Pak Raden, Bapak Si Unyil yang Berkumis Tebal, Riwayatmu Kini…

Setelah puluhan tahun terkenal dengan karya boneka si Unyil, hingga saat ini, Drs Suyadi, atau Pak Raden, belum menikmati sepeser pun royalti boneka itu. Pak Raden kini berusaha memperoleh hak cipta si Unyil dari Perum Produksi Film Negara (PPFN).

“Saya kehilangan hak apa pun untuk menggunakan Unyil kalau tidak izin PFN,” ujar Pak Raden, Ahad, 11 Maret 2012. “Karena semua itu sudah milik PPFN, menurut PPFN. Nah, inilah yang akan saya perjuangkan.”

Sejatinya, Si Unyil pertama kali diproduksi PFN pada 1979. Si Unyil merupakan ide dari Direktur PFN saat itu, G. Dwipayana. Untuk membuat film Si Unyil, G Dwipayana menggandeng Pak Raden dan Kurnain Suhardiman. Pak Raden yang membuat bonekanya, sementara Kurnain menulis naskah Si Unyil. Saat itu, status Pak Raden dan Kurnain bukan sebagai pegawai PPFN.

Pada Desember 1995, Pak Raden menandatangani perjanjian dengan PPFN. Isinya, menyerahkan kepada PPFN untuk mengurus hak cipta atas boneka Unyil. Perjanjian itu berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani. Menurut Pak Raden, beberapa hari kemudian, perjanjian serupa muncul dengan tanggal yang sama: 14 Desember 1995. Bedanya, perjanjian baru itu tidak mencantumkan masa berlakunya.

Kemudian pada 23 Desember 1998, Pak Raden menandatangani surat penyerahan hak cipta atas 11 lukisan boneka, termasuk si Unyil, Pak Raden, Pak Ogah, dan lain-lain. Pada 15 Januari 1999, PFN mendapat surat penerimaan permohonan pendaftaran hak cipta dari Direktorat Jenderal Hak Cipta Paten dan Merek Departemen Kehakiman atas 11 tokoh itu.

Ketika ditanya upaya Pak Raden memperoleh hak cipta si Unyil, Manajer Administrasi Umum PPFN E.M. Rasyid berkata, “Dulu kan yang membiayai proses produksi awal Unyil itu adalah PFN. Segala macam penelitian segala macam itu dibiayai oleh PFN. Yang jelas, ada peraturan dan undang-undang itu yang mengatakan bahwa apabila dilakukan penelitian segala macam… jadi yang mempunyai hak royalti adalah orang yang membiayainya.”

Di lain sisi, PPFN berkukuh hak cipta Si Unyil tetap milik mereka. Hal ini diungkapkan juru bicara Pak Raden, Khrisna Pabichara, setelah melakukan mediasi dengan PPFN pada Kamis, 19 April 2012. “PPFN bersikukuh memiliki hak cipta Unyil,” katanya.

Menurut Khrisna, PPFN berdalih tidak bisa memberikan hak cipta itu kepada Pak Raden lantaran kewenangan pengalihan hak cipta tidak dimiliki direksi PPFN, melainkan ada pada Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini dikarenakan Kementerian BUMN menaungi PPFN.

Khrisna mengatakan Pak Raden masih belum puas atas hasil mediasi ini. Pasalnya, kepemilikan atas boneka yang sempat populer pada 1980-an ini masih belum dimiliki Pak Raden. Meskipun mediasi gagal, Pak Raden tidak akan memutuskan hubungan personal kepada PPFN. Pihak PPFN sendiri enggan berkomentar terkait hasil mediasi.

1
2

SHARE
Previous articleFirefox Segera Masuk Versi 13, Semakin Mendekati Chrome
Next articleThe Avengers Pecahkan Rekor Dengan $178.4 Juta
Pecinta game (terutama RPG) yang dulunya merupakan fans dari Zigma - sekarang adalah Feature Editor Zigma Omega hingga saat ini. Sekarang Reyner telah menjadi apoteker lulusan salah satu fakultas negeri di Surabaya. Selain game, Reyner juga mengikuti update mengenai anime dan manga terbaru, dan juga sedikit melirik dunia gunpla.