ARM Siapkan GPU Mobile Untuk Gadget Kelas Low Hingga Highend

Kita sering membaca dan mendengar kata prosesor ARM dalam sebuah ulasan gadget mobile. Dan memang ARM sendiri identik sebagai bagian chipset mobile, serta bakal terus diperbincangkan, apalagi dengan dukungan Microsoft melalui Windows 8 mereka untuk jenis prosesor tersebut — dan diprediksi pada 2015 nanti lebih dari 20% PC bakal menggunakan prosesor ARM. Namun sebenarnya ARM itu sendiri juga menjadi nama perusahaan yang mengembangkan jenis semikonduktor khusus perangkat mobile tersebut. Adalah ARM Holdings plc yang berpusat di London, Inggris. Sampai saat ini silicon produksi mereka dianggap mendominasi pasar mobile, dan juga segera PC dengan Windows 8 yang mencoba keluar dari belenggu arsitektur lawas x86 yang identik dengan Intel serta AMD, dan juga mendukung jenis prosesor ARM. 

Selain mendesain CPU mobile, rupanya ARM Holdings juga menjadi nama dibalik GPU mobile yang cukup diakui, yaitu Mali-400 GPU. Samsung Galaxy S II, Galaxy Note dan Galaxy S III adalah tiga Droid yang mempopulerkan GPU tersebut, dengan hasil pengujian yang tidak kalah dibandingkan kompetitor seperti dal NVIDIA dengan ULP GeForce mereka, Qualcomm yang mengandalkan Adreno, atau bahkan Texas Instrument yang memiliki PowerVR dalam jajaran chipset OMAP mereka. Kabar terbaru dari ARM Holdings, kemarin mereka mengkonfirmasikan penerus dari GPU Mali-400, melalui Mali-450, prosesor grafis yang dikembangkan berdasarkan arsitektur ARM Utgard dan dikhususkan untuk smartphone kelas low dan mid-range.

 

Menurut pernyataan mereka, Mali-450 GPU menerima peningkatan kinerja, serta juga perubahan pada arsitekturnya dengan penambahan core. Sebelumnya untuk GPU berbasis Mali-400, tergantung produsen smartphone mau memasangkannya dengan GPU yang core-nya 1 atau sampai 4 core. Dan karena kita tidak pernah mendapatkan detail berapa core sebuah Mali-400 dalam brosur spesifikasi teknis sebuah smartphone, jika kita menemukan sebuah tablet low end yang harganya sangat terjangkau, bisa disimpulkan menggunakan Mali-400 dengan core yang minim. Sedangkan untuk Mali-450 ini, ARM mendesainnya bisa dioperasikan hingga 8 core. ARM menambahkan, gadget dengan kebutuhan kinerja yang tidak terlalu berat seharusnya cukup dengan 1-4 core Mali-400, sedangkan 5-8 core Mali-450 lebih cocok diterapkan untuk smartphone dengan kebutuhan grafis yang lebih berat. Demikian nantinya Mali-400 bakal lebih dikhususkan untuk produk yang menyasar konsumen low-end, dengan Mali-450 untuk pengguna mid-range.

ARM Holdings sendiri juga tengah menyiapkan lineup GPU untuk produk high-end, yang dikembangkan dari arsitektur Midgard dengan kode Mali-6xx (sementara ini sudah dikenalkan Mali-T604 dan Mali-T658). Perbedaan dibandingkan Mali-450 jelas ada peningkatan kinerja yang besar, dan bakal ditujukan untuk kebutuhan komputasi khusus pada GPU. ARM nantinya bakal melisensikan GPU Mali-6xx mereka, dan kita bisa berharap menemukan GPU ini pada PC, tablet atau smartphone high-end akhir tahun 2012 ini — dan satu yang sudah dipastikan bakal menggunakan Mali-T604 adalah Samsung Galaxy Note 10.1 dengan chipset Samsung Exynos terbaru, yang hasil benchmark-nya sendiri sudah terbukti 2x lipat dibandingkan Galaxy S III.


SHARE
Previous articleSteel Battalion: Heavy Armor
Next articlePAC-PAD Takhti 7, Tablet Dual Core yang Hanya 1,5 Jutaan!!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.