Tips Default Launcher Part 2-Sony User xPerience

Bisa dibilang, launcher User xPerience yang dimiliki oleh Sony (dulu Sony Ericsson) adalah salah satu yang “tercantik” dalam hal tampilan. Memang, untuk masalah simplisitas masih kalah jika dibandingkan launcher TouchWiz milik Samsung. Tetapi kalau ditanya masalah tampilan, Sony boleh menepuk dada dengan User xPerience ini.

Dalam kamus pengembangan software, User Experience adalah sebuah tingkatan Interface yang setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan User Friendly. Software yang menggunakan konsep User Experience tidak hanya memiliki sebuah interface yang user friendly (aka mudah digunakan), namun juga mementingkan pengalaman user saat menggunakan sebuah interface. Hal tersebut yang memang diterapkan dalam gadget Android buatan Sony, yang mana memang memiliki interface yang tidak hanya mudah digunakan, namun juga memberikan pengalaman yang lebih saat berinteraksi dengan interface tersebut. Coba tengok bagaimana tampilan widget Timescape milik Sony saat kamu sentuh, atau pengaturan media player melalui widget yang terpasang di Homescreen. Kamu pasti akan merasakan sesuatu yang “beda” dan jauh dari kesan simpel.

Namun, User xPerience juga memiliki beberapa kelemahan, seperti terlalu memakan banyak RAM dan ROM saat digunakan. Dan hal ini sebenarnya cukup menjadi handicap gadget Android buatan Sony, yang sebagian besar tidak dipersenjatai dengan RAM dan ROM internal yang cukup lega. Selain itu, adaptasi juga menjadi salah satu halangan bagi user baru, yang berpindah dari launcher yang lebih simpel semacam TouchWiz, karena banyak sekali elemen-elemen yang ditambahkan Sony untuk membangun image User xPerience tersebut.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk memaksimalkan penggunaan User xPerience:

  1. Hapus Aplikasi Bawaan. Pengguna Android Sony pasti setuju dengan saya, bahwa mungkin akan merasa risih dengan banyaknya aplikasi yang kurang bermanfaat untuk kamu saat pertama kali menyalakan gadget. Uninstall dengan cara default (tekan ikon paling pojok kanan bawah, dan tekan tanda silang di app drawer) mungkin bisa menghapus sebagian aplikasi tersebut. Namun, ada beberapa aplikasi yang masih “nakal” dan kembali ter-install secara otomatis saat kamu me-restart gadget. Salah satu solusinya yaitu uninstall aplikasi dengan aplikasi Titanium Backup yang ada di Google Play Store. Namun, melakukan hal ini agak riskan, karena kamu harus mendapatkan akses root, yang artinya bisa menghilangkan garansi gadget kamu. Jadi pilih aplikasi untuk root dengan hati-hati, dan jangan sampai melakukan unlock bootloader (yap, Sony memang terkenal terlalu protektif) jika kamu tidak mengetahui cara untuk me-relock bootloader tersebut kembali.
  2. Manfaatkan Corner Shortcut. Di beberapa gadget, User xPerience memiliki sebuah elemen yang tidak dimiliki launcher default pabrikan lain, yaitu peletakan shortcut di setiap sudut layar. Buka app drawer, tahan ikon salah satu aplikasi dan tarik menuju sudut layar untuk meletakkannya di Corner Shortcut. Sebuah elemen yang cukup membantu kamu untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang sering kamu gunakan, serta bisa menjaga homescreen kamu lebih “bersih” dari shortcut dan enak dipandang.

