Nintendo Wii U GamePad Sebelum Kita Mengenalnya Sekarang

Seperti kita ketahui, pengalaman utama memainkan Nintendo Wii U adalah melalui GamePad-nya, yang berperan sebagai layar tambahan yang bisa digunakan melalui beragam cara untuk berinteraksi selama memainkan game atau aplikasi pendukung seperti sebagai remote televisi. Namun sebagaimana banyak produk lain sebelum resmi dilempar ke pasaran, desain GamePad Wii U juga memiliki perjalanan yang panjang. Baru – baru ini bos Nintendo Satoru Iwata menjelaskan melalui interview, seperti apa ide awal GamePad tersebut.

Dalam interview berupa video tersebut, Nintendo President Satoru Iwata menjelaskan kepada team development bagaimana dia mendapatkan ide untuk membuat kontroler baru konsol Nintendo yang kini disebut GamePad. Awalnya, versi purwa rupa GamePad tidak lebih sebuah Wii Zapper (kontroler Nintendo Wii berbentuk pistol) dan mendapatkan tambahan layar LCD kecil di depannya. Dari sana, berkembang menjadi layar LCD besar dengan dua Wii Remote terpasang di kiri-kanannya, dan konsep tersebut juga diterapkan pada 30 game demo untuk memperlihatkan fitur GamePad tersebut.

Dan rupanya versi purwa rupa kedua yang berkembang menjadi GamePad Wii U yang kita kenal sekarang ini, dan memang desainnya lebih memudahkan kita menggunakannya. Secara untuk perpaduan Wii Zapper pasti justru akan merepotkan kita ketika mengoperasikannya. Selain itu, masih berdasarkan wawancara dengan Iwata juga diketahui bahwa dari awal memang Nintendo merencanakan Wii U tidak terlalu besar lompatan teknologinya (secara hardware) dibandingkan Wii. Nintendo hanya mensimulasikan kekuatan dua Wii sebagai basis pengembangan hardware Nintendo Wii U.


SHARE
Previous articleGrand Theft Auto: Vice City Versi Android Dirilis Paling Cepat Minggu Depan!
Next articleOppo Find 5 Go International, Diluncurkan 12 Desember
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.