Prototype 2, Inilah Game Open World Paling Berdarah di Tahun 2012

Judul: Prototype 2
Dev. / Pub. : Radical Entertainment / Activision
Engine: Titanium 2.0
Platform: X360 PS3 PC
Release Date: 24 April 2012 (24 Juli 2012 versi PC)
Genre: Action Adventure
Website Ofisial: www.prototypegame.com

Masih ingat dengan Prototype? Mungkin seperti saya, kamu juga terkena efek amnesianya Alex Mercer, “lupa-sedikit-ingat,” apalagi detail ceritanya (yang sangat hebat) tidak bisa dicerna semudah itu jika hanya memainkan gamenya – setidaknya kamu perlu membaca juga versi comic-nya untuk mendapatkan kesimpulan terbaik. Namun singkatnya, itu game action adventure dengan konsep dunia open-world paling “sadis.” Dengan mudahnya kamu menggunakan kekuatan mutan yang baru kamu dapatkan akibat infeksi virus, untuk membanting senjata/kendaraan militer berukuran besar, mutan menjijikkan lainnya, atau bahkan mencincang “makhluk hidup cerdas” (tahu maksud saya kan) lainnya untuk mengisi health.

Kamu bisa mengunci musuh menggunakan semacam “jaring, sehingga membuka kesempatan untuk serangan lainnya. Jadi seperti kemampuannya Spider-Man, ya!

Ide cerita manusia terinfeksi virus (atau apa pun hasil penelitian fiksi ilmiah) dan menjadi mutant, sudah biasa saya temui. Namun biasanya sih, mereka menjadi super hero yang dielu-elukan peradaban, bukan malah menyiksanya. Dan biasanya mulai beringas ketika pacarnya diculik. Namun di Prototype kamu mendapati sebaliknya. Seakan tidak ada yang baik dalam diri Alex Mercer – atau sebenarnya sisi “manusianya” baik, namun kita tidak tahu apa dan siapa ilmuwan malang tersebut? Dan kini kita disuguhi sekuelnya, yang menurut pengembang lebih “manusiawi.” Sambutlah Sergeant James Heller, rumah baru virus mematikan, dan juga bintang Prototype 2. Datang dari sisi militer (yang sebelumnya menjadi lawan Mercer), pria baik-baik penyayang keluarga yang menderita pasca post-traumatic dissorder setelah kehilangan istri dan anaknya. Jadi jelas di sini, kamu mendapatkan karakter yang lebih emosional, dan lebih manusiawi – ya, di sini kamu mendapat opsi, tidak harus menghabisi makhluk hidup lain!

Karakter utama Prototype 2 adalah Sergeant James Heller. Dia kembali ke kota, yang sebelumnya menjadi rumahnya, pasca selesainya bertugas di tengah perang Timur Tengah (Afghanistan dan Irak). Mendapati istri dan putrinya tewas oleh karena Blackwatch, menjadikannya murka. Apalagi setelah tahu jika Alex Mercer yang bertanggung jawab atas menyebarnya virus Blacklight.

Inilah Prototype 2, sekuel langsung Prototype yang menjadi salah satu hit di tahun 2009 karena keunikan memadukan dunia open-world dengan gameplay “hancurkan-apa-saja” yang diambil dalam sudut pandang third-person view. Prototype 2 mengambil setting New York City, yang kini disebut New York Zero (NYZ), dengan perluasan cerita tetap mengenai virus, dengan fokus “wadah” penyebaran barunya James Heller, yang memburu Alex Mercer. Dilatarbelakangi balas dendam, Heller ingin menuntut tanggung jawab Mercer atas nyawa istri dan putrinya selama merebaknya virus Blacklight dalam game sebelumnya.

Apa yang saya sukai dari cara Radical Entertainment menyusun konsep cerita Prototype 2 adalah mereka selalu membuat versi komik sebagai pelengkap gamenya. Jadi kamu tidak akan merasa membaca komiknya sebagai manivestasi goresan tangan semata. Karena itulah, dalam game pun cerita berkembang jauh lebih kompleks dari apa yang digambarkan lebih simpel (karena memang berfungsi menjembatani game pertama dan kedua) pada komiknya.

Official PROTOTYPE 2 Intro Movie – Daddy’s Coming Home

httpv://youtu.be/9_gkTdWmP90

Lanjut ke halaman 2 untuk mengetahui beberapa fitur baru sekuel ini…

1
2

SHARE
Previous articleInstagram Segera Menuju Android. Lebih Baik dari Versi iOS?
Next articleDanball Senki Baku Boost, Memaksimalkan Kedua Layar 3DS
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.