Dibalik nama “John Carter”

Akhirnya setelah sekian lama penantian yang saya tunggu, Disney mengambil Prince of Mars sebagai film layar lebar setelah Tarzan di tahun 1999 lalu. Yap, sebenarnya John Carter merupakan tokoh utama dalam novel karya Edgar Rice Burroughs (pengarang Tarzan) yang berjudul Prince of Mars. Tidak banyak yang tahu tentang novel ini di Indonesia karena novel ini memang belum pernah difilmkan hingga tahun 2009 lalu. Padahal sebenarnya John Carter dalam bukunya Prince of Mars ini banyak sekali diadaptasi oleh banyak pengarang komik atau film sukses di dunia loh.. Berikut ini merupakan beberapa adaptasi cerita Prince of Mars atau John Carter of Mars:

Flash Gordon (1934)


Komik Heroic dari Amerika yang menceritakan seorang olahragawan Flash Gordon dari bumi yang melakukan petualangan ke planet lain bernama Mongo. Planet Mongo sebenarnya dihuni oleh homo sapiens (manusia) juga, tetapi keadaan mereka berbeda dengan di bumi. Di Mongo terdapat dua kerajaan yaitu Arboria dan Ming, keduanya saling berseteru dimana Ming yang dipimpin oleh raja Ming the merciless merupakan pihak yang jahat. Flash bersama tiga temannya terpaksa harus tinggal dan membela planet Mongo yang akan dikuasai Ming. Karena grafitasi planet Mongo lebih rendah dari bumi, Flash yang merupakan olahragawan dapat melakukan atraksi hebat di planet ini. Dan akhirnya ia pun menjadi pahlawan super di planet Mongo.

Kemiripan cerita Flash Gordon dengan John Carter adalah sama-sama terjebak diantara peperangan dua kerajaan yang berada di planet lain. Dan sang tokoh utama yang menjadi hebat karena perbedaan gravitasi yang ada. Alex Raymond sang pengarang Flash Gordon banyak terinspirasi oleh Edgar Rice. Dibuktikan selain mengarang Flash Gordon yang datang ke planet Mongo, dalam sekuelnya Flash juga hijrah ke Mars sebelum akhirnya mengelilingi tata surya.

komik Flash Gordon "the Master of Mars"

Kenapa saya katakan Flash Gordon merupakan adaptasi Prince of Mars yang sukses adalah karena Flash Gordon berhasil menarik perhatian Goerge Lucas yang akhirnya dapat menulis Star Wars.

MAR (Marchen Awakens Romance) (2003)

Sebuah komik karya Nobuyuki Anzai (Flame of Recca), yang menceritakan seorang anak SMP bernama Ginta Toramizu yang terbawa ke dunia baru (negeri dongeng MAR Heaven) melalui gerbang teleportasi. Ketika ia terdampar pada MAR Heaven, ia menjadi lebih ringan dan dapat berlari dan melompat tinggi tanpa memerlukan stamina lebih. Ini terjadi karena tingkat gravitasi yang ada di MAR Heaven lebih rendah dibandingkan dengan di bumi.
Genta yang merupakan anak lugu tersebut terjebak diantara dua tim (bisa dikatkan bangsa) yang sedang bertarung, penduduk MAR dengan prajurit Catur (Chess Pieces). Oleh karena itu, Genta yang berjuang dengan berlatih di MAR untuk bisa mengalahkan para prajurit catur dan kembali ke dunia asalnya.

Dari diskripsi singkat diatas sudah jelas konsep awalnya mirip dengan konsep dari John Carter of Mars. Jika kamu sudah menonton film-nya, John yang pertama kali datang ke Mars juga kebingungan karena tingkat gravitasinya lebih rendah dari bumi, sehingga ia dapat berlari dengan cepat sekaligus melompat lebih tinggi. Lalu ia terjebak antara dua bangsa yang sedang bertarung, Hellium dan Zodanga. Karena jika Hellium kalah, Mars juga akan hancur dan tunduk dibawah Zodanga, maka dari itu John Carter membela Hellium untuk menjaga Mars dari kehancurannya. Dimungkinkan juga MAR merupakan istilah yang diambil dari kata Mars.

AVATAR (2009)

Kenapa film Avatar sukses? Dan banyak yang berkata bahwa John Carter meniru Avatar?
Jawabannya  karena sebenarnya cerita dari Avatar oleh James Cameron terinspirasi dari novel karya Edgar Rice tahun 1912 lalu.  Cameron pun mengakui bahwa ia terinspirasi dari buku yang ia baca sejak dirinya masih kecil, Prince of Mars. Tentu saja, langkah Cameron mendahului produser film lain membuat cerita Prince of Mars ini menjadi sebuah film adaptasi baru berjudul Avatar ini menuai banyak review positif dari banyak penonton. Sedangkan John Carter yang dirilis Disney pada tahun 2012, dianggap mencontek Avatar yang rilis tahun 2009 oleh banyak penonton yang tidak mengetahuinya. Bayangkan saja, jika tanggal perilisan film tersebut dibalik. Apakah Avatar akan menjadi film terlaris nomor satu di dunia? Saya rasa tidak.. Hehe..

Setelah beberapa hari perilisan Avatar, salah satu produser film lain, The Asylum (yang terkenal membuat plesetan film) merilis juga film berjudul Prince of Mars yang mana menunjukan para penggemar Avatar, bahwa James Cameron mengambil inti cerita John Carter untuk filmnya, Avatar. Karena The Asylum mempunyai predikat jelek, maka film berjudul Prince of Mars ini tidak mendapatkan respon yang baik.

Walaupun namanya besar, film John Carter masih dibilang kurang sukses dipasaran. Bahkan pekan pertama perilisannya, jumlah pendapatannya hanya menduduki peringkat kedua dan dikalahkan oleh film animasi 3D, The Lorax. Padahal film ini membutuhkan biaya besar yaitu US $ 250 juta dan biaya promosi besar-besaran yang tidak sedikit oleh pihak Disney. Menurut saya pribadi yang sudah menonton film ini masih menyayangkan beberapa hal yang tidak diekspos, seperti kurangnya adegan pertarungan (coba lihat kembali, adegan pertarungan John dan Tal Hajus yang seharusnya lebih seru),  lalu beberapa cerita penting seperti awal mula kerajaan Zodanga yang menjadi jahat juga tidak disertakan. Namun nasi sudah menjadi bubur. Bagaimana menurut pembaca sekalian?


SHARE
Previous articleTrailer Terbaru The Avengers, Tampilkan Cameo Baru!
Next articleGameloft dan Fox Entertainment Siapkan Ice Village di Android!
Pembaca Omega-Zigma di zaman pembahasan DOTA. Tertarik dalam dunia game, mencoba mencari guide game Online sebelum main. Suka mencoba character build sendiri, hingga pernah mengikuti event Dragonica Online dan berhasil menang. Saat ini bekerja di Zigma-Omega karena referensi dari teman kuliah. Selain bekerja saat ini sibuk dengan kuliah juga.