Peluncuran Xar & Vichattan 3

Tahun 2012 sesungguhnya tahun yang patut dirayakan bagi dunia fiksi fantasi Indonesia. Salah satu seri novel fantasi yang pantas menjadi pilarnya, Xar & Vichattan, siap memuaskan kita dengan nomor pamungkas. Dengan judul Empat Tubuh Statera, buku ketiga sekaligus terakhir dari seri gubahan Bonmedo Tambunan ini terbukti istimewa bagi perkembangan fantasi negeri. Pasalnya, tidak sedikit novel berseri yang mogok di tengah jalan, entah karena penulisnya mampet, penerbitnya mogok, pembacanya mandek, atau alasan-alasan lainnya. Didampingi Adhika Pustaka dan kawan-kawan, Bonmedo berhasil mengatasinya. Tidak hanya itu, Xar & Vichattan menuai pujian dari maestro fiksi fantasi Indonesia Djokolelono.

“Xar & Vichattan adalah kenikmatan fantasi yang sempurna : mitos baru tampil utuh—dunianya begitu nyata, karakternya hidup, plotnya mendebarkan, gaya berceritanya membuat kita yakin sihir itu ada. Bonmedo Tambunan merupakan keajaiban tersendiri di khazanah fiksi fantasi Indonesia.”

—Djokolelono, pengarang.

Secara umum, seri Xar & Vichattan berkisah perjuangan empat remaja untuk mengembalikan keseimbangan antara Cahaya dan Kegelapan di dunia mereka. Untuk mengenal pesona dunia Xar & Vichattan, kami mengundang rekan-rekan sekalian untuk menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku Xar & Vichattan 3: Empat Tubuh Statera karya Bonmedo Tambunan.

Hari/Tanggal:
Sabtu. 31 Maret 2012 pukul 13.00-15.00 WIB (jam 1 sampai 3 siang)

Tempat:
Toko Buku Leksika
Kalibata City Square
Jl. Kalibata Raya No. 1
Jakarta Selatan

Narasumber:
Bonmedo Tambunan (Penulis Novel Fantasy Xar & Vichattan)
Tendy Yulianes Susanto (Editor Xar & Vichattan 3)

Moderator:
Melody Violine (Blogger Buku Indonesia)

MC:
Aditya Hadi Pratama (Kaskus Serapium)

Akan ada hadiah khusus bagi 10 peserta yang hadir lebih awal dan peserta yang membawa buku XV3. (Hadiah ini tidak berlaku bagi panitia dan seluruh staf Adhika Pustaka).


SHARE
Previous articleDetention, Film Horor Terbaru Dari Sutradara Torque
Next articleBaldur’s Gate Merambah iPad. Android Menyusul?
Meskipun menyandang nama musik, Melody Violine lebih senang menulis daripada bermain musik. Itulah mengapa ia memutuskan untuk kuliah di Program Studi Indonesia FIB UI hingga lulus pada tahun 2009. Selain menjadi kontributor Duniaku, ia menerjemahkan novel-novel dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, termasuk di antaranya adalah adaptasi novel Assassin's Creed (Oliver Bowden).