Nokia S40 Terbaru Asha 205 dan Asha 206, Pertama Kali Gunakan Tombol Facebook

Nokia pernah menjadi “raja” di ranah smartphone dengan Symbian. Namun itu dulu, sebelum trend layar touchscreen memuncak, dan iOS muncul dibarengi dengan Android. Sayangnya, ego Nokia memilih mengembangkan OS sendiri melalui Meego serta Symbian Belle, yang keduanya pun ditinggalkan.

Kini Nokia berpartner dengan Microsoft melalui Windows Phone 8. Sayang, belum ada impact pada peta peredaran OS smarphone dunia. Selain berusaha memperbaiki posisi mereka di ranah smartphone, Nokia yang tidak mau pasar low mereka direbut oleh pesaing kembali memberikan pilihan baru, kali ini dengan dua feature phone Series 40 yang menyasar kelas low, Nokia Asha 205 dan Asha 206.

Seperti Asha 308 yang pernah kami ulas sebelumnya, kedua Asha terbaru ini mendukung fitur dual-SIM (walaupun juga ada varian yang hanya menawarkan satu SIM saja). Fasilitas yang biasa ditawarkan oleh banyak ponsel – ponsel lokal. Kedua Asha ini sekaligus juga menggeser Asha 201 sebagai ponsel Asha termurah mereka sebelumnya.

Mulai Asha 205 yang memiliki layar 2.4-inchi dengan resolusi 320×240-pixel, 64-MB  internal storage, dan kamera 0.3-megapixel yang mampu menghasilkan foto berkualitas VGA (640×480-pixel) serta video dengan kualitas QCIF (352×288-pixel), namun terlihat fungsional karena menerapkan keyboard full-QWERTY.

Sedangkan Asha 206 sebelas-duabelas, layarnya sama 2.4-inchi dengan bidang QVGA, kecuali orientasinya portrait karena memang tidak menawarkan kayboard QWERTY. Memory-nya sama, 64-MB, namun kameranya diperbesar menjadi 1.3-megapixel. Seperti Asha 205, juga memiliki slot micro-SD yang bisa menerima memory eksternal hingga 32GB. Kameranya tersebut juga otomatis bisa me-resize hasil foto menjadi seukuran 700KB, yang ideal untuk mem-post di Facebook. Sayangnya, kedua Asha ini maksimal hanya bisa terhubung di jaringan EDGE saja, pasti bakal lama mempost foto 700KB dengan koneksi yang pas-pasan!

Keduanya juga medapatkan gimmick fitur konektivitas Nokia Slam, yang memungkinkan sharing dengan cepat melalui Bluetooth tanpa harus melakukan proses pairing. Slam bekerja dengan modul Bluetooth versi 2.1 atau lebih, dan juga bisa diterapkan pada platform mobile lainnya, bukan hanya Asha ini saja — namun Windows Phone dan iOS belum mendukungnya.

Namun satu yang unik dari Nokia Asha 205 adalah langkah Nokia yang sepertinya bakal memasarkannya dengan tagline ponsel Facebook. Ada satu tombol akses langsung Facebook untuk mengakses cepat ke profil jejaring sosialmu (dan itu pertama kalinya dalam sejarah diterapkan untuk ponsel Nokia). Kemudian disediakan dalam beberapa pilihan warna casing juga mengindikasikan feature phone ini menyasar konsumen anak muda, yang di Indonesia memang bukan rahasia lagi sehari-harinya “mengonsumsi Facebook.”

Fitur lainnya banyak mengadopsi apa yang ditawarkan kakaknya Asha 308/309, seperti Easy Swap khusus untuk manajemen dual-SIM, dimana kamu bisa mengganti satu kartu SIM melalui slot di sisinya tanpa harus mematikan ponsel. Ponsel ini juga merekam setting sampai lima kartu SIM, jika kamu suka mengganti setting SIM mana yang dijadikan panggilan utama atau kineksi internet utama. Kemudian juga ada Nokia Xpress Browser bagi yang doyan browsing, dengan teknologi kompresi setara Opera Mini, menghemat biaya selama aktivitas browsing sekaligus juga mempercepatnya.

Kemudian melalui Nokia Nearby, walaupun tidak ada GPS di sini, namun kedua Asha seri 2 ini bisa mendeteksi local map dan mendeteksi points of interest terdekat menggunakan data lokasi pemancar operator. Lalu bicara content, Nokia cukup royal dengan membenamkan banyak aplikasi, seperti Facebook, Twitter dan eBuddy sudah preinstalled. Bagi gamer disediakan EA gift pack dengan 40 game premium gratis, serta tentu saja ada akses Nokia Store dengan hampir 1000 game dan aplikasi gratis di sana.

Kedua Asha tersebut bakal segera dirilis dalam beberapa minggu ke depan, dengan harga yang pastinya di bawah Asha 308 dan Asha 309 yang sudah mereka rilis sebelumnya. Jika kedua kakaknya itu dibanderol dengan harga antara Rp. 950 – 1 juta-an, maka untuk Asha 205 dan Asha 206 ini nantinya bakal dijual dengan harga sekitar Rp. 600 ribuan saja.

Spesifikasi Nokia Asha 205

  • System: GSM 850/900/1800/1900,
  • Facebook Button
  • Nokia Slam, to share content faster and easier
  • User Interface: Series 40 Asha
  • Dimensions: 113 x 61 x 13mm
  • Weight: 94.0g (including battery)
  • Display: 2.4-inch 65k colour QVGA landscape QWERTY TFT display
  • Camera: VGA
  • Memory: Up to 10MB free user memory; up to 32GB micro-SD card
  • Connectivity: GPRS/EDGE, 2.0 mm Charger Connector, Bluetooth v2.1 with EDR, 3.5 mm AV connector
  • Battery life: impressive 37 days standby / 11 hours talk-time

Spesifikasi Nokia Asha 206

  • System: GSM 850/1900,
  • User Interface: Series 40
  • Dimensions: 116 x 49.4 x 12.4mm
  • Weight: 91.0g (including battery)
  • Display: 2.4-inch, 65k colour 320×240 QVGA TFT display
  • Camera: 1.3-megapixels, video capture
  • Memory: Up to 10MB free user memory; up to 32GB micro-SD card
  • Connectivity: GPRS/EDGE, 2.0 mm Charger Connector, Bluetooth v2.1 with EDR, 3.5 mm AV connector
  • Battery life: 47 days standby / 20 hours talktime

Nokia Asha 205 Dual SIM: Everyone Online Now

http://youtu.be/f_KTeIHr-_E

Nokia 206: Larger than life

http://youtu.be/h126qqQSTT0

Nokia 206 Dual SIM: Larger than life

http://youtu.be/kzBpwd0bnJk


SHARE
Previous articlePria Australia Berhasil Memecahkan Rekor Dunia Bermain Game Selama 135 Jam!
Next articleJagoan Komik, Karakter dan Periklanan Lahir di PPKI 2012
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.