Angry Birds 3rd Anniversary: Game Mobile yang Dibicarakan oleh Semua Orang

Menyambut ulang tahun Angry Birds yang ketiga, kali ini kami memberikan sebuah artikel spesial yang membahas fenomena serta sejarah Angry Birds yang sudah tiga tahun ini menemani kita bermain. Selamat menikmati!

Rovio pun memanfaatkan populernya Angry Birds dengan mengenalkan ikon mereka itu ke berbagai media. Termasuk melalui merchandise dan mainan, pertunjukan televisi, produk softdrink Angry Birds, hingga permainan board game yang disebut Angry Birds: Knock on Wood. Toko retail pertamanya dibuka di Helsinki pada November 2011 lalu, dan menyusul sedang direncanakan di China. Namun diantara ekspansi non-game yang mereka lakukan, membangun taman hiburan Angry Birds Land di Särkänniemi, Finlandia dan mulai dibuka pada 28 April 2012 lalu menjadi wujud terobosan terbesar Rovio di luar core-business mereka sebagai developer game. Selain di Finlandia dan Britania Raya, Angry Birds Land ketiga juga sedang dibangun di kota Haining, propinsi Zhejiang, China.

Angry Birds Land di Särkänniemi, Finlandia

Di Indonesia Angry Birds juga tak kalah populer seperti di Amerika Serikat dan China, dua negara dengan data pen-download Angry Birds terbesar. Memang saat masih menjadi game khusus iOS belum banyak yang mengenalnya, karena memang belum banyak yang memiliki gadget canggih tersebut. Namun setelah versi Android-nya dirilis, dan makin banyaknya pilihan smartphone / tablet Android lokal yang harganya terjangkau, masyarakat Indonesia dari kalangan terbawah pun tahu apa itu Angry Birds. Dan penulis sudah biasa menjumpai para orang tua yang membeli smartphone atau tablet, pasti tidak lupa meminta Angry Birds di-install di gadget yang mereka beli untuk dimainkan anak – anaknya.

Selain berkat mewabahnya smartphone dan tablet murah, pada 14 Februari 2012 lalu Facebook resmi merangkul Rovio dan merilis Angry Birds versi Facebook. Saat itulah yang menurut kami awal memuncaknya popularitas game menggemaskan ini. Kenapa Facebook? Satu alasan karena Indonesia adalah negara yang tercatat memiliki pengguna Facebook aktif terbesar keempat (setelah Amerika Serikat, Brazil dan India), dengan jumlah pengguna mencapai 50 juta akun menurut data website statistik Socialbakers.com. Angka yang lumrah, mengingat Facebook bisa dikatakan menjadi makanan utama anak-anak, remaja, bahkan kaum berumur sekalipun. Dan saat ini Angry Birds menjadi salah satu game yang paling sering dimainkan oleh para Facebookers asal Indonesia.

Jakko Iisalo, pria dibalik desain burung Angry Birds

Faktor lain yang membuat perhatian masyarakat Indonesia begitu cepatnya berpaling pada Angry Birds adalah karena Rovio menyediakan versi Android-nya secara gratis, sedangkan untuk di Facebook walaupun ada opsi membeli item untuk mempermudah permainan, namun keseluruhan bisa dimainkan tanpa perlu membelanjakan uang. Praktis, gratis dan kesederhanaan permainan menjadi kombinasi yang pas bagi game Angry Birds untuk terus berdiam dalam daftar game setiap pengguna smartphone dan tablet Indonesia.

Kemudian juga yang mendukung ikon ini lebih mewabah menjadi sebuah fenomena baru, begitu banyak merchandise dan juga mainan bernuansa Angry Birds yang bisa ditemukan di sekitar kita. Memang sih, kebanyakan dari mereka tidak resmi dari Rovio, namun cinderamata seperti boneka, gantungan kunci, pin, bahkan sampai desain baju dan kendaraan atau bahkan ringtone telepon seluler, yang banyak bertebaran ditawarkan di Indonesia, juga turut mendongkrak popularitas Angry Birds.

Niklas Hed, Co-Founder dari Rovio

Artikel ini dibuat selain untuk mengiringi peluncuran seri terbaru Angry Birds Star Wars pada 8 November 2012 lalu, juga untuk menyambut ulang tahun Angry Birds yang ketiga, yang jatuh 11 Desember 2012 kemarin. Selain itu, kamu juga bisa menyimak bagaimana sejarah Angry Birds -dan Rovio tentu saja di halaman berikutnya. Selamat menyimak, dan Happy Birdday buat Angry Birds! (Ura + Febrizio)


Mau coba berbagai game dan VR buatan dalam negeri secara gratis? Raih banyak hadiah secara gratis, dan main sepuasnya? Yuk kunjungi BEKRAF Game Prime 2019, di Balai Kartini Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, 13-14 Juli 2019. Acaranya gratis lho guys, jadi daftar sekarang ya di sini!
TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.