Vandaria Newsletter #2 Telah Terbit

Vandaria Newsletter adalah majalah digital yang membahas tentang perkembangan Vandaria. Diterbitkan sebulan sekali, dan yang menarik… gratis. Free to download! Udah sampai volume kedua, lho.

Sejak Februari kemarin Vandaria Saga merilis Vandaria Newsletter. Ini adalah majalah digital yang membahas tentang perkembangan Vandaria. Diterbitkan sebulan sekali, dan yang menarik… gratis. Free to download!

Bagi kamu yang belum tahu, Vandaria adalah sebuah setting/universe yang digunakan untuk melandasi berbagai macam produk. Idenya adalah mempersatukan konseptor dan berbagai praktisi di bidang industri kreatif, mulai dari: novelis, komikus, ilustrator, game developer, animator, dsb. Tujuannya adalah untuk memproteksi market Indonesia dari gempuran produk-produk kreatif asing dan menciptakan market luas bagi praktisi industri kreatif Indonesia. Tim Vandaria percaya bahwa untuk menghadapi gempuran produk asing, semua praktisi di industri kreatif tersebut harus bersatu. Mengkristal. Menjadi satu kekuatan. Sehebat apa pun, jika mereka berdiri sendiri-sendiri, mereka bisa dihancurkan dengan mudah.

Progress so far: Vandaria sudah merilis dua novel di bawah label Gramedia Pustaka Utama (berjudul Harta Vaeran dan Ratu Seribu Tahun) yang dinobatkan sebagai novel fiksi-fantasi terlaris 2011 dan masuk dalam trend buku 2012 oleh TV One. Tahun ini rencananya Vandaria Saga akan menerbitkan 13 novel, dimulai dari bulan Maret besok. Bersamaan dengan itu juga ada komik, game, buku anak, aplikasi pendukung, dan lain sebagainya.

Penasaran, silakan diunduh langsung di:

Vandaria Newsletter #1
Vandaria Newsletter #2

Bagi pengguna iPad atau tablet Android, Vandaria Newsletter juga bisa didapatkan lewat Wayang Force:

Vandaria Newsletter #1
Vandaria Newsletter #2

 

Selamat membaca.

 

TENTANG PENULIS
Adelva

Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.