Duniaku Movie Review: Resident Evil: Retribution

Mika Nakashima hadir lagi untuk memerankan korban awal dari T-Virus di jepang

Biasanya saya mencoba menghindari spoiler ketike me-review suatu film. Tapi untuk kali ini mau tidak mau saya harus membeberkan banyak spoiler, karena hanya dengan inilah Anda bisa mengetahui seberapa buruk kualitas dari seri kelima ini. Jadi sebelum Anda mulai membaca artikel, ini adalah peringatan SPOILER terakhir yang akan saya berikan.

Ok, sebelum berbicara mengenai seri ke lima ini, bagi yang belum melihat seri-seri sebelumnya, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui. Di seri ketiga, T-Virus yang berasal dari Racoon City mulai menyebar ke seluruh dunia. Lima tahun setelah itu, seluruh Amerika berubah menjadi padang tandus. Sedikit manusia yang tersisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain sambil berusaha untuk mencari tempat yang aman. Tempat tersebut diyakini ada di Alaska. Di seri ke-4, para jagoan kita berhasil mencapai tempat tersebut, yang ternyata adalah sebuah perangkap dari Umbrella.

Nah di seri kelima ini, cerita dimulai tepat dengan berakhirnya seri ke-4. Ceritanya kapal yang dinaiki Alice dan kawan-kawan diserang oleh Umbrella, akibat ledakan misil, Alice terlontar ke laut dan tidak sadarkan diri. Cerita kemudian beralih ke semacam dunia paralel, dimana Alice menikah dengan Carlos dan mereka memiliki anak. Keadaan kemudian menjadi kacau ketika tiba-tiba zombie mulai bermunculan dimana-mana. Peristiwa kemudian berganti ke Alice, yang sekarang dipenjara di semacam fasilitas khusus milik Umbrela. Keganjilan pertam dari film ini muncul ketika tiba-tiba sistem keamanan dari penjara tempat Alice disekap mati secara tiba-tiba. Saya tidak mempermasalahkan sistem keamanan yang mati, karena memang nantinya dijelaskan bahwa Weskerlah yang bertanggung akan hal tersebut. Yang jadi masalah adalah kenapa di sel penjara ada lemari untuk menyimpan baju tempur untuk Alice. Terus terang ketika tiba-tiba salah satu dinding penjara terbuka dan disana tersedia baju tempur, saya langsung berpikir, WTF? Orang aneh dan bodoh mana yang menyediakan baju tempur di sel tempat ia memenjara orang?

Keanehan berikutnya hadir ketika Alice berhasil keluar dari penjara dan tiba-tiba berada di Jepang. Peristiwa kemudian berlangsung persis seperti pembukaan dari RE 4. Dimana Mika Nakashima menjadi orang pertama yang terjangkit virus zombie di Jepang. Pada akhirnya dijelaskan bahwa Alice sebenarnya berada dalam sebuah fasilitas penelitian, dan “Jepang” yang ia lihat (serta peristiwa dimana Carlos dan Alice memiliki anak) hanyalah sebuah simulasi untuk menunjukkan efek dari T-Virus pada para calon pembeli di seluruh dunia. Ini sekali lagi adalah hal yang aneh dan bertentangan dengan seri selanjutnya. Perlu kita ingat bahwa di RE 3, seluruh Amerika (dan kemungkinan seluruh dunia) sudah menjadi ladang tandus, di RE 4, dipastikan bahwa Jepang juga sudah terjangkit T-Virus. Jadi pertanyaannya, siapa yang tersisa untuk membeli T-Virus milik Umbrella? Di Film dijelaskan bahwa Umbrella berniat untuk menjual T-Virus ke Amerika, Rusia, Cina, dan Jepang, suatu hal yang konyol padahal semua negara tersebut sudah hancur akibat T-Virus di seri ke-3 dan 4. Dan satu hal lagi, siapa yang menjalankan simulasi Jepang? Padahal seharusnya Red Queen pada saat itu sedang melakukan reebot.

Li Bing-bing as Ada Wong, benar-benar mirip secara paras dan penampilan. Termasuk baju seksi merah dengan belahan kaki yang panjang.

Setelah berhasil lolos dari simulasi Jepang, Alice akhirnya bertemu dengan Ada Wong, agen dari Wesker yang diperintahkan untuk membebaskan Alice. Wesker mengatakan bahwa ia membutuhkan Alice untuk menemukan suatu senjata guna memerangi para zombie. Sekali lagi ini adalah suatu peristiwa yang menggelikan, mengingat di seri 3 sudah di pastikan bahwa darah dari Alice adalah vaksin yang berguna untuk menyembuhkan T-Virus. Untuk apa Wesker membutuhkan senjata? Tinggal memproduksi vaksin yang diambil dari darah Alice maka permasalahan akan terpecahkan bukan? Yah apapun itu, yang pasti sekarang Alice dan Ada harus berupaya lolos dari fasilitas rahasia milik Umbrella yang dikuasai oleh Red Queen (AI dari seri pertama). Mereka harus berjalan melewati Washington, daerah pinggiran kota, dan Moscow (semuanya hanya ruangan simulasi) untuk bertemu dengan tim ekstraktor, yang dipimpin oleh Leon. Bisakah mereka meloloskan diri dan akhirnya bertemu dengan Wesker?

