Duel Stan Lee Media, Inc. vs. Walt Disney, Rebutkan Superhero Marvel

Semakin tinggi pohonnya, semakin kencangp pula angingnya”, mungkin pepatah itu sangat tepat untuk menggambarkan keadaan yang dialami Walt Disney saat ini. Pasalnya, saat film-film superhero Marvel laris manis di layar lebar, muncul permasalahan yang menyudutkan pihak Walt Disney.

Entah siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi yang terjadi saat ini adalah mantan perusahaan Stan Lee, Stan Lee Media, Inc. mengatakan bahwa mereka memiliki hak cipta/copyrights, dari karakter-karakter superhero Marvel seperti Spider-Man, The X-Men, The Avengers, dan masih banyak lagi.

Mereka pun mengajukan keluhan tentang pelanggaran hak cipta yang dilakukan Walt Disney Company dan mengklaim bahwa mereka tidak pernah memegang hak cipta atas berbagai karakter dari komik marvel yang telah kita lihat di layar lebar beberapa tahun belakangan ini.

Untuk dokumen hukumnya, secara lengkap bisa kamu baca disini.

Pada dasarnya, SLMI (Stan Lee Media Inc.) ingin tahu seberapa besar bagian yang bisa mereka dapatkan dari keuntungan $5.5 milyar yang telah diraih Walt Disney selama ini dari film-film superhero dan penjualan merchandise dari karakter-karakter yang diciptakan Stan Lee. Dan, SLMI ingin memiliki kontrol penuh dari apapun yang akan dikerjakan dengan karakter-karakter tersebut di masa depan.

Yang jadi pertanyaan buat saya, mengapa baru dipermasalahkan sekarang? Bukankah hijrahnya Marvel ke Disney sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, tentunya aneh kalau masalah ini baru diangkat sekarang.

Namun, apapun yang terjadi nanti, semoga tidak sampai berdampak pada film-film Marvel yang kini tengah diproduksi seperti Iron Man 3, Thor: The Dark World, Captain America: The Winter Soldier, Ant-Man,  Guardians of the Galaxy, dan yang paling saya tunggu-tunggu, Marvel’s The Avengers 2.

Sumber: ComicBookMovie


SHARE
Previous articleTiga Karakter Baru Untuk Injustice Gods Among Us
Next articleSamsung Galaxy S III mini Menampakkan Diri, Detail Spesifikasi Pun Terungkap
Art Director di TouchOn Magazine (nama baru dari Zigma dan Omega) Memiliki interest yang besar dalam dunia design dan photography. Merupakan penggemar berat film serta salah satu penggebuk drum di redaksi yang kini menikmati hobi baru sebagai penulis.