang lebih tinggi dan game ini telah membuktikan bahwa kesuksesan game horror tidak ditentukan oleh zombie.

2.      LA Noire

 

Pada saat game ini dirilis saya tidak langsung beli karena menurut saya game ini paling sama saja dengan game sandbox lain apalagi publishernya adalah Rockstar, dibayangan saya hanya game GTA bersetting tahun 40an. Tapi setelah melihat cukup banyak post yang membicarakan game ini saya pun memutuskan untuk mencobanya dan wow memang game ini lain dari yang lain, selain gameplaynya yang sangat serius yaitu menjadi detektif tapi juga kualitas grafis yang sepadan dengan jumlah kepingan disc pada game ini. Baru kali ini saya melihat animasi wajah yang sangat natural dan tinggi terutama pada saat sesi interograsi dan mencari kesaksian, amazing, benar-benar membuat grafis wajah Alex Shepard terlihat sangat kaku. LA Noire mengisahkan tentang seorang tentara veteran PDII yang kini menjabat sebagai seorang detektif di LA, gameplay akan berjalan seputar pencarian saksi, bukti dan introgasi plus tidak lupa dibumbui oleh action juga. Cerita dalam game ini juga sebagian dikaitkan dengan kisah nyata seperti pelaku kasus Black Dahlia Murderer. Sayang di akhir tahun 2011 developer game ini bangkrut, padahal sequelnya sangat kita nanti.

3.      Crysis 2

 

 

“Can it run Crysis?” itulah achievement yang saya dapatkan ketika pertama kali memainkan Crysis 2, ya kehebatan Cry Engine yang tersohor namun tidak kompatibel dengan console akhirnya terjawab sudah dengan hadirnya Crysis 2 di Xbox 360 yang berbalut Cry Engine 3. Daya tarik game ini bukan hanya pada grafis tapi juga gameplay yang menurut saya tidak murahan dan sangat berkualitas, jujur saya lebih memilih ini daripada Battlefield 3 dari segala aspek. Crysis 2 menceritakan perjuangan Alcatraz yang diwarisi Nanosuit dari Prophet untuk meneruskan perjuangannya melawan para alien dan pasukan pemberontak, cerita yang tidak cukup hebat memang tapi semua itu bisa dimaklumi karena kita lebih menikmati grafis dan gameplay saat memainkan game ini bukan?

4.      Dead Island

 

 

Awalnya banyak gamer pesimis dan membanding-bandingkan game ini dengan seri Left 4 Dead, termasuk saya. Tapi setelah mencoba sendiri ternyata memang game ini berbeda dengan seri Left 4 Dead dan beberapa game bergenre horror sejenis. Dead Island telah berhasil membuktikan bahwa menebas zombie jauh lebih menyenangkan dan adiktif daripada menembaki mereka karena sejak awal game kita hanya berbekal senjata melee mulai dari dayung, palu, pisau dapur dan berbagai perkakas dapur lainnya, baru di pertengahan game kita bisa mengakses pistol. Game ini cukup sulit karena level zombie akan meningkat seiring meningkatnya level kita, kalau kita tidak pintar memanfaatkan inventory kita maka habislah kita dikeroyok zombie. Dead Island sendiri menceritakan perjuangan 4 orang yang selamat dari wabah yang tiba-tiba merubah sebuah pulau yang indah menjadi neraka dan berusaha untuk melarikan diri. Jangan pikir game ini akan menjadi game yang singkat karena ini adalah game horror terpanjang menurut versi XFI karena selain ada main quest di game ini juga bertaburan side quest yang jumlahnya melebihi main quest.

5.      Mortal Kombat

 

Sejak era Ultimate Mortal Kombat 3 lebih dari sepuluh tahun lalu saya sama sekali tidak lagi merasakan kenikmatan bermain Mortal Kombat karena semenjak seri tersebut gameplay Mortal Kombat series telah berubah menjadi 3 dimensi yang menurut saya merubah karakteristik Mortal kombat, mungkin hal ini disebabkan pecahnya dua creator Mortal Kombat yaitu Ed Boon & John Tobias. Beruntung, dengan bangkrutnya Midway dan diambilalihnya franchise Mortal Kombat oleh WB Enternainment game ini jsutru kembali menjelma menjadi klasik bernuansa 2 dimensi menyerupai Street Fighter IV. Formula ini jelas berhasil karena berbulan-bulan para anggota XFI selalu membicarakan game ini dan ada kabar baik dari game ini bahwa sebentar lagi akan dirilis Mortal Kombat Komplete Edition yang berisi 4 karakter DLC tambahan plus 15 skin para karakter Mortal Kombat.

6.      Battlefield 3

 

 

Pada saat trailer game ini dirilis banyak pihak yang ragu apakah Battlefield 3 akan bisa berjalan dengan mulus di console mengingat grafik Frostbite Engine 2 hanya bisa berjalan sempurna dengan PC berspesifikasi tinggi. Untungnya pihak EA sangat peka dengan hal ini dan segera merilis trailer versi Xbox 360 dengan kualitas grafis yang hampir sama dengan versi PC, namun sayang keindahan grafik di versi Xbox 360 hanya bisa dinikmati oleh gamer yang Xbox 360nya memiliki HDD karena fitur HD installation wajib diinstall ke dalam HDD untuk memaksimalkan tampilan grafis game ini. Kekurangan dari game ini juga adanya perubahan gameplay yang mana kini Battlefield 3 menganut prinsip corridor FPS seperti seri Call of Duty yang mana hal ini menjadi blunder karena gamer merasa kehilangan ciri khas pada seri Battlefield dan sama sekali tidak merasa sedang memainkan game Battlefield. Di luar dari pada itu game ini tetap sangat layak untuk dimainkan terutama fitur multiplayernya.

