NASA Eksplorasi Mars dengan Curiosity

Planet Mars menyimpan segudang misteri bagi manusia. Selama ini yang kita ketahui adalah sebuah planet merah yang kondisinya terlalu ekstrim untuk ditinggali oleh makhluk hidup. Anggapan itu ada benarnya. Faktanya Mars tidak memiliki atmosfer, daya gravitasi, dan oksigen seperti di bumi. Hal itu semua adalah pernyataan dari NASA, yang kita percayai dan kita jadikan acuan. Walau puluhan wahana ruang angkasa telah dikirimkan ke Mars, masih banyak hal yang menjadi teka-teki dan memunculkan pertanyaan mengenai planet tersebut.

Kali ini NASA kembali meluncurkan wahana terbarunya ke Mars. Curiosity Rover dikenal dengan nama resmi Mars Science Laboratory (MSL). Namun, mesin ini lebih populer dengan sebutan Curiosity yang dicetuskan oleh gadis kelas 6 SD dari Kansas lewat tulisan esainya. Jika dilihat sekilas, rover ini bukan alat tepat untuk menggantikan posisi seorang geolog mengumpulkan batu di Mars. Tapi inspeksi dari alat ini menunjukkan jika dia memiliki sensitivitas seperti manusia.

Kendaraan penjelajah Mars milik NASA ini menempuh perjalanan 8 bulan dan 567 juta km untuk sampai di Planet Merah. Curiosity mendarat dengan sukses pada tanggal 5 Agustus (PST) atau 6 Agustus (EST) 2012. Rencananya, laboratorium ilmiah berjalan milik NASA ini akan memulai misi selama 2 tahun mengumpulkan bukti-bukti pendukung kehidupan di Mars.

Robot yang memiliki enam kaki, satu lengan, dan menggunakan roda besi ini akan difungsikan untuk melacak dan mengumpulkan data di Mars dengan mendaki gunung setinggi 4.828 meter. Selain kehidupan, diharapkan juga, hasil penemuan Curiosity bisa menjawab pertanyaan suhu dan cuaca masa lampau Mars, serta meningkatkan kepercayaan pemerintah Amerika Serikat untuk memberi bantuan dana kepada NASA dalam penjelajahan selanjutnya.

Video berikut menampilkan proses pendaratan Curiosity yang disiarkan langsung melalui satelit.

httpv://www.youtube.com/watch?v=cZlo0wHx9bk
httpv://www.youtube.com/watch?v=Wby2JSyQSkU

Berikut adalah foto-foto dari Curiosity yang sudah dipublikasikan NASA:

Laboratorium berjalan dengan bobot 900kg ini akan sangat berperan penting di penelitian Planet Mars. Dengan menggunakan Curiosity, para ilmuwan NASA akan menggunakan remote control untuk mengatur pergerakan kendaraannya. Mereka juga akan menggunakan berbagai lengan robot dan perlengkapan yang ada untuk menggumpulkan contoh-contoh udara, batu-batuan dan berbagai sample lainnya yang akan sangat berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Apa artinya hal ini bagi kita? Umm, saya sih sangat ingin adanya pembuktian bahwa ada makhluk lain di luar planet Bumi kita. Bagi industri pop culture, tentu saja pendaratan di Mars ini akan memberikan gambaran jelas tentang kondisi Mars sekarang (untuk bahan film atau komik sci-fi selanjutnya). Lalu bagi dunia game, setidaknya Rovio sudah menyiapkan update terbaru untuk Angry Birds Space-nya seperti yang sudah dibahas sebelumnya.

Bagi saya pribadi, ada satu tanda tanya besar: Tumben NASA mau buka-bukaan soal penelitiannya?


SHARE
Previous articleWed Morning Ultralist : 10 Hal Menyebalkan Jika Tumbuh di Era 90an
Next articleMengintip Demo Multiplayer Black Ops II
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.