Live from TGS 2012: Interview with Shafiq Husein

Tahun ini adalah pertama kalinya studio game Indonesia tampil di Tokyo Game Show. Meski demikian, gaungnya begitu terasa di Jepang. Indonesia terpilih untuk menjadi salah satu panelis di Asia Game Business Summit, bersanding dengan Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Pemerintah Indonesia juga sangat bangga dan mendukung ajang ini. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ibu Mari Elka Pangestu, yang juga memberikan konferensi tentang potensi industri kreatif di Indonesia.

Saya turut hadir di TGS tahun ini untuk memberikan dukungan penuh pada industri game Indonesia. Pada public day kemarin, saya berkesempatan bincang-bincang dengan Shafiq Husein. Public & Community Relation Manager Altermyth ini menggawangi booth Indonesian Game Studios sejak hari pertama TGS.

Duniaku Network (DN): Bisa diceritakan kesan-kesannya selama di TGS?
Shafiq Husein (SH): TGS ini gila! Ini baru event kelas dunia. Sangat berkesan, karena ini pertama kalinya Indonesia berpartisipasi di TGS. Bangga banget! Kita bisa satu event bareng perusahaan-perusahaan game Internasional.

DN: Bagaimana respon para pengunjung yang datang ke booth Indonesian Game Studios?
SH: Ternyata antusiasme mereka sangat besar. Banyak yang baru tahu di Indonesia ada game developer. Yang membanggakan, ternyata kualitas game kita juga nggak kalah.

DN: Siapa saja yang terlibat dalam Indonesian Game Studios ini?
SH: Bisa dilihat di booklet-nya, ada beberapa, seperti Altermyth, Agate Studio, Anantarupa Studios, Jotter Productions, dan Faunia Rancher.

Networking dengan berbagai perusahaan Jepang

DN: Kenapa tidak melibatkan lebih banyak studio?
SH: Sebetulnya kami sangat ingin memasukkan lebih banyak studio di dalam booklet. Tapi tentu saja ada keterbatasan halaman. Untuk trailers juga tidak bisa semua, karena ternyata rekan-rekan lain masih ada yang belum pede untuk menampilkan trailer gamenya di TGS.

DN: Bicara soal trailer, game apa saja yang trailernya ditampilkan? [catatan: trailer-trailer game Indonesia diputar non-stop di booth Indonesian Game Studios).
SH: Cukup banyak. Ada Pachipon Fishing dari Altermyth, yang akan dirilis akhir tahun ini. Juga ada Legend of Majumaru dan Panzer Arms yang masih Altermyth. Lalu ada juga Soccer Girl dari Tinker Games. Dari Anantarupa Studios ada Dewaruci dan Majapahit Online. Ada Combat Wings dari Komodoz. Jotter juga memamerkan video artwork mereka.

DN: Menarik. Saya juga sangat suka dengan trailer-trailer itu. Cuma sayang sekali, tidak ada trailer game-game dari Toge Productions atau trailer Football Saga 2-nya Agate yang keren itu?
SH: Ada keterbatasan waktu dan pasar. Mungkin mereka menganggap trailer-trailer gamenya kurang tepat diputar di TGS.

DN: Indonesian Game Studios ini kan ide kolaboratif. Bisa diceritakan prosesnya?
SH: Terus terang, prosesnya agak ribet. Saya ingin sekali semuanya bisa masuk. Tapi ya itu tadi, ada keterbatasan. Juga ada filter. Memang filternya subyektif. Yang menilai layak atau tidaknya adalah Altermyth.

DN: Tapi bagaimana tanggapan rekan-rekan game developer lain?
SH: Mereka sangat antusias. Sejak awal sudah banyak tanya tentang persyaratan untuk masuk ke dalam booklet dan trailer. Tapi memang harus dibatasi. Membawa booklet yang sekarang saja (tebal 24 halaman), kami sudah overweight.

DN: Apa ada pengalaman paling berkesan sepanjang TGS ini.
SH: Kedatangan Ibu Menteri ke TGS kemarin itu sangat berkesan. Banyak yang bilang ke saya kalau pemerintah Indonesia itu begitu perhatian dengan perkembangan game di Indonesia.

Kesibukan di booth Indonesian Game Studios

DN: Terakhir, apa harapannya setelah TGS ini?
SH: Harapannya tahun depan Altermyth datang dengan booth sebesar SEGA. Hahaha.

DN: Wogh, jadi Altermyth datang sendiri, nih?
SH: Hahaha, enggak lah. Bukan begitu. Hahaha. Harapannya ada event sekaliber TGS di Indonesia. Kemudian harapan lainnya, supaya masyarakat dan gamer Indonesia bisa bangga dengan game-game Indonesia. Kalau kita lihat, industri game Jepang bisa maju karena masyarakatnya bangga dengan game mereka sendiri.

DN: Oke, Shafiq. Terima kasih atas waktunya.
SH: Sama-sama :)


SHARE
Previous articleTGS 2012: Perilisan Soul Sacrifice Diundur
Next articleTGS 2012: Demonstrasi Versi Wii U Dragon Quest X
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.