Kenali Dua Sutradara Baru Dark Souls II, Indikasi Ada Perubahan Gameplay?

Secara resmi Namco Bandai Games memperkenalkan penerus game role-playing paling hardcore di era konsol generasi next-gen, yang mungkin hanya bisa kita temui kembali setelah melihat ke belakang lebih dari satu dekade lalu melalui tipikal RPG klasik Jepang, melalui event Spike Video Game Awards 2012 yang digelar 7 Desember 2012 lalu. Inilah Dark Souls 2, yang mungkin sempat membuatmu menangis berharap ada mode “easy,” atau setidaknya potion yang bisa menggandakan rasa sabar selama memainkannya. Well, apa pun yang diberikan From Software untuk sekuel Dark Souls (penerus spiritual dari Demon’s Souls), Dark Souls 2 tetap meneruskan nuansa setting fantasi gelap, ada naga dan pria berjubah besi.

Game yang dikembangkan untuk Xbox 360, PS3 dan PC ini masih belum banyak yang bisa diungkapkan. Dari beberapa screenshot yang beredar dari trailernya kita bisa menyimpulkan setting masih bernuansa fantasi gelap. Juga pria bertopeng putih yang langsung mengingatkan pada Shy Guy, anak buah Bowser dari serial Super Mario. Bisa jadi ikon topeng dengan bagian mata yang terlihat meneteskan darah dalam salah satu bagian adegan trailer tersebut menjadi petunjuk bahwa Dark Souls 2 juga tidak akan memberi kita ampun dalam hal tingkat kesulitan?

Bagaimana dia bisa terdampar di Dark Souls 2?

Sepertinya tidak juga, karena menurut sutradara Tomohiro Shibuya (sebelumnya menjadi desainer untuk Resident Evil Outbreak dan Monster Hunter) yang menangani game ini bersama Yui Tanimura (dikenal melalui Armored Core 2), Dark Souls 2  ini menawarkan tingkat permainan yang lebih memahami kemampuan gamer. Dengan sedikit mengurangi ambisi pengembangnya, diharapkan kita gamer tidak perlu stress menghadapi dungeon atau musuh yang mematikan, dan bisa menarik minat pemain baru untuk tidak langsung membuang kontrolernya begitu tahu apa yang mereka mainkan. Menurut Shibuya, “the game will be more straightforward and more understandable.” Oh ya, Shibuya dan Tanimura adalah duo sutradara baru untuk game ini, yang mengambil posisi sutradara prekuelnya Hidetaka Miyazaki.

Apakah itu langkah baik? Bagi para pemain Dark Souls berpengalaman, jelas itu keputusan yang jauh lebih menakutkan daripada menghadai tantangan dalam gamenya sendiri. Apalagi selama ini yang mereka kenal dari sebuah Dark Souls dan membuat para gemer mau memainkannya adalah misteri dan reward yang didapatkan setelah bisa melalui kesulitan super game tersebut. Namun baru satu trailer yang muncul, belum masuk ke gameplay dan lainnya. Semoga saja dua sutradara ini bisa sedikit menurunkan tantangan tanpa harus mengorbankan identitas hardcore yang sudah melekat selama ini.

Shibuya sendiri mengatakan: “Sekuel ini bakal merubah pengalaman bermain multiplayer, serta makin menonjolkan konsep bermain dan berbagi dengan pemain lainnya.” Pernyataan tersebut diungkapkannya melalui wawancara dengan majalah Edge. Sepertinya apa yang dia katakan sejalan dengan pernyatannya dalam press release Dark Souls 2, dan sepertinya kita juga harus siap dengan perubahan gameplay (apa pun itu) nantinya.

“This new chapter in the Dark Souls saga presents opportunities for us to drive innovation in gameplay design, develop an entirely new story, and expand the scope of the world in which the player interacts with the game. We have taken these necessary steps with Dark Souls II in order to evolve the overall experience of the Dark Souls series.

“The entire development team is striving to make Dark Souls II an experience that is fresh while not forsaking its roots in presenting players with challenging gameplay. Our goal is to surprise and delight our fans with new experiences and plot twists while enticing new players to join our dark journey.”

Oh ya, jika kamu penasaran dengan gameography kedua sutradara baru tersebut, apakah mereka bisa menggarap seri keduanya ini sesuai harapan, cek saja pengalaman mereka berikut. Shibuya banyak menangani Monster Hunter, kami jadi penasaran unsur apa dalam serial tersebut yang mungkin dia masukkan ke dalam Dark Souls 2, ya!?

Tomohiro Shibuya

  • Resident Evil: Outbreak (2004), Capcom Entertainment, Inc.
  • Monster Hunter Freedom 2 (2007), Capcom Co., Ltd.
  • Ultima Underworld: The Stygian Abyss (1993), Electronic Arts Victor
  • Monster Hunter (2004), Capcom Co., Ltd.
  • Monster Hunter Freedom 2 (2007), Capcom Co., Ltd.
  • Arc the Lad: Twilight of the Spirits (2003), Sony Computer Entertainment Incorporated
  • Ultima Underworld: The Stygian Abyss (1993), Electronic Arts Victor
  • Monster Hunter (2004), Capcom Co., Ltd.
  • Ultima Underworld: The Stygian Abyss (1993), Electronic Arts Victor
  • Monster Hunter (2004), Capcom Co., Ltd.
  • Arc the Lad: Twilight of the Spirits (2003), Sony Computer Entertainment Incorporated
  • Monster Hunter (2004), Capcom Co., Ltd.
  • Monster Hunter Freedom 2 (2007), Capcom Co., Ltd.
  • Monster Hunter Freedom 2 (2007), Capcom Co., Ltd.
  • Monster Hunter Freedom 2 (2007), Capcom Co., Ltd.
  • Resident Evil: Outbreak (2004), Capcom Entertainment, Inc.
  • Arc the Lad: Twilight of the Spirits (2003), Sony Computer Entertainment Incorporated

Yui Tanimura

  • Armored Core 2: Another Age (2001), From Software
  • Armored Core 2 (2000), From Software

Dark Souls 2 Announcement Trailer


SHARE
Previous articleKarakter Baru di God Eater 2, Gilbert Macrain
Next articlePokedex Dirilis Untuk iOS, Akses Database Pokemon Kapan Saja

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.