PengPod, Konsep Tablet dengan Kemampuan Dual-booting Android dan Linux

Bagaimana jadinya jika dua sistem operasi open source yang paling populer di dunia, Android dan Linux disatukan, dan kita mendapat kendali mana yang bisa dijalankan melalui konsep dua-booting? Logikanya jika butuh ngoprek pasti ribet. Namun yang satu ini menawarkan solusi out-of-the-box bisa dual-boot Android dan Linux.

Ada banyak tablet Android murah di luar sana, dengan harga mulau 700 ribuan hingga kurang dari 2 jutaan. Walaupun brand-nya meragukan, namun mereka menjadi pilihan terbaik bagi para orang tua yang ingin memberi hadiah tablet sekadar untuk belajar dan bermain, dengan fungsi yang sama seperti tablet lain yang harganya bisa berkali lipat. Tipikal konsumen seperti itu terkadang juga kurang memperhatikan spesifikasinya. Asal bisa menjalankan Angry Birds, bolehlah dibeli. Namun satu ini selain murah, rupanya juga worthed karena memberi akses dual-boot. Masih dalam tahap penggalangan dana, dan bakal diproduksi oleh perusahaan bernama Peacock Imports, mereka menghadirkan tablet Android murah dengan satu kelebihan dual-booting Android dan Linux.

Akhir – akhir ini nama Linux menjadi daya tarik para pengoperek untuk bisa dimasukkan ke dalam tablet. Apalagi Canonical,  developer Ubuntu, juga menawarkan solusi mudah untuk meng-install Linux ke dalam Nexus 7. Itu untuk Nexus 7, dan tablet lainnya juga mungkin melakukannya, walau memerlukan langkah yang agak panjang. Namun dengan tablet PengPod yang ditawarkan Peacock ini, kamu mendapatkan konsep sederhana dual-booting dengan meng-install salah satu dari dua sistem operasi yang didukungnya ke dalam internal memory, sedangkan OS lainnya ke kartu SD. Tablet yang ditawarkan dengan harga hanya $100 tersebut memberi kita opsi memilih OS mana yang diinstall ke dalam sistem, dan mana yang diletakkan di kartu memory eksternal. Peacock sendiri menggunakan proyek Linaro yang memungkinkan Linux berjalan di perangkat berbasis prosesor ARM, yang tergabung dalam chipset Allwinner A10 yang digunakan untuk tablet PengPod ini. Sedangkan untuk membuat Linux lebih mudah dikendalikan dengan sentuhan, dipilihlah antar muka KDE Plasma Active. Untuk Android, versi yang digunakan adalah Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Memiliki Linux dan antar muka Plasma Active dalam sistem memungkinkanmu menjalankan banyak aplikasi Linux seperti LibreOffice, Chromium, atau XBMC media player. Bisa kamu lihat melalui video di bagian bawah bagaimana tablet ini menjalankannya. Peacock menawarkan beberapa pilihan tablet dual-boot ini, melalui PengPod700 berlayar 7-inchi (dengan harga US $99), PengPod1000 berlayar 10-inchi (harganya $185), dan PengStick, mini PC seukuran jempol yang harganya hanya $85. Peacock sendiri menunjuk Indiegogo menjadi partner penggalangan dana untuk proyek mereka ini, dengan target mendapatkan dana $49,000 hingga Desember 2012 nanti. Namun sejauh ini, kampanye tersebut baru berhasil mengumpulkan $2,000-an saja. Namun Peacock berjanji akan tetap memproduksi tablet rakitan mereka tersebut seandainya gagal mencapai target.

Langsung sama masuk ke website PengPod untuk mengetahui detail setiap produk tersebut. Atau masuk ke halaman Indiegogo untuk mendukung kampanye mereka ini dengan melakukan pre-order.

PengPod1000

PengPod700

PengStick

PengPod Device Features

Sumber: Indiegogo


SHARE
Previous articlePikachu Siap Mengejutkan 3DS XL di Eropa
Next articleMembangun Ponyville Impian Dalam My Little Pony Android dan iOS
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.