ASUS Resmi Meluncurkan PadFone 2, Lebih Kencang Berkat Snapdragon S4 Pro

Hari ini ASUS meluncurkan PadFone 2 di Taiwan. Kombinasi unik tablet dengan smartphone yang bisa dimasukkan secara sliding di casing belakang tubuh tabletnya tersebut membawa banyak upgrade dibandingkan PadFone pertama.

Sedikit detail spesifikasinya sudah kami ungkapkan kemarin. PadFone 2 ini memiliki layar 4.7-inchi dengan material Super IPS+ pada resolusi 720p 1280×720-pixel, prosesor empat inti dari Chipset Qualcomm APQ8064 atau lebih dikenal sebagai Snapdragon S4 Pro, sensor kamera 13-megapixel dengan pencahayaan belakang alias BSI dari Sony, serta depan 1.2-megapixel. Layarnya sendiri diproduksi oleh Sharp, dan menggunakan teknologi terbaru dari mereka yang disebut IGZO. Selain mampu menghasilkan kecerahan layar hingga 550nits, layar IGZO (indium gallium zinc oxide) tersebut diklaim lebih hemat baterai karena tidak banyak LED diperlukan yang berperan sebagai backlight.

Kemudian bicara mengenai kamera, sensornya mampu merekam video dengan kualitas 720p pada 60fps, sedangkan pada kualitas fullHD 1080p pada 30fps, dan bahkan mampu memotret 100 foto tanpa jeda dengan resolusi fullHD! Bagian tabletnya sendiri lebih tipis dari PadFone pertama, dan kini cover docking bay dimana kita memasukkan bagian smartphone-nya juga ditiadakan — sehingga bagian belakang smartphone-nya terekspos jelas.

[nggallery id=98]

Melihat ke dalam, PadFone 2 dilengkapi 2GB RAM, baterai 2,140mAh yang fix alias tidak bisa digonta – ganti, layar dengan lapisan yang sama seperti Nexus 7 yaitu Corning Fit Glass, ada chip near-field communication NFC, dan layanan storage di awan sebesar 50GB dari Asus WebStorage selama 2 tahun. Lega ya bonus cloud storage-nya… Wajar, karena memang PadFone 2 ini tidak menyertakan slot microSD dan kamu hanya mendapatkan pilihan internal storage antara 16, 32 dan 64GB saja.

Urusan konektivitas, PadFone 2 melengkapinya dengan radio GSM 3G WCDMA 900/2,100MHz, sekaligus juga 4G LTE 800/1,800/2,600MHz pada versi lainnya. Varian dengan koneksi LTE tersebut sesuai frekuensinya bakal ditujukan untuk operator di wilayah Amerika Utara, Australia, dan Jepang. Berhubungan dengan frekuensi radio, PadFone 2 juga menggunakan microSIM sebagai media penyimpan data operator. Saat ini Padfone 2 masih menjalankan Android 4.0 Ice Cream Sandwich, dengan update Jelly Bean sudah direncanakan ASUS tidak lama lagi.

Sedangkan bagian tabletnya, masih sama dengan diagonal layar 10.1-inchi serta menyimpan baterai cadangan 5,000mAh (dibandingkan 6,600mAh pada PadFone pertama), dan berat (minus bagian smartphone) 514-gram. Ketika smartphone-nya dipasang, beratnya menjadi 649-gram, atau sekitar 200g lebih ringan dari kombinasi tablet-smartphone pada PadFone — wajar, karena PadFone 2 ini juga minus Padfone Station Dock, yang berfungsi sebagai keyboard eksternal. PadFone 2 bakal mulai dijual di Taiwan paling cepat minggu depan (menyusul kemudian China dan Hong Kong) dan bisa dibeli minus PadFone Station dengan harga sekitar $620 hingga $750 — bergantung kapasitas internal storage. Sedangkan jika kamu membelinya secara bundle plus PadFone Station, harganya bakal bertambah sekitar $200 — membeli PadFone Station-nya terpisah harganya lebih mahal, mencapai $310.

ASUS PadFone 2 Hands On

Perbandingan Dengan PadFone Pertama

Beberapa perbedaan mendasar antara PadFone 2 dengan yang pertama bisa kita lihat mulai melalui beratnya. Karena Padfone Station Dock dengan keyboard-nya dihilangkan, maka kini PadFone 2 plus Station-nya hanya seberat 649g. Lalu melihat dari sisi smartphone-nya, PadFone 2 seakan menjadi PadFone pertama yang membesar (layarnya). Namun kini posisi kamera sekunder dipindah dari sebelah kanan speaker ke ujung kiri pada PadFone 2, dan kini PadFone 2 tidak menyertakan tombol software pada layar, namun memilih tombol sensitif sentuhan di bawah layar.

Lalu melihat ke balik casing Sation, ketika kamu mau men-dock smartphone-nya ke Station juga lebih mudah, tanpa perlu kuatir covernya patah. Cukup masukkan smartphone dengan cara men-slide ke slot yang sudah disediakan. ASUS pun juga mempercepat pengatifan mode tablet-nya ketika bagian smartphone terhubung — berkat penggunaan Snapdragon S4 Pro. Di sisi audio, ASUS pun memasukkan software pemrosesan audio SonicMaster untuk PadFone 2.

Kemudian satu pembenahan baik lainnya, konektor 40-pin pada PadFone pertama diganti dengan konektor 13-pin baik untuk smartphone dan Station, yang berfungsi sebagai jalur data, video dan sinyal radio antara smartphone dan Station. Konektor 13-pin tersebut juga kompatibel dengan micro-USB — meskipun ketika kamu hubungkan dengan konektor tersebut, micro-USB standar tidak akan begitu pas terhubung.

Sumber: Engadget, Cnet


SHARE
Previous articleIGS 2012: Perebutan Tiket ke WCG, ESWC dan TGX 2012 di Hari Ketiga!
Next articleIGS 2012: Wawancara dengan Joe Net, Jawara DotA 2!

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.