Ok, saya hanya akan membahas cerita dari RE Retribution sampai sana saja, sekarang saya ingin membahas lebih lanjut lagi mengenai berbagai hal konyol yang ada di serial ini. Selain beberapa hal yang tidak sesuai dan melenceng dari plot cerita sebelumnya (seperti yang sudah saya katakan diatas), beberapa adegan di RE Retribution ini benar-benar konyol dan mengundang tawa. Salah satu hal adalah bagaimana sang sutradara menghadirkan karakter-karakter lama dengan alasan cloning. Hal ini menjadi semacam jalan pintas yang berkesan bodoh dan sangat memaksa. Untuk apa memaksa menghadirkan Carlos, dan juga berbagai karakter dari seri pertamanya?

Kekonyolan terus berlangsung ketika Barry yang sudah dicakar oleh Licker super besar, tiba-tiba saja kuat lagi untuk bertarung, dan bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi sama sekali (Memangnya dia memakai First Aid Spray ya?). Padahal di seri pertama sudah dipastikan bahwa cakaran Licker akan membuat mu terinfeksi oleh T Virus. Barry rupanya juga kebal terhadap tembakan senjata, karena setelah menelan beberapa butir peluru tepat di dadanya, ia masih bisa bangun dan membunuh musuh. Kekonyolan masih berlanjut ketika para penjahat memutuskan untuk menyandera Ada Wong setelah rentetan baku tembak yang cukup lama. Kenapa mereka tidak gunakan Ada sebagai sandera saja sejak awal? Bukankah dengan begitu mereka tidak perlu repot-repot baku tembak segala.

Dua kekonyolan terakhir terjadi ketika fasilitas Umbrella akan meledak dan ketika Alice akan dibunuh oleh Jill. Yang pertama hadir dalam bentuk lift yang tiba-tiba bisa bergerak dengan sendiri, padahal tadinya kendali lift ini sudah diambil alih dan dikatakan tidak bisa digerakkan lagi. Tapi ketika fasilitas Umbrella meledak dan air mulai masuk, tiba-tiba lift ini berfungsi lagi. Mungkinkah lift ini takut tenggelam sehingga ia kemudian memutuskan untuk bekerja? Sementara itu kekonyolan ketika Alice akan dibunuh Jill benar-benar adalah hal yang lucu. Tiba-tiba saja ban dari mobil salju yang terguling, berputar dengan sendirinya, dan Jill kemudian mencoba membunuh Alice dengan ban tersebut. Seolah-olah Jill memiliki remote control untuk membuat ban mobil salju tersebut berputar. Oh iya, dan satu kekonyolan paling akhir ketika film akan berakhir, ternyata sekarang Wesker sudah menjadi presiden Amerika dan ia membutuhkan Alice untuk melawan para zombie, yeah right >_<.

Kenapa juga si Alice harus pake selembar kain sebagai baju. Heran ga sih?

Bagi saya, secara plot cerita ini adalah seri RE terburuk sepanjang masa. Bukan hanya banyak hal konyol, tapi peristiwa yang ada juga bertentangan dengan plot cerita RE yang sudah ada. Penggunaan clone, dan juga berbagai monster serta peristiwa yang sudah pernah terjadi di seri-seri sebelumnya juga terasa sangat klise, murahan, dan mencerminkan kemalasan sang penulis naskah dan sutradara dalam berkarnya. Jika ada yang mengatakan bahwa cerita dari RE 5 ini bagus, maka bisa dipastikan mereka adalah fanboy ekstrim dari RE, dibayar oleh pihak produser, atau  belum pernah menonton film sejak 30 tahun lalu.

Tapi bukan berarti RE Retribution ini sama sekali tidak layak untuk ditonton. Jika kamu hanya memperdulikan aksi-aksi keren, RE 5 ini sangat layak untuk ditonton. Belum lagi efek 3D yang ditampilkan juga sangat keren. Ada beberapa peristiwa dimana saya benar-benar merasa obyek yang dilempar akan keluar dari layar dan mengenai saya. Tapi sekali lagi, jangan harap ceritanya akan membuat Anda puas, bahkan seri ke-5 ini membuat saya tidak bernafsu lagi untuk melihat seri ke-6.


SHARE
Previous articleUltralist: Evolusi Kostum Spidey Dalam Lima Dekade
Next articleAs Seen On TV: Master Chef Season 3
Seseorang yang awalnya ingin menjadi seorang teknokrat namun justru berkecimpung di dunia game. Penggemar Jessica Alba dan Alexis Bledel yang memiliki spesialisasi di antaranya dalam bidang Anime, Game, RPG, Game Design, Manga, Movie dan Trading Card Game. Saat ini mendapat posisi sebagai Managing Editor ZIGMA dan OMEGA serta Lead QA I Play All Day Studio.