Acer Iconia W510, Tiga Mode Pengoperasian-Mengetik, Menyentuh dan Melihat

Menjelang digelarnya COMPUTEX 2012 yang diadakan di Taipei, Taiwan (China) mulai 5 sampai 9 Juni 2012, banyak produsen IT dunia yang mengkonfirmasikan produk mereka. Seperti Acer yang rupanya sudah ancang – ancang menyambut Windows 8 dengan mengenalkan PC All-In-Ones yang memang dikhususkan untuk OS terbaru Microsoft tersebut, selain juga ultrabook dan tablet mereka yang dipastikan juga bisa menjalankan Windows 8 dengan lancar.

Selain Iconia W700 yang kamu ulas sebelumnya, Acer juga membawa Iconia W510 selama COMPUTEX 20120. Memang astanya lebih rendah dari Iconia W700, kamu mendapatinya hanya membawa layar (sudah diketahui jenisnya IPS alias in-plane switching seperti yang digunakan Apple untuk gadget iOS mereka) berukuran 10.1-inchi. Apa yang istimewa dari Iconia W510 ini adalah seperti seri ASUS Transformer dijual sepaket dengan docking keyboard dengan tombol model chiclet, yang sekaligus juga berperan sebagai “nyawa tambahan,” karena di dalamnya tersimpan baterai cadangan. Acer mengklaim dengan dukungan baterai cadangan tersebut, Iconia W510 mampu bertahan digunakan hingga 18 jam.

Nyaman sebagai tablet, lebih fungsional dengan docking keyboard-nya... Oh ya, di atas layar kamu dapati kamera sekunder, serta di bawahnya juga terdapat tombol Windows seperti pada Iconia W700.

Kemudian meskipun menyatu dengan docking keyboard tersebut, kamu masih bisa memutar layarnya hingga 295 derajat, sehingga diperoleh penyajian yang pas untuk presentasi misalnya — dengan catatan kamu mau menunjukkan isi presentasi melalui layar 10 inchinya, di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dan jarak pandang juga maksimal 2 meter dari si Iconia W510 ini. Kamu bisa melihat lebih detail melalui video dari link verikut ini bagaimana model tablet fleksibel semacam ini bakal jamak dijual nantinya, karena sangat pas mengiringi fitur – fitur Windows 8.

Mode presentasi, kamu bebas dudul - dudul layar Iconia W510 ini, dan keyboard tersembunyi di belakang... Terlihat juga kamera 8 megapixel, lebih besar dari Iconia W700...

Lebih detailnya, di bagian bawah Iconia W510 kamu dapati ada port untuk menyatukannya dengan docking keyboard sekaligus kunciannya. Selain corong speaker kamu dapati di kedua sisinya, kamu juga temui banyak port lain. Seperti di sebelah kanan ada slot kartu SIM, slot microSD, port micro-USB dan HDMI, dan kemudian tombol pengatur volume dan microphone. Saya suka kelengkapan tablet ini, karena ada micro-USB langsung di tubuh tabletnya. Demikian kamu tidak perlu bergantung dengan docking keyboard, jika butuh ekspansi storage, tinggal manfaatkan port micro-USB. Sedangkan di bagian atasnya kamu dapati tombol power, tombol pengunci layar dan port audio. Di balik layar, pada casing belakang kamu temukan juga selongsong kamera dengan lensa 8 megapixel yang dilengkapi LED flash — kamera sekunder juga ada di atas layar.

Gambar atas terlihat barisan port-nya yang lengkah di sisi kanan tabletnya. Kemudian pada gambar bawah terlihat port propietary / khusus, yang entah belum jelas kegunaannya...

Untuk docking keyboard-nya, karena layarnya lumayan lebar, selain keyboard Acer masih bisa menyisipkan port USB 2.0 ukuran full-size (bukan mini atau micro) di sisi kanan docking. Kemudian juga ada konektor khusus di sebelah kiri — yang ukurannya tipis dan panjang. Baik bagian tablet dan docking-nya tidak terasa berat, dan juga tipis — sayang belum ada data teknis dari Acer, untuk ukuran dan beratnya. Ketika digunakan pun terasa responnya yang cepat. Sementara ini kami baru bisa memastikan jika Iconia W510 ini menggunakan SoC dari Intel, yaitu Clover Trail dengan teknologi  32-nm, yang merupakan pengembangan dari Intel Atom. Mengenai harga, kami sendiri memprediksi Iconia W510 ini bakal dijual di rentang harga US$400 hingga $799.

Iconia W510… Touch, Type, View

httpv://youtu.be/CMgWUj1IBtA


SHARE
Previous articleE3 2012 : Developer Heavy Rain Memperkenalkan ‘Beyond’
Next articleUpdate Chapter VII & VIII NinjaKita
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.