Friday Night Movie Review: Ice Age Continental Drift

Ok, sebelum ada yang protes mengenai review minggu ini (yang lagi-lagi membahas mengenai film kartun), sebenarnya saya berniat untuk membahas Dark Knight Rises. Tapi karena film tersebut baru main besok, jadi terpaksa review untuk si manusia kelelawar menunggu sampai Kamis depan.

Bicara mengenai film kartun, Ice Age 4 bisa dibilang memiliki prestasi yang cukup luar biasa. Ini karena jarang ada film kartun layar lebar (atau film layar lebar pada umumnya) yang memiliki seri lebih dari tiga. Bahkan film kartun paling laris sepanjang masa pun, Toy Story, hanya memiliki tiga seri saja. Entah apa alasannya, yang pasti trilogi sepertinya adalah angka keramat yang sulit untuk dilampaui banyak film pada umumnya. Lalu bagaimana dengan Ice Age 4 ini, apakah film kartun mengenai binatang prasejarah ini masih layak untuk ditonton atau bahkan untuk berlanjut ke seri 5?

Bagi saya pribadi, Ice Age 4 ini masih sama lucunya dengan Ice Age 1, 2, maupun 3. Tapi itu karena saya menyukai komedi slapstick ala Three Stooges, Itchy and Scratchy, atau kalau yang lokal, Srimulat. Saya terutama tertawa terpingkal-pingkal ketika melihat tingkah pola Scrat, yang masih saja mengejar sebiji kenari dari seri pertama. Tapi masalahnya, Ice Age 4 tidak menawarkan hal baru jika dibanding seri-seri sebelumnya. Memang sih seri ini memiliki versi 3D yang cukup bagus, tapi tetap saja dari sisi cerita, Ice Age 4 kurang memiliki suatu hal yang spesial.

Hal ini sangat penting, karena menurut saya tiap film harus memiliki suatu adegan atau suatu saat spesial yang akan terus diingat-ingat oleh para penontonnya. Misalnya saja adalah adegan sirkus dari Madagascar 3, teriakan “Freedoooom” dari Mel Gibson di Braveheart, dan yang paling terkenal mungkin adalah “I’m Your Father-nya” Star Wars. Ice Age tidak memili momen-momen penting ini, jadi walaupun sepanjang film saya tertawa terbahak-bahak, tapi secara keseluruhan plot cerita Ice Age 4 cukup datar, dan saya jamin satu bulan dari sekarang saya sudah akan melupakan jalan cerita dari film kartun yang satu ini.

Saya sebenarnya sempat berharap banyak dengan kru bajak laut kapten Gutt. Apalagi ketika mereka mulai bernyanyi ala sebuah drama musikal, tapi sayangnya lagu yang mereka tampilkan ya hanya satu itu saja. Sangat disayangkan, padahal dua lagu yang ditampilkan pada end credit juga sangat keren. Jika saja ada sedikit suntikan darama musikal, saya yakin Ice Age 4 ini akan memiliki ciri khas tersendiri. Bukan hanya itu, cerita yang sering berpindah-pindah dari rombongan Manny, ke rombongan Ellie dkk juga saya kira tidak terlalu penting dan justru membelah plot cerita jadi dua. Jika saja Blue Sky Studios mau lebih memusatkan pada upaya dan petualangan Manny untuk kembali bersatu dengan keluarganya, saya kira Ice Age 4 bisa menjadi lebih baik lagi. Terus terang bagi saya, The Land Before Time masih jauh lebih baik dari Ice Age 4.

Tapi jika untuk sekedar menghibur keluarga, atau untuk melepas penat, saya kira Ice Age 4 lebih dari layak untuk ditonton. Terutama jika Anda memang menyukai lelucon slapstick seperti saya. Jika harus diberi nilai (skala 1-10), saya akan menilai Ice Age 4 ini antara 6-7. Oh iya buat penggemar Ice Age, jangan cemas, menurut rumor yang beredar, Ice Age masih akan berlanjut sampai seri ke 5.

httpv://youtu.be/0yFM32FwrDk


SHARE
Previous articlePoint Blank Anniversary Cup !!
Next articleDead Trigger 1.1.0, Update Dengan Banyak Content Baru!
Seseorang yang awalnya ingin menjadi seorang teknokrat namun justru berkecimpung di dunia game. Penggemar Jessica Alba dan Alexis Bledel yang memiliki spesialisasi di antaranya dalam bidang Anime, Game, RPG, Game Design, Manga, Movie dan Trading Card Game. Saat ini mendapat posisi sebagai Managing Editor ZIGMA dan OMEGA serta Lead QA I Play All Day Studio.