Episode Baru Live Action Video Metro: Last Light

Developer: 4A Games
Publisher: THQ
Engine: 4A Engine
Platform: PC Windows, PS3, X360, Cloud computing (OnLive)
Release Date: Maret 2013
Genre: FPS / Survival Horror

Tema post-apocalyptic memang masih menjadi salah satu rujukan developer game membuat gamenya. Seperti game dari tahun 2012 lalu, Metro 2033 yang diadaptasi dari novel karya penulis Rusia Dmitry Glukhovsky, sukses menghadirkan seperti apa keadaan Rusia pasca kehancurkan akibat radiasi nuklir, memaksa penduduknya berpindah ke lokasi bawah tanah yang disebut ‘metro.’ Sekuelnya sendiri yang berjudul Metro: Last Light sudah dikonfirmasikan sejak Mei tahun lalu, dengan rencana rilis pertengahan 2012 ini, namun ditunda dan bergeser ke rencana rilis Maret 2013.

Demo game ini memang sudak pernah ditampilkan selama event Electronic Entertainment Expo (E3) 2011 dan 2012 lalu. Dan apa yang menarik dari Metro: Last Light dari melihat demonya adalah detail grafisnya yang tinggi, walaupun itu dibangun dari engine besutan pengembang 4A Games. Efek kehancuran dan physic lebih banyak terasa, dan developer mengklaim walaupun demo dan game ini dikembangkan berbasis kekuatan PC, mereka akan membawa efek – efek tersebut ke konsol. Beberapa demonya bisa kamu lihat kembali di bagian bawah artikel ini. Kemudian poin lain yang membuat Metro: Last Light juga cukup dikenal adalah karena deretan promo live action trailer-nya yang begitu apik menggambarkan suasana pasca kehancuran dalam game ini, sehingga mampu meraih view count di YouTube mencapai 3.7 juta untuk semua video live action-nya. Dan minggu kemarin, 4A GAmes serta THQ merilis kembali live action baru, yang memperlihatkan flashback salah satu korban (mantan model) kehancuran Rusia dalam game ini. Lihat saja videonya di bawah:

Metro: Last Light – Survivors – The Model Trailer

Dan berikut deretan beberapa video live action-nya yang fenomenal:

Metro: Last Light – Enter the Metro Teaser

Metro: Last Light – Enter the Metro – Live Action Short Film

Metro: Last Light – Survivors – The Preacher Trailer

Disebut Metro: Last Light, bukan Metro 2034 yang menjadi sekuel dari novel Metro 2033, karena memang sang novelis tidak ikut terjun langsung menggarap plot cerita sekual gamenya tersebut. Anggota tim developer 4A Games memilih menulis sendiri plot ceritanya, yang melanjutkan langsung skenario yang berakhir pada Metro 2033, setting kebanyakan masih diambil di bawah tanah kota Moskow serta karakter utama yang sama, Artyom.

Keseluruhan gameplay game ini masih terfokus pada first-person shooter dengan perpaduan aspek survival horror. Di tengah setting bernuansa kehancuran, suasana tegang begitu terasa. Serta apa yang membedakan Last Light dengan prekuelnya adalah bagaimana kalian bertarung dengan musuh. Karena dari beberapa demo, terlihat Artyom yang menggunakan rifle bisa melumpuhkan musuh dengan sekali tembak. Penyesuaian damage dilakukan di sini, dan pertarungan menjadi lebih mendalam serta mematikan. Kemudian mode multiplayer yang sebelumnya terdengar juga bakal diimplementasikan, rupanya disingkirkan di tengah pengembangan, dan developer lebih terfokus pada mode single playernya saja.

Kemudian untuk versi Wii U yang sebelumnya juga disinggung selama E3 2011, kembali ditegaskan oleh THQ ternyata versi Wii U tidak jadi dikembangkan. Apalagi  chief technical officer dari 4A Games Oles Shishkovtsov juga menambahkan bahwa timnya tidak mungkin mengembangkan untuk Wii U karena konsol tersebut memiliki CPU yang sangat lambat (belakangan diketahui jika prosesor yang digunakan Nintendo untuk Wii U kecepatannya hanya sekitar 1GHz saja!).

Metro: Last Light E3 2011 Gameplay Demo – Part I

Metro: Last Light E3 2011 Gameplay Demo – Part II

Metro: Last Light E3 2011 Gameplay Demo – Part III

Metro: Last Light – E3 2012 Gameplay Demo – “Welcome to Moscow”

[nggallery id=215]


SHARE
Previous articleDLC Dragonborn untuk Skyrim Sudah Tersedia untuk X360!
Next articlePresiden Epic Games, Mike Capps Mengundurkan Diri

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.