Harta Vaeran Dalam Dunia Novel Grafis

Setelah sukses dengan meraih berbagai award dalam bentuk novel, rupanya salah satu novel dari Vandaria Saga yang berjudul Harta Vaeran mendapatkan perhatian dari seorang mahasiswa, tepatnya mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang lebih dikenal dengan nama ITS. Mahasiswa yang memiliki nama panjang Inday Paramytha Putri atau yang lebih akrab dipanggil dengan nama Mytha tersebut rupanya memilih novel Harta Vaeran sebagai judul Tugas Akhir-nya, yakni, dengan mengadaptasinya menjadi sebuah novel grafis dengan panjang 50 halaman.

Sample dari Novel Grafis Harta Vaeran

Novel grafis yang dikerjakan dengan pewarnaan digital ini ternyata cukup digemari oleh orang-orang yang datang pada pamerannya dua minggu lalu. Dengan gaya gambar yang tidak biasa yakni mencampurkan gaya kartun dengan manga, novel grafis ini mendapatkan cukup banyak pujian dari para pengunjung. Nah, penasaran kenapa si Mytha yang memiliki nama Ciputh di dunia maya ini memilih Harta Vaeran? Berikut adalah wawancara singkat dengan Mytha yang saat ini sedang menikmati liburannya setelah akhirnya berhasil lulus dari ITS pada hari Kamis minggu lalu.

Ciputh's Profile Picture
Mytha/Ciputh, kamu bisa mengunjungi galeri digitalnya di ciputh.deviantART.com

Q: Langsung saja ya, kenapa sih kamu pilih Harta Vaeran sebagai judul TA-mu?

A: Dulu waktu aku mulai ngerjain TA, kebetulan nih Harta Vaeran baru rilis, setelah aku baca, aku jadi suka banget. Karena walau bertema fantasi, Harta Vaeran ini dapat dibaca tidak hanya oleh anak kecil namun juga remaja. Selain itu, Harta Vaeran merupakan novel pertama dari Vandaria Saga dan hanya dalam waktu 6 bulan setelah penerbitannya, Harta Vaeran mampu mendapatkan gelar sebagai Best Fantasy Novel. Award-award yang diterima sama Harta Vaeran ini cukup membantu aku pas ngerjain novel grafis-nya, karena pada awalnya judul TA ini cukup susah lho untuk disetujui oleh dosen-dosen karena novel grafis fantasi kan baru banget.

Q: Lalu, apa yang paling kamu suka dari Harta Vaeran sendiri?

A: Karakternya! (tertawa) Tiap karakternya menarik kalau diteliti kedalaman sidat dan perilakunya, penjahat terakhirnya juga masih naga, that’s so classic, like it! Ceritanya juga secara keseluruhan kayak baca novel fantasi dari luar negeri, kalau orang tidak tahu itu buatan Indonesia, mungkin bakal ngira kalau itu novel luar negeri. Kayak novel elf hutan-hutan gitu bahasanya. Yah, dasarnya aku juga sudah sangat suka dengan hal-hal fantasi, terutama yang ada naga-naga-nya dan bahasa-bahasa aneh sih, jadi tambah suka aja sama Harta Vaeran.

Q: Nah, itu kan dari cerita nih, tadi kamu juga bilang kalau kamu suka karakternya, ada nggak karakter favorit kamu? Lalu, alasannya kamu suka dengan karakter itu apa?

A: Waaaah suka semua aku (tertawa), paling suka Karnthe sama Certeus kalau secara keseluruhan, kalau secara sifat sama desain si Karin, kalau Fukhoy-Ri paling enak digambar (tertawa). Alasannya sih, dari awal baca sudah suka sama karakternya Certeus yang kesannya licik, easy going, menggampangkan segala hal tapi tetep berkesan dewasa. Kalau Karnthe, dari dulu memang sukanya tipe-tipe anak polos yang baru belajar sama tahu macem-macem gitu, kayak Sena dari Eyeshield 21 atau Onceler dari Lorax. Sebenarnya baru suka Karnthe pas mulai menggambar dan mendalami karakternya (tertawa).

Q: Cerita dong tentang suka duka waktu membuat novel grafis ini.

A: Sukanya sendiri pas ngerjain ini, banyak yang mendorong ngasih semangat tiap hari, dukanya… hampir tiga bulan aku mengurung diri kayak hikkikomori di Jepang demi menyelesaikan semua laporan sama perancangan novel grafisnya. Apalagi pas mepet deadline pengumpulan, mau lepas dari depan laptop aja udah ngeri. Terus waktu adaptasi karakter sampai disuruh bikin belasan sample, sampai mengulang-ulang terus sama dosen.

Q: Nah, ada nggak nih sepatah dua patah kata buat Vandaria sendiri?

A: Vandaria kan sekarang sudah jelas terlihat perkembangannya ya, apalagi akhir-akhir ini aku lihat novelnya sudah banyak banget, terus ada web game-nya juga. Nah, semoga semakin berkembang aja nih, baik secara nasional dan internasional. Semoga pasarannya juga semakin luas, tidak hanya gamer saja, namun juga penggemar fantasi di Indonesia.

Wah, selamat dan sukses ya untuk Mytha yang sudah berhasil lulus dan menyelesaikan novel grafis-nya, mungkin saja nih, kapan-kapan bisa dibawa salah satu sample novel grafisnya ke pihak Vandaria kalau sudah wisuda, hehehe. Oh ya, bagi kamu yang masih penasaran dengan hasil adaptasi dari Harta Vaeran ini, yuk klik halaman berikutnya!