Friday Night Movie Review: Brave

Sebelum saya mulai membahas mengenai film animasi terbaru dari Disney dan Pixar ini, saya mau mengucaplan selamat datang ke para pembaca, di artikel mingguan pertama dari Duniaku. Disini saya akan membahas mengenai film-film terbaru yang sedang tayang di bioskop tanah air. Artikel ini akan selalu hadir tiap hari Kamis, dan saya akan selalu berusaha untuk membahas film terbaru yang sedang nge-trend. Tapi jika misalnya pembaca ingin me-request film tertentu atau sekedar ingin memberikan masukan silakan tinggalkan pesan di FB saya http://www.facebook.com/leonardo.a.santoso, saya akan berusaha untuk menanggapinya. Ok sekarang langsung saja kita bahas Fim perdana dari artikel ini, Brave. Oh iya, sebelum mulai membaca, saya peringatkan dulu bahwa review ini akan mengandung SPOILER, kadarnya tidak akan banyak tapi bagi yang tidak menyukainya, you have been warned.

Putri Merida sangat hebat dalam memanah

Terus terang Brave tidak memenuhi harapan saya. Ini karena ketika melihat judul Brave, membaca sinopsisnya, dan juga melihat tokoh utama sang putri Merida, saya otomatis berpikir, wah ini pasti bakal jadi film animasi keren yang memiliki banyak adegan action dan perang. Yah paling tidak mirip seperti Mulan, Hercules, atau Robin Hood. Tapi nyatanya justru bertentangan dengan itu, bukan hanya minim adegan action dan perang, bisa dibilang tokoh antagonis utama dari film ini (seekor beruang bernama Mordu) juga sama sekali tidak menjadi fokus utama, dan hanya berperan sebagai pengisi kekosongan saja.

Tapi walaupun tidak sesuai dengan harapan saya, saya tetap mengatakan bahwa Brave ini adalah film yang bagus. Mungkin memang tidak cocok untuk ditonton orang dewasa maupun yang beranjak dewasa, tapi bagi yang masih kecil dan remaja, Brave adalah tontonan yang cukup saya anjurkan. Pesan moral yang disampaikan film ini sangat bagus dan saya kira sangat sesuai untuk generasi muda sekarang yang rata-rata memiliki masalah dengan orang tuanya.

Brave bercerita mengenai putri tomboi bernama Merida. Tidak seperti kebanyakan tuan putri, Merida gemar berkuda, bertualang, dan sangat jago dalam memanah. Tapi seperti putri lainnya, ia suatu saat harus bertunangan dan menikah dengan salah satu pangeran dari suku tetangga. Hari untuk memilih calon suami sudah dekat, dan Merida tetap menolak untuk dijodohkan. Pada akhirnya ia melakukan tindakan yang nekat. Akibatnya ia serta sang bunda ratu harus menemukan jalan untuk mengatasi akibat dari tindakan nekat Merida ini.

Nafsu makannya juga luar biasa

Sebenarnya jalan cerita dari Brave tidak bisa dibilang orisinal, masalah perjodohan dan tuan putri yang tomboy sudah sering kali diangkat menjadi film layar lebar. Bahkan permasalahan antara Merida dan sang Ratu pun bisa dibilang sedikit mirip dengan permasalahan Lindsay Lohan dan Jamie Lee Curtis di Freaky Friday (walaupun disini Merida dan Ratu tidak bertukar tubuh). Tapi walaupun begitu Brave mampu menampilkan permasalahan-permasalahan klise ini dengan sangat menarik, kocak, dan juga mengharukan. Saya terutama sangat menyukai kutipan yang menjadi kunci untuk menghilangkan kutukan sang ratu “Fate be changed, look inside, mend the bond torn by pride.” (Nasib berubahlah, lihatlah ke dalam, perbaiki hubungan yang rusak karena harga diri) yang ternyata lebih dalam dari sekedar menjahit ulang sebuah tapestry.

Dan memang, pada akhirnya kutukan dari sang penyihir tersebut mampu mengubah nasib dari Merida, tapi bukan karena kekuatan sihir, melainkan karena “keberanian” Merida dan sang ibu untuk saling mendengarkan, mengerti, dan memaafkan. Memang mengakui kesalahan sendiri adalah salah satu bentuk keberanian yang harus lebih banyak kita miliki. Selain pesan moral, salah satu hal lain yang saya sukai dari film ini adalah musiknya yang menenangkan hati, dan juga aksen para pemainnya yang terdengar sangat lucu (menggunakan aksen orang skotlandia)

Sebagai penutup, saya tegaskan sekali lagi, film ini adalah film kartun yang lebih ditujukan untuk pembaca yang masih muda, jadi jangan berharap akan mendapat banyak adegan perang dan aksi pertarungan yang keren. Tapi bagi pembaca yang menyukai film keluarga dengan pesan moral yang kuat, maka saya sarankan untuk melihat Brave. Saya terutama menyarankannya bagi orang tua dan anak, tontonlah film ini bersama-sama, dan bahaslah mengenai permasalahan yang dialami Merida dan bundanya. Mendengarkan adalah salah satu hal yang harus sering dilakukan baik oleh orang tua maupun anak. Oh iya, tidak perlu melihat versi 3D dari film ini, karena efek 3Dnya biasa saja.

httpv://youtu.be/TEHWDA_6e3M


SHARE
Previous articleProject X Zone Juga Memiliki Karakter Orisinil!
Next articleMemaksimalkan Play Store, Panduan Menguasai Pasar Aplikasi Google
Seseorang yang awalnya ingin menjadi seorang teknokrat namun justru berkecimpung di dunia game. Penggemar Jessica Alba dan Alexis Bledel yang memiliki spesialisasi di antaranya dalam bidang Anime, Game, RPG, Game Design, Manga, Movie dan Trading Card Game. Saat ini mendapat posisi sebagai Managing Editor ZIGMA dan OMEGA serta Lead QA I Play All Day Studio.