    Corner shortcut di beberapa gadget bisa menampung hingga empat ikon aplikasi
  3. Widget Interaktif. User xPerience memiliki banyak widget yang interaktif, dan tentu saja dengan tampilan yang cantik. Bukan hanya itu, beberapa widget juga sangat berguna untuk dipasang di homescreen, seperti Data Traffic Widget, Timescape Widget atau Media Player. Tetapi, saran saya jangan terlalu banyak menggunakan widget, karena justru bisa mengganggu tampilan User xPerience yang cantik itu. Hehe..
  4. Edit Foto via Gallery. Gallery tidak berfungsi hanya untuk menampilkan foto dan video, melainkan juga memiliki beberapa fitur editing foto standar, seperti crop dan rotate. Untuk mengaksesnya, saat melihat sebuah foto, tekan tombol menu, dan pilih More.
  5. Update Otomatis Timescape. Bagi yang sangat menggemari jejaring sosial, Timescape adalah aplikasi yang sangat menarik. Kamu bisa mengintegrasikan Facebook, Twitter, dan bahkan SMS dalam satu aplikasi saja. Nah, agar tidak ketinggalan update dari teman-teman kamu, kamu bisa men-setting automatic update dengan menekan tombol menu – setting – update mode – pilih automatic update.
  6. Setting Media. Media player default Sony adalah salah satu media player default tercantik, dan juga dengan fitur yang lumayan lengkap. Tanpa harus install aplikasi tertentu, kamu bisa mengatur equalizer di musik yang tengah kamu mainkan. Selain itu, di beberapa gadget terdapat pula sebuah setting xLoud yang bisa (sedikit) memperbesar volume maksimal musik yang dikeluarkan. Tentu, hal ini merupakan imbas dari Walkman, yang sudah menemani ponsel Sony Ericsson semenjak seri W beberapa tahun yang lalu.

    Manfaatkan setting media player yang cukup lengkap
  7. Aplikasi Penunjuk Waktu. Aplikasi Clock milik Sony memiliki beragam fungsi lebih dari sekedar penunjuk waktu biasa. Masuk ke aplikasi Clock, maka kamu bisa menemukan deretan ikon di bagian bawah, mulai dari shortcut menuju alarm dan media, slideshow foto, hingga mengatur brightness layar.

    Aplikasi clock dengan banyak fitur
  8. Perbanyak Info Kontak. Timescape memang menjadi salah satu senjata utama Sony dalam hal jejaring sosial, namun kamu tetap bisa mendapatkan banyak informasi dari aplikasi kontak bawaan Sony, mulai dari akun jejaring sosial teman kamu, hingga update statusnya. Cukup sinkronisasikan saja kontak kamu dengan Facebook atau Twitter. Bahkan dalam update beberapa bulan lalu, Sony menambahkan fitur Facebook Inside Xperia, yang bisa kamu gunakan untuk sinkronisasi gallery Facebook dengan gallery gadget kamu.
  9. Mengatur Aplikasi dalam App Drawer. Kesulitan mencari aplikasi tertentu, atau ingin mengatur halaman pertama App Drawer agar berisi aplikasi yang sering kamu gunakan? User xPerience sudah menyediakan fitur sorting aplikasi, dimana kamu bisa mengatur aplikasi sesuai abjad, yang paling banyak digunakan, atau yang baru saja ter-install. Cukup tekan ikon kecil di pojok kiri bawah untuk mengatur cara sorting aplikasi ini. Jika kamu memilih Own Order, maka jika kamu sentuh ikon di pojok kanan bawah, ikon aplikasi akan seolah-olah “mengambang” yang memungkinkan kamu untuk melakukan drag and drop ikon aplikasi di manapun yang kamu suka.

    Atur ikon aplikasi sesuka hati
  10. Setting Tambahan. Jika kamu menekan tombol menu – settings, maka kamu akan menemukan satu kategori tambahan Sony (atau Sony Ericsson) di daftar setting. Disini kamu bisa menemukan beberapa setting tambahan, seperti mengatur konektivitas gadget dengan PC atau device lain, mengatur setting Facebook Inside Xperia, hingga mengatur setting Internet.

Cukup sekian dulu untuk User xPerience. Tunggu artikel bagian ketiganya, yang akan membahas tentang memaksimalkan penggunaan launcher default milik HTC, HTC Sense.


SHARE
Previous articleVocaloid dari Negeri Tirai Bambu !
Next articleFIFA Online 2 Tournament @ Level One Cyber World – Jakarta
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.