Steam Serius Masuk Pasar Konsol, Target Utamanya Ruang Keluarga

Rumor ini mulai terdengar sejak awal tahun, namun mulai berhembus kembali awal September 2012 lalu, bahwa Steam, platform online yang selama ini dikenal menjadi salah satu pusat distribusi digital game yang dioperasikan oleh Valve, berencana untuk masuk dunia hardware game. Apakah dengan membuat konsol mereka sendiri?

Saat itu Steam menilai hardware game dewasa ini kurang inovasi, karena itulah mereka memutuskan untuk masuk ke segmen tersebut yang sejauh ini masih didominasi oleh tiga nama Nintendo, Sony, dan Microsoft. Itu terlihat jelas melalui statement mereka berikut ini, pasca ditemukannya lowongan posisi “Industrial Designer” yang sepertinya menunjuk pada desainer sebuah platform hardware game baru:

Valve is traditionally a software company. Open platforms like the PC and Mac are important to us, as they enable us and our partners to have a robust and direct relationship with customers.

We’re frustrated by the lack of innovation in the computer hardware space though, so we’re jumping in. Even basic input, the keyboard and mouse, haven’t really changed in any meaningful way over the years. There’s a real void in the marketplace, and opportunities to create compelling user experiences are being overlooked.

Sebelumnya memang rumor ini berhubungan dengan ‘Steam Box‘  sebuah mesin mirip konsol yang bisa memainkan game – game Steam dan juga game PC lainnya, lengkap dengan kontroler dan port – port USB opsional untuk metode input tambahan. Namun dalam wawancara terbaru mereka dengan Kotaku, makin tidak jelas seperti apa hardware yang diduga saat ini dikembangkan Steam. Menurut co-founder Valve Gabe Newell, mereka saat ini justru menyiapkan PC ruang keluarga, yang menawarkan pengalaman bermain ala konsol dan bakal berkompetisi dengan PlayStation dan Xbox. Sepertinya ini berhubungan dengan layanan Steam TV yang kemudian disebut sebagai mode Big Picture yang dikenalkan September 2012 lalu, dimana Steam mengintegrasikan Steam ini ke dalam televisi high-definition, memungkinkan kita mengendalikan Steam melalui gamepad atau keyboard dan mouse.

Seperti inilah desain awal Steam Box yang dirumorkan awal tahun lalu…

Hardware baru ini kemungkinan berbasis konfigurasi PC standar, namun dengan desain ala konsol, semacam komputer gaming mini Alienware X51. Dan jelas bakal memasukkan aplikasi Steam bersama dengan mode yang dioptimalkan untuk pengoperasian melalui layar televisi yang lebar, dan kontroler khusus… atau bisa jadi ada pengendalian dengan layar kedua ala GamePad-nya Wii U. Newell menambahkan jika hardware tersebut bakal mereka sebut “keadaan yang dikendalikan,” yang artinya seperti pada sebuah konsol  dengan tidak ada kebebasan merubah hardware atau software-nya, namun kita bakal mendapatkan pengalaman bermain game dengan cara yang  lebih mudah dan efisien, dan itu selama ini dianggap kurang dari sebuah PC desktop.

Newell tidak memberikan detail hardware tersebut bakal menggunakan sistem operasi apa, namun banyak yang berasumsi mereka bakal memakai variasi Linux, yang artinya, tidak akan ada banyak game untuk dimainkan awalnya nanti, kecuali tentu saja yang ditawarkan Steam.

Belum ada kepastian kapan perangkat baru dari Steam ini bakal dirilis. Namun membaca ruang keluarga, kita juga bisa membaca satu trend baru tahun depan, dimana para produsen produk entertainment berbondong – bondong berusaha menembus ruang keluarga, entah dalam bentuk mesin game casual, mesin game hardcore yang didesain lebih pas berdiri di samping perangkat home theater, televisi pintar yang bisa bersosialisasi, atau bahkan gadget streaming multimedia yang berpenampilan futuristis.

Sumber: Kotaku


SHARE
Previous articleDetail Update Gratis Street Fighter X Tekken Ver. 2013!
Next articleWang Xueqi Siap Perankan Dr. Wu di Iron Man 3

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.