CEO Ubisoft: Transisi Konsol yang Terlalu Lama Bisa Merusak Industri Game

Jangka waktu yang lama dari satu generasi konsol ke generasi yang baru mungkin menguntungkan bagi Nintendo, Microsoft maupun Sony. Namun hal tersebut ternyata buruk untuk para developer game besar. Setidaknya itulah pendapat dari Yves Guillemot, CEO dari Ubisoft saat mengomentari bagaimana lambannya transisi konsol dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

“Saya rasa yang terjadi sekarang adalah transisinya terlalu lama. Anda tahu di dalam sebuah industri, kita harus selalu mengganti mesin setiap lima tahun sekali. Namun tidak dengan industri game, tahun ini umur X360 sudah menapak tujuh tahun. Kita membutuhkan konsol baru, dan di akhir siklus biasanya penjualan turun drastis karena kurangnya IP baru sehingga sedikit banyak merusak industri ini,” ujar Guillemot seperti dikutip dari Polygon. “Saya harap, konsol generasi mendatang akan hadir lebih sering”, lanjutnya.

Guillemot memiliki alasan atas pendapatnya tersebut. Menurutnya, siklus konsol yang terlalu lama membuat publisher melarang developer untuk melakukan inovasi, dengan alasan untuk memperkecil resiko. “Transisi adalah waktu yang tepat bagi para kreator seperti kamu untuk mengambil lebih banyak resiko dan melakukan banyak hal berbeda. Ketika satu konsol sudah beredar dalam waktu yang sangat lama, kamu tidak akan mengambil banyak resiko dengan membuat sebuah IP yang benar-benar baru, karena meskipun IP tersebut sangat bagus, penjualannya tentu tidak akan besar.”, ujarnya lebih jauh.

Guillemot juga menyimpulkan, bahwa permulaan konsol baru adalah awal yang tepat untuk melakukan inovasi. Jadi, apakah tahun depan adalah waktu yang tepat untuk merilis X720 dan PS4? Silahkan share pendapat kamu di kolom komentar ya!

[Sumber: Polygon]


SHARE
Previous articleBertambah Lagi Pilihan Smartphone Berlayar Lega, Tahun 2013 Awali Perang Layar 5-inchi
Next articleIndustri Animasi Indonesia Inginkan Kebijakan Wajib Tayang Di Televisi
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.