Kamera Bukan yang Utama, Kamera Vita Vs. Smartphone / Tablet

Seperti 3DS, kamera Vita memang sebagai pelengkap saja. Namun banyak yang penasaran dengan kualitasnya… apalagi Vita yang memang sudah menyeberang ke ranah smartphone / tablet gaming, dan banyak yang membandingkannya dengan kamera gadget dari iOS atau Android.

Seperti yang diulas melalui Special Feature Zigma edisi 111, Vita menggunakan kamera dengan resolusi VGA, baik untuk kamera depan, dan sayangnya, yang belakang pun demikian. Memang kamera tersebut sama sekali tidak akan difungsikan sebagai pengganti kamera digital untuk mengambil gambar atau foto, namun tetap menjadi satu fungsi primer Vita, mengingat modul kamera tersebut bakal kamu gunakan untuk mendukung aktifitas game yang perlu mendeteksi gerakan dan augmented reality – yang akhir-akhir ini makin jamak di Indonesia setelah Samsung mengenalkan aplikasi jejaring sosial berbasis augmented reality, My Dragonfly.

Jauh perbedaannya... Vita 0.3 MP melawan lensa 8 MP-nya iPhone4S - yang banyak disebut-sebut sebagai kamera terbaik untuk kelas mobile hingga saat ini. Hasil kamera iOS satu ini begitu jernih, detail dan kaya warna. Tentu saja harganya juga terpaut jauh, karena yang non-subsidi silang dengan operator saja paling murah dibanderol mulai US $649, atau Rp. 7.,7 - 7,9 jutaan di Indonesia (itu yang paling murah lho!)

Namun seperti yang kami ulas sebelumnya juga, smartphone lagi-lagi menjadi tersangka utama menurunnya angka penjualan kamera digital tipikal prosumer / point-and-shoot / kamera saku. Di sini jelas, pasar mau yang ”all-in-one”… dan smartphone menjadi solusi terbaik. Dengan Vita yang hanya memberi solusi jeprat-jepret berkualitas VGA alias 0.3 megapixel, jangan diharapkan membandingkannya dengan smartphone, yang sudah mencapai 8 megapixel, 12 megapixel pada Xperia terbaru, dan bahkan 16 megapixel. Kemudian jika penasaran dengan kualitas kamera Vita, kami mengutip artikel dari IGN yang sempat membandingkannya dengan beberapa kamera smartphone dan tablet.

Kamera belakang iPad 2 memang hanya 0.7 megapixel (sedangkan kamera depannya hanya 0.3 megapixel), namun hasil gambar yang diambil kamera belakang iPad 2 tetap lebih baik dari Vita - lebih mendeail dan kaya warna..

 

Kemudian yang ini dibandingkan dengan Galaxy Tab 10.1. Kamera Tablet Samsung tersebut 3.1 megapixel, dan jelas terlihat mengungguli Vita.

Bahkan dibandingkan kamera 2 megapixel-nya iPhone 3G, yang mulai dipasarkan Juli 2008 lalu, hasil kamera Vita ini pun tidak bisa menandingi.

Dan yang lebih mengejutkan, dibandingkan dengan 3DS yang juga sama-sama memiliki kamera dengan resolusi 0.3 megapixel, alias VGA 640x480 pixel, ternyata 3DS menghasilkan kualitas warna yang lebih baik dibandingkan kameranya Vita...

Walaupun hasil kameranya biasa saja, namun 0.3 megapixel tersebut rupanya cukup menjadi modal facial recognition, salah satu tech demo Vita sempat dikenalkan pertengahan 2011 lalu, dimana sebuah avatar akan merespon gerakan kita. Teknologi yang disebut sebagai Face Control tersebut memang baru sekadar demo. Namun jika benar bisa diterapkan, tentu menarik bisa melihat bagaimana software tersebut merender kepala kita pada avatar, dan mulai mengikuti setiap gerakan kita secara real-time.

Share this article

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.