Google Glass di Google I/O, Mengubah Dunia Menjadi First-person View

Bagaimana kabar Google Glass? Proyek eksperimental Google yang membawa augmented reality dari sekadar tampilan visual menjadi sebuah kenyataan melalui perangkat head-mounted display (alias HMD), dan apa yang ditampilkan dalam layar mungil di depan mata tersebut merupakan hasil integrasi dengan smartphone atau tablet Android. Glass ini bertindak seakan kamera yang bisa kamu gunakan untuk menangkap gambar dan video dari sudut pandangmu menarik, membagikannya sehingga orang lain bisa melihat apa yang menurutmu menarik dan tertangkap oleh mata.

Sergey Brin menyebutkan jika kacamata futuristis ini bisa dinikmati tahun depan...

Melalui Google I/O, kami mendapatkan kabar perkembangan proyek yang memang belum selesai itu, dan bahkan Google sendiri membuka kesempata pre-order bagi para developer. Lebih jelas mengenai Google Glass, bisa kamu baca kembali artikel kami sebelumnya ini Project Glass.

Sebagaimana smartphone dan tablet yang bakal menjadi rekan tandem-nya, Google Glass yang sementara ini kita ketahui berbentuk kacamata itu memiliki prosesor, kamera, internal storage, touchpad di sisinya untuk interaksi, mikropon, speaker, beberapa chip radio tersendiri (entah apakah ada bluetooth dan WiFi) dan juga sensor seperti gyroscope, accelerometer dan compass. Prototip yang ditunjukkan selama Google I/O terlihat nyaman digunakan karena beratnya disebutkan tidak lebih berat dibandingkan tipikal kacamata hitam.

Salah satu pendiri Google, Sergey Brin yang menjadi salah satu juru bicara selama presentasi Google Glass menyebutkan bahwa mereka menyiapkan Google Glass Explorer Edition, yang lebih ditujukan bagi para developer (khususnya mereka yang berbasis di US dan menghadiri Google I/O), bisa dipesan mulai event kemarin dengan harga US $1,599 sepasang… itu pun baru bisa didapatkan awal tahun 2013!

Google juga menunjukkan demo singkat penerapan Google Glass ini melalui adegan team Glass yang melakukan penerjunan dari helikopter, dan bagaimana mereka menerapkan fitur Hangout dari Google+ di udara. Desainer Google Isabelle Olsson menyebutkan jika Google mendesain Glass mereka ini sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pandangan mata ke depan. Demikian posisinya dibuat agak di atas arah pandangan mata agar tidak menghalangi pandangan ke depan.

Kemudian salah satu anggota team Glass yang mendemonstrasikan produk ini, Babak Parviz menyebutkan jika Google Glass sangat tepat bagi orang tua yang ingin merekam momen penting selama mereka menghabiskan waktu bersama anak – anaknya, karena dengan sudut pandang “first-person point of view” content yang dihasilkan dan ditampilkan bisa terlihat lebih pribadi dan emosional.

Memang tidak banyak detail diungkapkan, dan kita masih harus menunggu apakah proses pengembangannya bakal berjalan lancar dan sesuai jadwal awal tahun depan ketika versi preview-nya dirilis.

Project Glass: Skydiving Demo at Google I/O 2012

httpv://youtu.be/uh-liQDE3cM

Project Glass: Live Demo At Google I/O

httpv://youtu.be/D7TB8b2t3QE


SHARE
Previous articleGoogle Perbarui YouTube dengan Interface Baru dan Offline Video
Next articleDapatkan Bola Basket Di NBA 2K13 Dynasty Edition
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.