Samsung Series 9 Menjadi Ultrabook Paling Canggih di Indonesia

Event Mobile World Congress (MWC) 2012 lalu juga bukan milik smartphone atau tablet saja. Masuk juga ke kelas mobile seperti notebook tipis dan masuk kelas premium, yang lebih familiar dengan julukan ultrabook — di Indonesia sudah masuk dari beberapa brand, dan salah satunya dari ASUS. Tidak banyak memang selama MWC, dan saat itu lebih menjadi ajang pengenalan Intel (yang memang sebagai pencetus ide ultrabook) pada kampanye program baru mereka, Compute Continuum. Semacam solusi untuk menghubungkan semua device yang diperkuat oleh chipset Intel, memanfaatkan solusi cloud computing. Memang masih terlalu dini membiarakan program tersebut, karena memang belum ada wujud nyatanya, maka inilah dua ultrabook dari Samsung yang juga dipamerkan selama MWC 2012 lalu.

Bicara ultrabook memang tidak lepas dari Macbook Air-nya Apple, karena Intel sebagai konseptor ultrabook jelas ingin menandingi Apple yang mampu melenggang di kelas notebook tipis premium nyaris tanpa pesaing. Dan karena ultrabook secara spesifikasi sudah ditentukan oleh Intel, agar notebook tersebut layak disebut sebagai ultrabook, maka tidak heran jika satu-sama-lain desainnya nyaris sama. Layar yang berkisar 13.3 inchi (juga ada yang 11.6 inchi, namun akhir-akhir ini mulai membesar), menggunakan keluarga prosesor Core i, serta dengan frame yang begitu tipis. Samsung sendiri pertama  kali masuk ranah ultrabook melalui Series 5 mereka, yang sudah dijual mulai Januari 2012 lalu, dengan harga mulai US $900, serta layar 13 – 14 inchi. Dan selama MWC mereka menambah portofolio dengan Series 9 yang sedikit membesar.

Series 9 tersebut terdiri dari 2 model yang hanya dibedakan dari ukuran layar dan keseluruhan tebal dan beratnya. Keduanya sama-sama menggunakan Core i5-2537M (dengan kecepatan 1.4 GHz), RAM 4 GB (maksimal 8 GB), 128 GB SSD, dan resolusi layar HD+ 1600×900 pixel dengan teknologi SuperBright. Teknologi tersebut memberi penerangan pada layar dengan kekuatan 400 nit, atau jika dibandingkan sekitar dua kali lebih terang dibandingkan rata-rata penerangan notebook saat ini. Layar tersebut juga menjamin semua tampilan terlihat jelas meski kamu melihatnya dari sisi manapun. Meskipun backlight sangat terang, Samsung berani mengklaim keduanya bertahan dengan waktu kerja mencapai 7 jam.

Perbedaannya sendiri terletak pada ukuran layar. Satunya dengan ukuran 13.3 inch, dan yang kedua 15 inchi. Tebal dan beratnya sendiri, untuk yang 13.3 inchi mencapai 12.7mm dengan berat 1.10 kg. Kemudian yang 15 inchi tebalnya 16.25 mm dengan berat 1.59 kg. Sedangkan harganya untuk 13.3 inchi sudah dijual seharga US $1,400, kemudian yang 15 inchi $100 lebih mahal.

Saya sudah menemui Series 9 ini selama Mega Bazaar Computer 2012, yang masih berlangsung sampai besok. Samsung sendiri membawa Series 5 (dijual Rp 8.499.000), dengan spec Intel Core i5-2467M 1,6GHz, RAM 4GB, HDD 500GB+SSD 16GB, Intel HD Graphic 3000, 13 inci 1366×768 pixel, OS Windows 7 Home Premium. Selain itu juga Series 9 yang 13.3 inchi, dengan harga Rp 14.799.000, cash back Rp 1 juta.

Alternatif ultrabook dari vendor lain seperti dari HP dengan Folio 13 (ditawarkan Rp 10.100.000), dengan spesifikasi Intel Core i5-2467M 1,6GHz, RAM 4GB, SSD 128GB, Intel HD Graphic 3000, layar 13,3 inchi pada 1366×768 pixel, backlit keyboard, OS Windows 7 Home Premium. Lalu juga ada Toshiba dengan Portege Z830 (seharga Rp 13 juta), dengan spesifikasi Intel Core i5-2467M 1,6GHz, RAM 4GB, SSD 128GB, Intel HD Graphic 3000, layar 13,3 inchi pada 1366×768 pixel, OS Windows 7 Home Premium. Selain itu Toshiba juga membawa Satellite U840 (dijual Rp 10.500.000) yang secara spesifikasi sama dengan Portege Z830, namun layarnya 14 inchi. Dari Asus kamu bisa pilih Zenbook UX21 (seharga Rp 10.300.000), dengan spesifikasi Intel Core i5-2467M 1,6GHz, RAM 4GB, SSD 128GB, Intel HD Graphic 3000, layar 11,6 inchi pada 1366×768 pixel, OS Windows 7 Home Premium. Atau Zenbook UX31, yang lebih mahal satu juta dari UX21, namun sudah menggunakan Core i5-2557M 1,7GHz serta layar 13.3 inchi. Opsi terakhir melalui Acer dengan Aspire S3 (dijual Rp 8.199.000). Spesifikasinya pun nyaris sama, Intel Core i5-2467M 1,6GHz, RAM 4GB, HDD 500GB, Intel HD Graphic 3000, layar 13,3 inchi pada 1366×768 pixel, dan OS Windows 7 Home Premium.

Meihat spesifikasinya, benar kan nyaris sama. Tinggal kamu sreg dengan brand yang mana, dan yang paling menyesuaikan dengan isi kantong. Namun diantara semua yang sudah eksis di Indonesia, jelas Series 9 itu saja yang paling besar resolusi layarnya dan sudah menggunakan Core i5 generasi terbaru, 2537M — dan tentu saja, harganya pun paling mahal.


SHARE
Previous articleAIKA, The best 3D MMORPG hadir di Indonesia Games Festival 2012
Next articleMajor Update Chapter III (Part2): Colloseum Unleashed Heroes Kingdoms
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.