Microsoft Windows Phone 8, Pengalaman Desktop di Layar Smartphone

Microsoft akhirnya berhasil menyatukan desktop dan mobile melalui duet Windows 8 dengan Windows Phone 8… Siap “mewabah” akhir tahun ini di PC, laptop, tablet, dan kini juga smartphone!

Dukungan coding native antara Windows Phone 8 dan Windows 8 membuka akses DirectX (atau mungkin Direct 3D?) API digunakan pada smartphone. Kita bisa berharap pengalaman game yang jauh lebih baik dibandingkan game - game XNA (yang rata - rata game Xbox Live Arcade) sebelumnya untuk Windows Phone 7.

Demikian Windows Phone 8 menjadi lebih baik. Hardware yang jelas lebih kencang membuka kemungkinan untuk memainkan game yang lebih cepat dan juga lancar dalam menjalankan semua aplikasi dengan kebutuhan resource besar, yang mana untuk pertama kalinya bakal dibangun dalam native code C/C++ yang jamak digunakan para pengembang software PC. Kemudian dengan dukungan kernel yang sama dengan Windows 8 dan Windows RT, bisa disimpulkan jika Microsoft berhasil membuat sebuah platform yang bisa berjalan di desktop, laptop, tablet dan juga smartphone — bisa jadi nantinya juga pada konsol mereka, Xbox 360, atau Xbox 720 mungkin! Bayangkan jika nanti semua aplikasi desktop dengan mudah di-port ke mobile, dan kita bisa memainkan game – game yang sebelumnya di luar bayangan bisa muncul sebagai mobile game…

Kembali ke Windows Phone Summit, melalui event tersebut Microsoft juga mengajukan satu fitur yang sepertinya tidak asing akhir – akhir ini, karena Apple pun menerapkannya untuk bakal calon iOS 6 mereka melalui Passbook, dan juga kemarin Google Wallet namanya sedikit disinggung karena menjadi aplikasi yang justru membocorkan nama Jelly Bean. Mengandalkan fitur NFC, adalah fungsi “dompet digital” dalam hub Wallet untuk pengguna yang banyak memiliki kode akses dan kartu kredit, mempermudah mereka mengatur data dari setiap kartu dan kode akses. Namun fungsi wallet ini juga bergantung pada dukungan SIM card operator, bukan pada hardware di smartphone itu sendiri. Demikian operator tidak perlu harus menghilangkan aplikasi tersebut, tinggal menutuk akses dukungan untuk wallet itu saja. Seperi Passbook, Wallet juga menjadi solusi bagi pengguna dengan koleksi banyak kupon dari website, seperti kupon dari Groupon, dan juga loyalty card — atau biasa juga disebut sebagai rewards card, points card, atau club card.

Sejak Nokia mengakuisisi pengembang software pemetaan Bumi Navteq pada 2007 lalu, Nokia Maps berkembang sangat pesat. Akses peta secara offline dan juga panduan suara turn by turn direction-nya menurut kami menjadi yang terbaik.

Selain itu Microsoft yang makin intim dengan Nokia, mereka juga memasukkan aplikasi pemetaan Bumi yang cukup populer (di smartphone Nokia tentunya), Nokia Maps, yang bakal ter-build langsung di dalam Windows Phone 8. Apa yang kami sukai dari Nokia Maps, dibandingkan Google Maps adalah adanya dukungan offline map. Memang fasilitas tersebut sudah sejak lama eksis di smartphone Nokia di era Symbian, namun mereka baru membuka akses download offline map untuk Windows Phone awal tahun ini. Dengan data map yang tinggal di-download gratis, kamu bisa melakukan navigasi tanpa harus terpaku pada kebutuhan akses data, seperti pada Google Maps. Namun Google sendiri melalui event Google I/O mendatang, juga bakal mengkonfirmasikan update Google Maps yang mendukung aksen offline via cache data.

Dan terakhir, buka halaman 4

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.