The Last of Us preview : “It’s all about Joel and Ellie”

“Ketika kalian melihat movie, buku, ataupun graphic novel, semuanya bergantung ke karakter. Semua itu dapat membuatmu care terhadap relationship dan apa yang orang – orang ini lakukan, jadi ketika sesuatu buruk terjadi kepada mereka, kamu juga merasakan sesuatu. Kami merasa tidak ada satupun yang telah membuat game seperti ini, dan itu apa yang Naughy Dog akan bawakan dengan genre ini.”

Itulah apa yang dikatakan Bruce Starley (director) dan Neil Druckmann (creative director) ketika ditanya tentang The Last of Us. Keduanya mengatakan bahwa meskipun fokusnya kepada skenario apocalypse, situasi dan monster hanyalah background belaka untuk human interaction yang lebih menarik. Semua unsur lainnya hanya konflik eksternal yang membuat karakter – karakter ini lebih dalam. Seperti apa yang ditunjukan pada announcement trailernya pada VGA 2011 lalu, Joel adalah orang tua berkumis berumur sekitar 40 yang dapat diandalkan dan Ellie merupakan seorang gadis berumur 14 tahun yang menemaninya. Kalian akan memainkan Joel, yang cukup tua untuk memiliki pengalaman seperti apa yang kita tahu. Sedangkan Ellie baru saja tahu akan dunia yang hancur ini (“ia mengatakan kepadaku bagaimana jalan ini dipenuhi orang yang meminta hidupnya, katanya dalam trailer). Relationship mereka adalah kunci untuk drama sukses dalam game ini.

“Kami tidak mencari artis A class ataupun selebriti untuk casting, semua orang yang tertarik boleh masuk dan melihat perannya, tetapi tentunya mereka harus menjalani tes. Audisi tidak hanya untuk mencari aktor yang cocok untuk perannya tetapi yang juga cocok dengan keduanya. Karakter Ellie lebih dulu dicasting dan perannya jatuh pada Ashley Johnson (yah ternyata bukan Ellen Page). “Pertama kali kami melihat Ashley kami langsung berkata This is Ellie” kata Druckmann. Untuk Joel langsung ditemukan Troy Baker, Troy adalah spesialis dalam bidang voice over (Batman Arkham City dan Bioshock Infinite). “It wasn’t somebody trying to be badass or someone trying to be a young girl. It felt natural, it was a no-brainer for us to get these two.”tambah Druckmann.

1
2

SHARE
Previous articleTrailer Pertama Re5ident Evil: Retribution 3D
Next articleSamsung Galaxy Nexus… “Es Krim” yang Terjebak di Dalam Kaca 720p?
Codenamed Archangel, next gen Game yang masih berkedudukan SMA di Surabaya Timur Bertumbuh besar dengan bantuan dari game seperti Halo dan Twisted Metal. Menyukai banyak genre video game dari shooter, sports, action, WRPG, racing. Sangat up to date dengan dunia next gen gaming dan suka menulis apapun tentang video game ataupun movie Aktif dalam komunitas grup gaming facebook dan mendapat posisi baik dalam grup besar seperti Xbox 360 Fanboys Indonesia, Playstation Square, World of Nintendo, Gamer Inside, Band of Indonesian Gamers, dan Zigma Omega. Dikenal memiliki penyakit overhobbies, tidak hanya gaming tetapi juga expert dalam bidang movies, musics, mangas, animes, figures, sports.