7.      CoD: Modern Warfare 3

 

 

Pecahnya stuktur organisasi dari Infinity Ward sama sekali tidak mempengaruhi kinerja mereka dalam mengembangkan Modern Warfare 3 bahkan ketika mereka ditantang oleh EA dengan Battlefield 3nya. Dengan mengandalkan formula lama yang dibumbui berbagai adegan cinematik, game yang mengakhiri saga pengejaran Makarov ini kembali tampil sebagai pemenang genre FPS menjungkalkan Battlefield 3 ke tanah. Salah satu keunggulan yang tidak dimiliki oleh Battlefield 3 adalah karena mereka tidak memiliki story yang disajikan apik seperti pada CoD series. Fitur multiplayer pada Modern Warfare 3 pun selalu ramai dikunjungi oleh para gamer di seluruh dunia.

8.      Forza 4

 

 

Tidak heran jika berbagai situs game memberi nilai sempurna pada game besutan Turn 10 studio ini, Forza 4 telah menjawab tantangan dari Gran Turismo 5 dan berhasil merebut hati para gamer untuk beralih ke stir Xbox 360. Forza 4 ini sebenarnya disajikan tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, fitur balapan malam hari dan cuaca pun tidak ada pada game ini tapi kenapa game ini dianggap lebih baik daripada seri kelima game ensiklopedia mobil milik console rival? Jawabannya sebenarnya simple, karena gamer tidak suka memainkan game yang berbelit dan terlalu banyak fitur yang pada akhirnya hanya membingungkan mereka dan belum tentu terpakai.

9.      Gears of War 3

 

 

Mahakarya Cliff B ini hanya dan akan selalu eksklusif untuk Xbox 360, seri ketiga petualangan Marcus Fenix dalam pencarian sang ayah yang ternyata masih hidup di tengah perang melawan Locust dan lambent ini tampil dengan banyak improvisasi terutama grafis, walaupun masih menggunakan Unreal Engine 3 tapi game Gears 3 ini tampak berbeda dibanding dengan game lain yang menggunakan engine yang sama karena pihak Epic selaku developer dan pemilik hak paten Unreal Engine memiliki formula sendiri untuk memaksimalkan potensi enginenya yang mungkin developer lain tidak ketahui. Gears 3 menceritakan akhir saga Marcus Fenix dan Delta squad dalam melawan Locust, story yang berkelas Hollywood ini disajikan dengan music scoring yang sangat cinematic menjadikan pengalaman bermain game ini menjadi tidak terlupakan walaupun campaign game ini terasa begitu singkat. Tapi kekecewaan itu bisa langsung terobati dengan hadirnya mode multiplayer yang memiliki fitur BOT dimana gamer yang tida ngelive tetap bisa bermain multiplayer melawan BOT, jika kurang gamer juga bisa kembali melawan serbuan Locust melalui Horde Mode. Gears of War series telah menjadi daya tarik utama untuk para gamer membeli Xbox 360.

10.  Elder Scroll V: Skyrim

 

 

Game yang menurut Ami Raditya, aku sendiri, para Spartan dan seluruh gamer dunia akui sebagai pop culture terbaru yang berpotensi menyamai seri Star Wars, game tersebut bernama Elder Scroll V: Skyrim. Apa sih Skyrim itu? Skyrim adalah game western RPG besutan Bethesda yang menceritakan perjuangan seorang kesatria berdarah naga yang ditugaskan untuk melawan naga dan membawa keseimbangan di provinsi Skyrim. Gameplay dari game ini tidak sesingkat ceritanya karena Skyrim memiliki banyak quest panjang yang bertaburan sepanjang game, banyak sekali anggota XFI yang ketagihan hingga lupa waktu sampai ada yang bolos kuliah bahkan terkena penyakit Compulsive Disorder. Itu semua karena kejelian Bethesda yang sepertinya sangat paham selera gamer sekarang yang menginginkan sebuah game yang mampu difull customization, tidak cepat tamat, non-linear dan bergameplay adiktif. Skyrim adalah teman setia gamer pada saat liburan kemarin.

Sebenarnya masih banyak lagi game yang menjadi buah bibir di 2011 selain kesepuluh game di atas seperti Batman: Arkham City, Halo Anniversary, Assassin’s Creed: Revelation dan lain sebagainya, tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga mungkin saya akan membahas game-game tersebut pada lain kesempatan.

1
2

SHARE
Previous articleMasih Pantaskah untuk Merindukan 2011?
Next articleZELDA’s Timeline Officially Revealed!
Steve Rogers adalah pendiri grup Xbox 360 Fanboys Indonesia di Facebook yang sudah malang-melintang di dunia game kira-kira selama lebih dari 15 tahun, bahkan sejak belum bisa berdiri. Spesialisasinya adalah pemberitaan mengenai game-game barat terutama yang berkaitan dengan console Xbox. Cirinya dalam menulis adalah original, sensasional, bebas dan apa adanya, kontroversial hanyalah efek dari karyanya. Sesuai dengan motonya “doing the right thing isn’t doing the right thing”, ia tidak peduli dengan reaksi yang akan muncul terhadap karyanya karena ia menyadari maksud yang ia sampaikan belum tentu bisa diterima oleh orang lain.